Honda menambah daftar panjang penarikan mobil yang diakibatkan permasalahan yang disinyalir ada pada sistem airbag yang dibuat oleh Takata. Mengutip pernyataan salah satu eksekutif Honda, The New York Times memberitakan bahwa angka yang disebut Honda itu tidak main-main. Akibat masalah ini Honda merencanakan akan menarik 21 juta mobil di seluruh dunia. Dengan penambahan ini Honda sebagai pengguna terbesar produk airbag Takata akan menarik 51 juta kendaraan.

Honda mengkalkukasi ulang estimasinya setelah otoritas Amerika Serikat merevisi cakupan permasalahan sehingga di Amerika Serikat sendiri saja jumlah penarikan kendaraan dari berbagai merk akibat masalah ini mencapai 35 sampai 40 juta unit.

Salah satu eksekutif Honda, Vice President Tetsuo Iwamura, menolak menyebutkan angka persis berapa kendaraan yang akan ditarik di Amerika Serikat maupun masing-masing negara lainnya. Meskipun demikian khususnya untuk Amerika Serikat, sepertinya penambahan ini merupakan penambahan terhadap penarikan besar-besaran mobil-mobil yang menggunakan airbag produk Takata seperti yang diperintahkan NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration).

Ditenggarai bahwa sistem pada airbag buatan Takata mengembang dengan kekuatan terlalu besar saat terjadi kecelakaan, sehingga dapat melontarkan serpihan-serpihan tajam ke dalam kabin mobil sehingga membahayakan pengendara dan penumpang. Permasalahan ini diyakini sudah menyebabkan setidaknya 11 orang korban tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

Menggantian puluhan juta sistem inflator pada airbag Takata menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi pabrikan mobil. Setidaknya 12 pabrik mobil menjadi korban dari skandal ini. Honda sendiri melaporkan bahwa kinerja keuangan perusahaannya memburuk akibat masalah ini. Jika biasanya Honda tidak pernah mencatatkan kerugian, kali ini Honda melaporkan kerugian pada kuartal pertama tahun ini.

Honda menyatakan telah menambah alokasi anggaran sebesar 267 milyar Yen, setara dengan sekitar 2,45 milyar Dolar untuk membiayai proses penarikan ini. Dijumlahkan dengan anggaran sebelumnya artinya Honda setidaknya mengeluarkan 436 milyar Yen. Memotong lebih dari setengah keuntungan bersih perusahaan selama setahun penuh.

Pabrikan mobil yang mengalami kerugian akibat masalah ini berharap Takata akan mengganti kerugian mereka. Kalaupun tidak seluruhnya, setidaknya sebagian. Meskipun demikian belum ada hitungan pasti berapa sebenarnya total kerugian yang diderita semua pabrikan pengguna airbag Takata. Persoalannya adalah meskipun mungkin Takata memiliki niat baik, kemampuan keuangan Takata sendiri sepertinya tidak akan mampu menutup kerugian tersebut. Fihak Takata baru saja mengumumkan rencana restrukturisasi keuangan besar-besaran untuk menyelamatkan perusahaan itu dari kebangkrutan.

Penarikan Mobil Honda di Indonesia

Lalu apakah penarikan itu juga akan dilakukan di Indonesia? Seperti diketahui, pangsa pasar Honda di Indonesia semakin hari semakin meningkat sejalan dengan rajinnya pabrikan itu menghadirkan produk-produk baru yang berhasil menarik hati konsumen tanah air. Kita tunggu saja tanggal mainnya.