Spekulasi yang sudah berminggu-minggu merebak akhirnya terjawab sudah. Setelah 8 tahun bersama tim pabrikan MoviStar Yamaha, akhirnya Jorge Lorenzo pindah ke Ducati mulai tahun 2017 yang akan datang setelah kontrak berdurasi 2 tahun ditandatanganinya. Keputusan tersebut pastinya merupakan keputusan yang sangat besar mengingat sejak naik ke kelas MotoGP pada tahun 2008 lalu Lorenzo tidak pernah berpindah tim, bahkan beberapa tahun lalu pernah menyatakan keinginannya untuk pensiun di Yamaha.

Bersama Yamaha Lorenzo mengumpulkan 41 kemenangan dan 3 gelar juara dunia. Sementara itu Ducati tidak pernah lagi mengecap kemenangan sejak ditinggal Casey Stoner di penghujung tahun 2010. Sepanjang kiprahnya di ajang MotoGP, pabrikan papan atas Italia tersebut hanya satu kali menggondol gelar juara dunia melalui Stoner pada tahun 2007.

Perjuangan Ducati untuk mendapatkan Lorenzo tidaklah mudah. Diketahui sudah mengincar Lorenzo sejak tahun 2009 saat Stoner mengalami gangguan fisik yang akhirnya memaksanya meninggalkan MotoGP, Ducati selalu gagal mendapatkan tanda tangan pembalap incarannya itu karena Lorenzo selalu setia dengan Yamaha. Meskipun akhirnya Ducati berhasil menarik rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi dari Yamaha, ternyata bahkan sang legenda itupun tidak sanggup membawa Ducati meraih kemenangan sampai akhirnya Rossi kembali ke Yamaha dan bergabung lagi bersama Lorenzo.

Meskipun kedua fihak sudah mencapai kesepakatan, baik Ducati maupun Lorenzo tidak membuat pernyataan apapun sampai Yamaha memberikan konfirmasi keputusan Lorenzo meninggalkan Yamaha di penghujung musim 2016 ini. Barulah Ducati membuat pernyataan singkat berikut:

Dengan ini kami umumkan bahwa Ducati telah mencapai kesepakatan dengan Jorge Lorenzo. Kami sangat berterimakasih karena pembalap Spanyol ini bersedia bergabung untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP pada musim 2017 dan 2018 dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP bersama Tim Ducati. Lorenzo yang lahir di Palma de Mallorca pada tanggal 4 Mei 1987 ini mengantongi 5 gelar juara dunia sepanjang karir balapnya (2006 dan 2007 di kelas 250cc serta 2010, 2012, dan 2015 di kelas MotoGP).

Alasan Lorenzo Pindah ke Ducati

Pengumuman tersebut tidak serta-merta menghentikan spekulasi. Kali ini mengenai alasan yang melunturkan kesetiaan Lorenzo pada Yamaha sehingga akhirnya bersedia menerima pinangan Ducati untuk membalap di atas Desmosedici, padahal sejarah panjang sudah membuktikan bahkan sosok pembalap sekelas Valentino Rossi-pun gagal menjinakannya. Sebelum Rossi, Desmosedici sudah memakan banyak “korban” yang rata-rata pembalap papan atas dengan pengalaman segudang seperti Loris Capirossi, Nicky Hayden, Sete Gibernau, dan beberapa nama lainnya.

Apakah Lorenzo yakin dia bisa seberuntung Casey Stoner, satu satunya pembalap yang sukses merebut gelar juara dunia MotoGP dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP?

Ducati Desmosedici GP Semakin Kompetitif

Banyak analis meyakini bahwa meskipun gagal membawa gelar juara dunia ke kandang Ducati, kehadiran Valentino Rossi membawa banyak manfaat dalam pengembangan motor sehingga sepeninggal Rossi, Ducati selalu menempatkan pembalapnya persis di bawah keempat pembalap dari tim unggulan, Yamaha dan Honda, yang bergantian menguasai gelar juara dunia. Tahun 2014 Andrea Dovizioso berada di urutan 5 kelasemen akhir, seentara tahun 2015 Ducati juga menempatkan pembalapnya Andrea Iannone, di posisi yang sama.

Kehadiran Casey Stoner sebagai pembalap penguji semakin meyakinkan banyak kalangan bahwa pengembangan Ducati untuk Desmosedici GP sudah mencapai titik dimana motor ini cukup kompetitif untuk bersaing melawan Yamaha dan Honda. Kedua pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone semakin sering meraih pole position bahkan muncul di atas podium. Yang belum mereka dapatkan tinggal dominasi yang konsisten seperti yang ditunjukkan Lorenzo, Rossi, Marquez, dan Pedrosa.

