Karena sampai saat ini Toyota C-HR belum dipasarkan sementara fihak Toyota sendiri cenderung pelit untuk memberikan informasi secara rinci, banyak aspek dari mobil ini yang masih misterius dan karenanya memunculkan spekulasi. Sementara ini yang pasti adalah bahwa Toyota akan menghadirkan C-HR untuk pasar global untuk menantang dominasi Nissan Juke dan sejumlah merk lain di kelas yang sama seperti Mazda CX-3, Jeep Renegade, Fiat 500x, Honda HR-V, Chevrolet Trax, Buick Encore, dan Mini Cooper Paceman.

C-HR sendiri merupakan singkatan dari “Coupe – High Rider”. Coupe alias kupe sendiri merujuk pada sedan dua pintu tanpa buntut yang memiliki atap belakang melandai. Dalam hal ini sebetulnya hanya soal atap melandai ke belakang saja yang sesuai dengan patron kupe, karena Toyota C-HR memiliki 4 pintu. Istilah High Rider dalam rancangan mobil merujuk pada mobil dengan kenyamanan ala sedan tetapi memiliki kolong yang tinggi seperti jip. Istilah lain dari tipe rancangan mobil seperti ini adalah Crossover. Tapi untuk ukuran crossover sebetulnya Toyota C-HR ini juga agak terlalu rendah.

Tapi memang tetap degan tampilannya, Toyota C-HR memang layak masuk ke dalam kelas crossover. Hanya saja mungkin para insinyur Toyota memiliki cara sendiri mewujudkannya ke dalam produk jadi.

Kelas crossover kecil yang biasa dikenal sebagai subcompact-crossover memang menjadi salah satu favorit konsumen saat ini. Sebagai salah satu raksasa otomotif global, Toyota sangat terlambat masuk ke segmen ini. Bayangkan saja, Toyota baru akan memproduksi C-HR di akhir 2016 ini sehingga unitnya diperkirakan baru akan masuk pasar pada tahun 2017. Sementara itu kelas ini dirintis oleh Kia dengan menghadirkan Kia Soul pada tahun 2009. Penjualan Kia Soul sendiri memang tidak terlalu sukses, tapi pabrikan-pabrikan lain yang masuk belakangan justru menangguk sukses besar.

Fihak Toyota sendiri mengakui bahwa dalam hal ini mereka memang menjadi pengikut alih-alih pembuka pasar. Meskipun demikian, saat memperkenalkan C-HR dalam gelaran Geneva Auto Show 2016 bulan maret lalu, salah satu petinggi Toyota menujukan optimismenya bahwa C-HR akan sanggup membawa Toyota menyalip pesaing-pesaingnya untuk merebut posisi pemimpin pasar di kelas ini.

Galeri Foto Toyota C-HR

toyota-c-hr-indonesia-2toyota-c-hr-indonesia-3toyota-c-hr-indonesia-4toyota-c-hr-indonesia-5toyota-c-hr-indonesia-6toyota-c-hr-indonesia-7toyota-c-hr-indonesia-8toyota-c-hr-indonesia-9toyota-c-hr-indonesia-11

Penampilan Toyota C-HR

Dari sisi model sepertinya memang Toyota C-HR akan sanggup melibas pesaing-pesaingnya. Kalau Honda HR-V cenderung konservatif, Toyota C-HR tampil lebih dinamis. Mewujudkan konsep kupe, atap C-HR melandai ke belakang sementara sisi kiri-kanan menggembung sehingga memberi kesan lebar dan kekar. Dari sisi potongan body, Toyota C-HR mirip dengan Nissan Juke. Tetapi dari sisi ukuran, C-HR sedikit lebih besar dari Nissan Juke sehingga pastinya memiliki ruang yang lebih luas. Soal ukuran Toyota C-HR lebih mendekati ukuran Honda HR-V.

Tapi itu soal bentuk dan ukuran. Meskipun ukurannya mirip Honda HR-V dan potongan bodinya mirip Nissan Juke, secara keseluruhan Toyota C-HR tampil lebih ciamik dibandingkan kedua pesaingnya. Salah satu yang membuatnya sangat berbeda adalah rancangan lampu depan dan grill. Lampu C-HR melebar dengan ujung tengah menyipit bersambung dengan gril sementara bagian tepi menyipit mengikuti kontur fender samping. Desain lampu depan C-HR sukses menampilkan keseragaman rancangan lampu depan dengan sedan Toyota terbaru lain seperti Camry, Corolla, dan Yaris, ke dalam mobil crossover.

Mesin Toyota C-HR

Belum ada informasi yang sahih mengenai mesin yang akan disematkan Toyota pada C-HR. Banyak yang memperkirakan bahwa setidaknya untuk pasar-pasar otomotif konservatif seperti Indonesia, Toyota akan memasang mesin 4 silinder berkapasitas 2000cc dengan transmisi CVT dan penggerak roda depan sementara untuk sebagian pasar mungkin sistem penggerak all-wheel-drive akan disediakan bagi mereka yang membutuhkan kehandalan di medan off-road.

Spekulasi lain menyatakan bahwa Toyota juga akan menawarkan C-HR dengan mesin kecil berkapasitas 1200cc yang dibantu dengan induksi turbo, sehingga meskipun kapasitasnya kecil tenaganya akan tetap mumpuni. Mungkin juga C-HR hadir dengan mesin hibrid berkapasitas 1800cc.

Fitur Toyota C-HR

Soal fitur, Toyota C-HR ini juga masih relatif gelap. Sejauh ini Toyota baru menyatakan bahwa C-HR akan dilengkapi fitur lane-departure warning dan cruise control. Tentunya kelengkapan lain yang sudah biasa hadir di mobil-mobil modern sekelasnya seperti ABS dan EBD pada sektor rem akan disediakan.

Launching Toyota C-HR di Indonesia

Sementara ini Toyota C-HR diperkirakan akan hadir di Eropa mulai penghujung tahun 2016 ini. Untuk melayani pasar Eropa, Toyota C-HR akan dipasok dari pabrik Toyota di Turki. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sampai saat ini Toyota masih menutup mulut rapat-rapat. Jangankan informasi kapan Toyota C-HR akan launching di Indonesia, fihak Toyota bahkan masih enggan mengkonfirmasi apakah Toyota akan menghadirkan C-HR untuk pasar tanah air.

Meskipun masih sebatas perkiraan, rasanya tidak mungkin Toyota tidak menghadirkan C-HR di Indonsia.

Meskipun demikian, pasar untuk mobil kelas ini sangatlah menjanjikan di Indonesia. Kita tentu melihat sukses besar yang diraih Nissan Juke dan Honda HR-V yang saat ini menguasai pasar subcompact-crossover di tanah air. Apakah Toyota akan menutup mata dan melewatkan kesempatan untuk masuk? Rasanya tidak mungkin tidak. Apalagi saat ini Toyota memang masih minim model untuk kelas ini. Ada gap yang sangat lebar antara Toyota Rush dan Toyota Fortuner yang saat ini dinikmati produsen-produsen lain.