Melakukan pengereman mendadak apalagi saat kondisi jalan dalam keadaan licin bisa sangat berbahaya. Disinilah sistem ABS mengambil peranan penting sehingga resiko kecelakaan yang diakibatkan oleh kehilangan kendali sebagai efek dari pengereman mendadak dapat diminimalisir. Riset menunjukkan bahwa pengemudi biasa dapat melakukan pengereman mendadak lebih cepat dan aman dengan kendaraan yang dilengkapi perangkat ABS dibandingkan pengemudi profesional seperti pembalap yang melakukan hal yang sama dengan kendaraan tanpa ABS.

Teori dasarnya sangat sederhana. Ban yang selip akan kehilangan traksi. Jika ada sebagian ban saja yang selip, maka ban yang selip akan memiliki traksi yang jauh lebih sedikit daripada ban lain yang tidak selip. Pada saat pengereman mendadak, biasanya ban akan mengunci dan menyebabkan ban – semua atau sebagian – akan selip, sehingga kendaraan akan meluncur tanpa bisa dikendalikan lagi oleh setir. Jika semua ban selip, arah luncurannya akan lurus, sementara jika hanya sebagian yang selip, arah luncurannya bisa saja zig-zag tak terkendali.

cara-kerja-rem-abs

Jika kita harus mengendalikan arah kendaraan, berbelok misalnya, saat ban selip akibat pengereman mendadak, kendaraan akan tetap meluncur dengan arah yang tidak terkendali. Sementara dengan ABS arah kendaraan masih dapat dikendalikan meskipun saat melakukan pengereman mendadak. Fungsi ABS adalah mencegah ban selip saat kita melakukan pengereman mendadak. Manfaatnya ABS adalah: (1) Kendaran dapat terhenti lebih cepat. (2) Arah laju kendaraan tetap dapat dikendalikan dengan setir meskipun sedang melakukan pengereman mendadak.

Komponen Sistem ABS

Sensor Kecepatan

Sensor kecepatan diperlukan oleh sistem ABS untuk mengetahui saat rem akan mengunci dan ban selip. Masing-masing ban memiliki sensor kecepatan sendiri sehingga sistem komputer dapat mengetahui dengan pasti mana saja ban yang selip.

Katup

Rem kendaraan bekerja dengan tekanan hidrolis yang disalurkan ke masing-masing ban. Cara sistem ABS mengendalikan rem adalah dengan mengatur tekanan minyak rem yang disalurkan ke masing-masing ban. Untuk itu dipakai katup khusus pada saluran minyak rem ke setiap ban. Secara sederhana, katup tersebut memiliki 3 posisi sebagai berikut:

  • Posisi pertama, katup terbuka, tekanan dari silinder rem disalurkan langsung.
  • Posisi kedua, katup tertutup, tekanan dari silinder rem menuju ban distop sama sekali.
  • Posisi ketiga, katup membuang sebagian tekanan dan hanya menyalurkan sebagian menuju ban.

Pompa

Pada saat diperlukan, sistem ABS dapat membuang sebagian tekanan dengan memposisikan katup pada posisi ketiga. Pompa diperlukan untuk mengembalikan tekanan pada saat diperlukan.

Modul Pengendali

Seluruh operasi sistem ABS dikendalikan oleh komputer yang terpasang di mobil. Komputer ini memantau semua sensor dan mengendalikan semua katup sesuai dengan situasi dan kondisi.

Cara Kerja Rem ABS

Sistem komputer terus menerus memantau sensor kecepatan. Sistem ABS mulai bergerak saat ada penurunan kecepatan pada putaran ban yang tidak wajar. Sebelum putaran ban benar-benar terkunci, akan ada penurunan kecepatan yang drastis. Disinilah saat untuk alasan tertentu, misalnya menghindari tabrakan, pengemudi mendadak menginjak rem dengan keras. Sesuai dengan prinsip fisika, rem yang diinjak mendadak mampu menghentikan putaran ban lebih cepat dari laju mobil itu sendiri. Saat putaran ban terkunci akibat pengereman mendadak, daya dorong akibat laju kecepatan akan menyebabkan selip dan mobil meluncur tak terkendali untuk beberapa saat sebelum akhirnya terhenti.

Dalam situasi normal, untuk berhenti dari kecepatan 100 kilometer per jam sebuah mobil mungkin memerlukan 5 detik. Tetapi rem dapat menghentikan putaran ban dalam waktu kurang dari satu detik.

Untuk mencegah putaran ban terkunci, sistem ABS mendeteksi penurunan kecepatan lalu mengurangi tekanan menuju ban sampai dia mendeteksi penambahan laju kecepatan. Saat dia mendeteksi peningkatan laju kecepatan, tekanan kembali dinaikan. Demikian berulang dengan cepat sampai akhirnya putaran roda benar-benar terkunci pada saat mobil juga benar-benar terhenti sehingga tidak ada efek selip.

Kalau anda melakukan pengereman mendadak pada kendaraan yang dilengkapi sistem ABS, anda akan merasakan pedal bergetar. Getaran ini disebabkan katup yang membuka dan menutup untuk menurunkan dan menaikkan tekanan – seperti yang dijelaskan tadi – dengan frekuensi yang cukup tinggi. Biasanya di kisaran 15 kali buka / tutup per detik.

Menggunakan Rem ABS Dengan Benar

Sering kali kita merasa ragu-ragu untuk menginjak rem mendadak dengan keras pada kendaraan ber-ABS karena kaki kita merasakan getaran pada pedal. Sering kali keraguan itu membuat kita menarik lagi tekanan kaki kita. Ada juga teori yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan tekanan maksimal, saat pengereman mendadak pedal rem harus dipompa. Maksudnya diinjak dan dilepas beberapa kali sebelum benar-benar diinjak penuh. Pada sistem rem jadul mungkin benar adanya. Tapi pada sistem rem yang sudah sangat modern saat ini pemompaan manual dengan kaki tidak diperlukan.

Pemompaan pada saat mengerem mendadak dengan kendaraan yang tidak dilengkapi ABS juga memang dapat membantu menjaga kendaraan tetap dapat dikendalikan. Tetapi pada kendaraan ber-ABS fungsi “memompa pedal” ini sudah digantikan oleh sistem ABS itu sendiri sehingga tidak diperlukan lagi. Kalau kita tetap memompa justru jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Yang benar adalah JANGAN DIPOMPA.

Saat melakukan pengereman mendadak pada mobil ber-ABS, tekan rem kuat-kuat – jangan diangkat, jangan dipompa – sampai mobil benar-benar terhenti dengan sempurna. Kalau anda perlu mengendalikan arah kendaraan – misalnya berbelok – pada saat melakukan pengereman mendadak tersebut, anda tetap dapat melakukannya, hanya usahakan agar gerakannya tidak ekstrim seperti berbelok tajam dan mendadak. Saat anda mengerem mendadak, anda akan merasakan pedal rem bergetar, abaikan saja, tetap injak pedal rem dengan kuat.

Berikut adalah diagram yang menjelaskan cara kerja sistem rem ABS:

antilock-brake-diagram