Kehadiran Orang Dekat Lorenzo di Ducati

Faktor lain yang dipercayai memuluskan jalan Ducati untuk mendapatkan tanda tangan Lorenzo adalah masuknya Gigi Dall’Igna yang pindah dari Aprilia. Kita mungkin jarang mendengar namanya. Gigi merupakan salah satu sosok penting di awal karir Lorenzo. Dengan dukungannya, Lorenzo berhasil mengantongi dua gelar juara dunia di kelas 250cc sebelum akhirnya naik kelas. Konon kedekatan Lorenzo dan Gigi tetap terjalin meskipun kemudian Lorenzo bergabung dengan Yamaha saat menapaki kelas primer MotoGP.

Keinginan Lorenzo Mengalahkan Valentino Rossi

Mengantongi 5 gelar juara dunia, 3 diantaranya di kelas MotoGP, Lorenzo berada di urutan 4 pembalap MotoGP tersukses sepanjang sejarah. Capaian itu menempatkannya sebagai yang paling sukses diantara semua pembalap Spanyol yang pernah berkiprah di kelas primer ini. Setelah terakhir kalinya Rossi mempersembahkan gelar juara dunia pada tahun 2009, Rossi tidak pernah memenangkannya lagi sampai akhirnya ia pindah ke Ducati. Lorenzo-lah yang mengembalikan kejayaan Yamaha dengan kembali membawa pulang trofi juara dunia ke kandang Yamaha.

Meskipun begitu kehebatan Lorenzo tidak juga sanggup meruntuhkan nama besar Rossi.

Kondisi ini diyakini akan berbalik 180 derajat kalau Lorenzo kemudian sanggup membawa Ducati kembali ke puncak kelasemen dengan menjadi juara dunia MotoGP di atas Ducati Desmosedici GP. Melihat situasi sampai saat ini, meskipun cukup kompetitif, sepertinya baik Andrea Dovizioso maupun Andrea Iannone tidak akan dapat melakukannya di tahun 2016 ini. Sejarah mencatat Rossi gagal melakukannya sampai akhirnya meninggalkan Ducati untuk kembali ke Yamaha. Kalau sampai Lorenzo sanggup melakukannya, dunia akan melihat siapa yang lebih hebat diantara keduanya.

Perlu juga dicatat bahwa selama ini ketiga gelar juara dunia MotoGP Lorenzo didapatnya bersama Yamaha. Meraih gelar juara dunia bersama Ducati akan memasukkan Lorenzo ke dalam jajaran pembalap legendaris yang sanggup meraih gelar juara dunia dengan motor yang berbeda. Di kelompok ini hanya ada Casey Stoner, Valentino Rossi, Eddie Lawson, Agostini, dan Geoff Duke.

Lorenzo Menjadi Pembalap Termahal di MotoGP

Meskipun ketika kita berbicara kebanggaan menjadi juara dunia kita mungkin tidak terlalu berhitung uang, apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa pembalap-pembalap papan atas terutama mereka yang berlaga pada gelaran bergengsi seperti MotoGP dan Formula 1 rata-rata menerima bayaran yang sangat besar, angka yang tercantum dalam kontrak tetap saja menjadi daya tarik tersendiri.

Mungkin bahan pertimbangannya adalah kalau sama-sama memungkinkan untuk bisa meraih gelar juara dunia sementara yang satu menawarkan bayaran lebih tinggi dari yang lain, tentunya sangat wajar kalau angka yang lebih besarlah yang dipilih. Sementara itu meskipun Yamaha sudah terbukti sanggup memberikan motor yang menjadikan Lorenzo juara dunia, Ducati juga sudah menampakan potensi yang tidak kalah besar. Lain kalau misalnya yang menawarkan angka besar adalah tim satelit yang termasuk papan bawah.

Sebelum diumumkan beredar bisik-bisik bahwa angka yang ditawarkan Ducati berkisar antara 11 juta sampai 20 juta Euro setiap tahun. Memang agak sulit untuk membandingkan karena kebanyakan nilai kontrak pembalam MotoGP tidak diinformasikan secara terbuka. Tetapi sebagai bandingan, saat merebak kabar bahwa Yamaha melirik Dani Pedrosa untuk menggantikan Lorenzo, ada disebut bahwa saat ini Honda membayar Pedrosa. 2 juta Euro per tahun. Sangat jauh perbedaannya.

Akhirnya terkonfirmasi bahwa Ducati membayar Jorge Lorenzo 25 juta Euro untuk 2 tahun, artinya dia menerima 12,5 juta Euro per tahun. Lihat saja perbedaan dengan angka 2 juta Euro yang diterima Pedrosa dari Honda saat ini, padahal meskipun belum pernah meraih gelar juara dunia, Pedrosa merupakan salah satu pembalap papan atas. Tak ayal angka tersebut menjadikan Lorenzo pembalap termahal di MotoGP saat ini.

Kebijakan Yamaha yang Membuat Lorenzo Tidak Nyaman

Dengan sekian banyak kelebihan yang menjadi magnet penarik Lorenzo pindah ke Ducati, kebijakan Yamaha bukannya membuat berat kaki Lorenzo untuk melangkah tapi justru membuatnya lebih termotivasi untuk meninggalkan Yamaha. Sejumlah pengamat yang dikuti berita-berita internasional mengatakan kebijakan Yamaha sendirilah yang menjadi penyebab Lorenzo meninggalkan Yamaha.

