Sebagus apapun mobil anda, sebaik apapun anda merawatnya, kemungkinan untuk mendapatkan masalah dalam perjalanan tetap ada. Umur mobil yang masih muda atau perawatan yang telaten memang dapat mengurangi kemungkinannya, tetapi tidak bisa menghilangkannya sama sekali. Itulah makanya menyapkan peralatan yang bisa membantu mengatasi masalah dengan mobil dalam perjalanan sangatlah penting. Kalau mobil anda sudah lanjut usia apalagi perawatannya juga alakadarnya, tentu keberadaan peralatan ini menjadi lebih penting lagi.

Mari sebut satu per satu peralatan untuk mengatasi keadaan darurat dengan mobil. Kunci roda? Dongkrak? Segi tiga pengaman (Bukan celana dalam lho ya!)? Senter? Sikring cadangan? Apakah anda menyiapkan kabel jumper di dalam mobil anda?

Bentuk Kabel Jumper

Kadang-kadang orang tidak cukup memperhatikan, jadi bukan karena katrok kalau banyak orang ternyata tidak tahu bentuk kabel jumper. Kalau sudah begitu apalagi mengetahui fungsinya. Kalau sudah begitu apalagi mengetahui cara menggunakannya.

Bentuk kabel jumper adalah … sesuai dengan namanya, yang namanya kabel pastilah panjang dan bulat. Halah! Tidak seperti kabel pada umumnya, kabel jumper biasanya berukuran cukup besar, kurang lebih sebsar jari tangan orang dewasa. Satu set terdiri dari dua kabel, satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna hitam. Di kedua ujung masing-masing kabel ada capitan buaya berukuran cukup besar, cukup untuk menjepit jempol tangan. Masing-masing jepitan memiliki warna yang sama dengan warna kabelnya. Kabel jumper biasanya cukup panjang, sekitar 2 sampai 3 meter.

Fungsi Kabel Jumper

Fungsi kabel jumper adalah untuk “meminjam” aki dari mobil lain saat aki pada mobil kita sendiri terlalu lemah untuk menghidupkan mesin. Jadi kabel jumper ini diperlukan untuk menghidupkan mobil yang mogok akibat tenaga aki yang terlalu lemah, tidak cukup kuat untuk menghidupkan mesin. Artinya kalau mobil mogok karena sebab lain penyelesaiannya bukan dengan kabel jumper ini. Hanya saja memang konon secara statistik aki soak merupakan penyebab mobil mogok yang paling banyak terjadi. Jadi nggak usah banyak argumen, pastikan anda menyediakan satu set kabel jumper di dalam mobil anda.

Untuk mobil bertransmisi manual, mobil yang mogok akibat aki tekor bisa dihidupkan dengan cara didorong. Tapi pastinya untuk mendorong mobil sampai cukup cepat agar dapat menghidupkan mesin diperlukan beberapa orang. Apalagi kalau mobilnya cukup berat. Apalagi kalau medannya cukup berat seperti jalan jelek. Belum lagi malunya itu yang kadang-kadang sulit disembunyikan. Apalagi kalau tiba-tiba ada orang iseng tiba-tiba lewat sambil berteriak “Roti roti …”.

Sementara untuk mobil dengan transmisi otomatis, menghidupkan mesin dengan cara didorong selain pantang juga memang tidak bisa dilakukan. Berapa kilometerpun dia didorong tetap tidak akan bisa hidup mesinnya. Padahal sekarang populasi mobil bertransmisi otomatis ini semakin banyak.

Cara Menggunakan Kabel Jumper

Cara menggunakan kabel jumper sebetulnya sangat sederhana. Syaratnya hanya ada 2. Pertama anda harus punya kabel jumper. Kedua anda harus menemukan donor yang bersedia membantu, mobil lain yang memiliki aki cukup kuat. Kalau syarat pertama tidak anda penuhi dan anda cukup beruntung, mungkin si donor kebetulan punya. Kalau syarat kedua tidak terpenuhi artinya anda sial. Kalau kedua syarat tidak terpenuhi artinya anda sial banget. Tapi tidak perlu putus asa apalagi sampai bunuh diri, tinggal telepon derek aja.

Tapi ada syarat ketiga sih. Pastikan bahwa penyebab mobil mogok adalah karena akinya tekor. Kalau bukan itu penyebabnya, percuma anda punya kabel jumper. Percuma juga anda menyetop mobil lewat dan bermanis-manis memintanya menjadi donor.

Kalau ketiga syarat itu sudah terpenuhi, tinggal ikuti langkah-langkah berikut. Ikuti dengan cermat, karena meskipun sederhana, kalau tidak dilakukan dengan benar bisa mengundang bahaya.

  • Posisikan kendaraan berdekatan. Entah hadap-hadapan, bersebelahan, atau mencong, terserah. Yang jelas harus cukup dekat supaya kabel jumpernya nyampe. Jangan terlalu dekat juga, nggak boleh sampe bersentuhan, apalagi bersentuhannya sampe bonyok.
  • Pastikan kedua mobil dalam keadaan diam dan stabil. Mobil manual sebaiknya giginya dimasukkan. Mobil otomatis pastikan berada dalam posisi P. Matikan mesin kedua mobil, lalu buka kap mesinnya.
  • Ambil kabel merah, jepitkan satu ujungnya pada kutub positif aki mobil yang mogok. Kutub positif aki biasanya ditandai dengan tanda (+). Pastikan jepitannya kuat.
  • Jepitkan ujung kabel merah yang lain ke kutub positif aki mobil donor. Pasti sama, kutub positif bertanda (+), dan pastikan jepitannya kuat.
  • Lalu ambil kabel hitam dan jepitkan pada kutub negatif aki mobil donor. Kutub negatif bertanda (-). Pastikan jepitannya kuat.
  • Jepitkan ujung lain kabel hitam pada bagian mobil mogok yang terbuat dari logam, entah pada bodi mobil, chasis, atau mesin. Kondisinya harus logam telanjang, tidak terlapisi cat. Baut biasanya merupakan pilihan yang tepat.
  • Pastikan tidak ada bagian dari kabel yang bersentuhan dengan mesin kedua mobil.
  • Hidupkan mesin mobil donor dan biarkan selama beberapa menit, jangan dimatikan.
  • Hidupkan mesin mobil mogok dan biarkan selama beberapa menit, jangan dimatikan.
  • Melepas kabelnya urutannya berbalik dari saat memasang. Cabut ujung kabel hitam dari mobil yang tadinya mogok baru cabut ujung lain pada mobil donor.
  • Kemudian cabut ujung kabel merah dari mobil donor baru cabut ujung lain dari mobil yang tadinya mogok.
  • Disconnect the black jumper cable from the once-stalled engine. Then disconnect the black jumper cable from the booster car.
  • Remove the red jumper cable from the booster car. Then remove the red jumper cable from the once-stalled car.
  • Setelah proses ini selesai, biarkan mobil donor hidup selama beberapa saat sebelum dimatikan, untuk memastikan tenaga akinya sudah kembali terisi setelah dipakai untuk menghidupkan mobil lain.
  • Kalau mesinnya sudah hidup, sebaiknya mesin mobil yang tadinya mogok tidak usah dimatikan sebelum sampai di rumah atau bengkel, daripada nanti mati dan tidak bisa dihidupkan lagi.