Setiap seri gelaran MotoGP memang selalu menegangkan dan karena itu sangat ditunggu-tunggu penggemarnya. Tetapi seri ke-6 yang baru saja digelar di Autodromo del Mugello, Italia, pada tanggal 22 Mei lalu menyuguhkan drama yang luar biasa, lebih menegangkan dari seri-seri lainnya. Tidak bisa dipungkiri, drama perpindahan para pembalap di tim-tim papan atas membawa pengaruh tersendiri.

Jika pada seri-seri sebelumnya pembalap Yamaha yang tahun depan akan hijrah ke Ducati, Jorge Lorenzo, mendominasi sejak sesi-sesi latihan, di Mugello yang merupakan kampung halaman rival sekaligus rekan setimnya, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo tampil relatif buruk baik pada sesi latihan pertama, kedua, maupun ketiga, bahkan pada saat kualifikasi. Lorenzo mengeluhkan masalah keseimbangan pada motor yang membuatnya kesulitan menyuguhkan penampilan terbaiknya.

Jika biasanya Lorenzo menguasai pole position atau setidaknya memulai balapan dari baris terdepan, pada sesi kualifikasi yang diwarnai sedikit kontroversi di Mugello dia terlempar dari baris terdepan. Lorenzo mengawali start dari baris kedua di posisi ke-5. Berdampingan dengan pembalap Honda, Marc Marquez yang berada di posisi ke-4 dan Pembalap Suzuki, Aleix Espargaro, di posisi ke-6. Berurutan di baris terdepan ada Valentino Rossi (Yamaha), Maverick Vinales (Suzuki), dan Andrea Iannone (Ducati).

masalah-mesin-valentino-rossiLorenzo sempat melontarkan sindiran yang menuding bahwa Valentino Rossi mendapatkan hasil bagus pada sesi kualifikasi dengan cara yang kurang terpuji, dengan pola tertentu saling membantu dengan Maverick Vinales, pembalap Suzuki yang tahun depan akan mendampingi Rossi di tim Yamaha sepeninggal Lorenzo. Vinales sendiri kemudian meraih posisi ke-2 sehingga berhak untuk memulai balapan bersebelahan dengan Rossi di baris terdepan. Pandangan Lorenzo ini sempat didukung oleh rekan senegaranya, pembalap Honda, Marc Marquez.

Ternyata Lorenzo melakukan start yang luar biasa. Begitu balapan dimulai dia langsung merangsek ke depan dan menguntit Rossi yang melesat dari posisi terdepan. Sesaat kemudian, tepatnya pada tikungan pertama selepas start, Lorenzo sudah berhasil mendahului Rossi dan memimpin balapan.

finish-motogp-mugello-2016Selama beberapa lap Rossi terus menguntit Lorenzo, sementara di belakang mereka sejumlah pembalap berebut memperbaiki posisi. Dua pembalap yang start di baris terdepan mendampingi Rossi justru gagal memaksimalkan posisinya begitu balapan dimulai. Vinales terlempar ke posisi ke-9 sementara Iannone melorot ke posisi ke-7. Beberapa kali Rossi melakukan manuver menyalip Lorenzo, tapi selalu gagal. Meskipun belum membuahkan hasil, kemampuan Rossi untuk mencoba menyalip hampir di setiap lap menunjukkan bahwa performa motor yang dikendarainya sangat mumpuni.

Sayangnya motor yang dikendarai Rossi tiba-tiba kehilangan kecepatan dan membuatnya disalip pembalap-pembalap di belakangnya. Beberapa saat kemudian muncul asap tipis yang tiba-tiba menebal dari mesinnya. Rossi tidak dapat melanjutkan balapan dan gagal memanfaatkan momentum positif yang dimilikinya sepanjang akhir pekan menjadi kemenangan. Sementara di lintasan Lorenzo melenggang dengan leluasa di posisi terdepan, memimpin beberapa detik dari Marc Marquez yang berada di belakangnya.

podium-motogp-mugello-2016Ternyata secara perlahan Yamaha yang dikendarai Lorenzo nampak melambat sementara Honda yang ditunggangi Marquez justru semakin mengganas, memotong jarak sepersekian detik setiap lap sehingga akhirnya berhasil mengejar ketertinggalannya. Pada lap-lap akhir, Marquez seperti menggantikan Rossi, mengasapi Lorenzo, bahkan dia beberapa kali mencoba menyalip namun selalu berhasil ditutup Lorenzo.

Akhirnya Marquez berhasil menyalip Lorenzo justru pada lap terakhir, di tikungan terakhir menjelang finish. Sepertinya Marquez menunggu momentum ini. Berusaha mendapatkan posisi bagus untuk menyalip dan melakukannya di tikungan terakhir sehingga Lorenzo tidak lagi mempunyai kesempatan untuk merebut kembali posisinya. Ternyata perhitungan Marquez salah. Yamaha yang dikendarai Lorenzo ternyata memiliki akselerasi yang jauh lebih dahsyat sehingga begitu memasuki trek lurus menjelang finish, Lorenzo berhasil merebut kembali posisinya sehingga menginjak garis finish lebih dahulu dengan selisih yang sangat-sangat tipis.

Kemenangan Lorenzo mengukuhkannya sebagai pembalap MotoGP paling sukses di Mugello, memenangi 5 dari 8 balapan terakhir.

Hasil ini seperti membalik posisi dibandingkan dengan posisi start. Hanya Andrea Iannone yang memulai balap dari baris depan di posisi ke-3 yang kemudian finish di posisi yang sama meskipun sebelumnya sempat melorot. Dari baris belakang, start di posisi ke-5, Lorenzo berhasil memenangkan balapan. Sementara Marquez yang finish di posisi kedua memulai balapan dari posisi ke-4. Rossi yang memulai balapan dari pole position harus berhenti lebih awal. Sementara Vinales yang start dari posisi ke-2 harus puas finish di posisi ke-5, diikuti rekan setimnya dari Suzuki, Aleix Espargaro, yang memulai balapan dari posisi ke-6 dan finish juga di posisi ke-6.

Ada yang menarik kalau diperhatikan. Iannone start di posisi ke-3, posisi terakhir di baris terdepan. Espargaro start di posisi ke-6, posisi terakhir di baris kedua. Keduanya menyudahi balapan di posisi yang persis sama.