Meskipun sudah berkali-kali membawa pulang gelar juara dunia dan menunjukkan loyalitasnya yang luar biasa pada Yamaha, Lorenzo merasa bahwa Yamaha lebih menganakemaskan Rossi sang juara dunia 9 kali, terutama sejak Rossi kembali ke Yamaha setelah gagal meraih hasil positif dari beberapa musim balapan yang dijalaninya bersama Ducati.

Yamaha memang lebih dahulu menyodori perpanjangan kontrak pada Valentino Rossi yang langsung ditandatanganinya. Kontrak ini tidak hanya menandai perpanjangan kerjasama Yamaha untuk menjadikan Rossi salah satu pembalapnya pada dua musim mendatang tetapi kerjasama antara pabrikan jepang tersebut dengan Vr46 Riders Academy, sekolah balap milik Rossi. Meskipun Yamaha menyatakan tidak ada maksud khusus dibalik kenyataan bahwa mereka menyodorkan kontrak kepada Rossi terlebih dahulu sebelum Lorenzo.

Yamaha menyatakan bahwa fihaknya menawarkan perpanjangan kontrak kepada kedua pembalapnya, Rossi dan Lorenzo, pada waktu yang bersamaan. Hanya saja Lorenzo meminta waktu untuk mempertimbangkan sementara Rossi langsung menandatanganinya.

Publik memang sangat mengetahui buruknya hubungan Rossi dan Lorenzo. Sebenarnya hubungan buruk mereka yang membuat Rossi hengkang ke Ducati sudah membaik. Lorenzo menerima kehadiran Rossi kembali ke Yamaha dengan tangan terbuka sehingga mereka bisa bekerja sama dengan cukup baik dan membuat Yamaha sebagai tim cukup optimis. Hubungan mereka kembali memburuk setelah Rossi gagal dalam persaingan merebut gelar juara dunia pada musim 2015 lalu dan menuduh kekalahannya diakibatkan kerjasama Lorenzo dengan Marc Marquez, pembalap Honda yang kesempatannya merebut gelar juara dunia tertutup beberapa sesi sebelum musim berakhir.

Banyak yang meyakini bahwa Rossi sengaja menandatangani kontrak lebih dahulu untuk membuat gusar Lorenzo dan akhirnya menyingkirkan Lorenzo dari Yamaha. Kenyataannya langkah Rossi ini sukses membuat Lorenzo meninggalkan Yamaha, menjadikan Rossi pembalap utama karena siapapun yang nantinya akan ditarik Yamaha untuk menggantikan Lorenzo, tidak ada pembalap lain yang sekaliber mereka. Mungkin kalau Yamaha bisa mengambil Marquez dari Honda, tapi itu jelas tidak akan terjadi.

Penggemar Menginginkan Lorenzo Pindah ke Ducati

Apapun intrik yang berada di belakang keputusan Jorge Lorenzo untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati mulai musim depan, rupanya memang para penggemar Lorenzo mendukung langkah yang diambil idolanya itu. Polling yang dilakukan situs olah raga terkemuka Crash.Net menunjukkan bahwa 74% penggemar lebih menyukai Lorenzo pindah ke Ducati daripada tetap tinggal di Yamaha.

Spekulasi Setelah Lorenzo Meninggalkan Yamaha

Setelah episode drama ini berakhir dengan konfirmasi kepindahan Lorenzo dari Yamaha ke Ducati, masih akan banyak lagi pertanyaan besar lain yang hanya akan bisa dijawab oleh waktu, dan sebelum waktu benar-benar menjawabnya pastinya akan banyak putaran spekulasi yang bisa jadi justru lebih menarik dari pada balapannya itu sendiri.

Kontrak Lorenzo dengan Yamaha baru akan berakhir di penghujung musim 2016 ini, dan dia baru akan menggunakan seragam merah Ducati mulai awal musim 2017 yang akan datang. Akankah Lorenzo mampu meraih gelar juara dunia terakhirnya bersama Yamaha? Apakah Yamaha akan tetap memberikan dukungan sama besar dengan Rossi atau justru mengganjal Lorenzo? Bagaimana persaingan antara Rossi dan Lorenzo di sisa musim ini? Siapakah yang akan menggantikan Lorenzo dan menjadi tandem Rossi musim depan? Siapakah yang akan disingkirkan Ducati untuk menyerahkan motornya pada Lorenzo? Akankah Yamaha mengijinkan Lorenzo untuk memulai debutnya bersama Ducati pada pengujian bersama setelah musim 2016 ini berakhir tapi musim 2017 belum bergulir?

Dan akhirnya tentunya bertanyaan terbesar … akankah Lorenzo mampu membawa pulaing gelar juara dunia MotoGP dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP atau justru gagal dan kembali ke Yamaha seperti yang dilakukan Rossi?