Triumph Street Cup, Indonesia sepertinya akan segera mendapat giliran menyusul negara-negara lainnya. Sepertinya Triumph sangat menyadari trend sepeda motor akhir-akhir ini, dimana aliran retro-klasik semakin populer. Seperti kita ketahui, merk-merk lain juga menawarkan tipe retro-klasik, sementara Triumph Street Cup bukan satu-satunya model retro-klasik yang ditawarkan pabrikan asal Inggris ini.

Lineup retro-klasik lansiran tim design yang bermarkas di kota kecil bernama Hinckley ini termasuk sukses melahirkan model-model populer termasuk Bonneville T120 yang dinobatkan Rider Magazine sebagai Motorcycle of the Year tahun 2016 lalu. Sama-sama menganut aliran retro-klasik, Bonneville merupakan sebuah model bobber sementara seperti disebut sebelumnya Street Cup adalah model cafe racer. Selain itu ada juga model Street Twin yang mungkin bahkan lebih populer di kalangan biker pemula karena lebih mungil dan ringan dibandingkan Bonneville.

Jadi memang sebelum menghadirkan Street Cup, Triumph memang sudah sangat faham bahwa pasar untuk motor-motor bergaya klasik, sederhana,mudah dikendarai, dan harganya relatif murah memiliki pangsa pasar yang cukup besar. Jadi tidak heran kalau tahun ini Triumph menghadirkan model yang merupakan turunan dari Street Twin. Hampir bersamaan dengan Street Cup, juga meluncur Thruxton yang memiliki aliran model yang sama tetapi berukuran lebih besar, memiliki performa lebih tinggi, dan tentunya bandrolnya juga lebih mahal.

Bonneville, Thruxton, Street Twin, dan Street Cup membawa kita ke tahun 60an dalam hal gaya, dengan menyembunyikan performa yang dihadirkan teknologi terkini.

Street Cup memiliki banyak persamaan dengan Street Twin. Rodanya, tangki bahan bakarnya, mesin yang dilabur warna hitam, bahkan banyak pernak-pernik yang juga sama persis. Perbedaan yang mencolok adalah buntut membulat mirip pantat tawon di bagian belakang jok yang merupakan ciri khas aliran cafe racer. Tapi kalau diperhatikan lebih detail sih banyak juga pernak pernik yang berbeda. Ada juga pernak pernik yang mirip dengan model-model lain seperti Thruxton R.

Kalau secara visual Street Cup nampak seperti adik Screet Twin, perbedaannya tidak hanya yang nampak secara visual. Sebagai model yang dihadirkan belakangan, Triumph juga menyematkan sejumlah penyempurnaan. Rancangan chasis yang berbeda dengan posisi duduk pengendara yang lebih tinggi dan lebih depan membuat Street Cup lebih mudah dikendalikan. Lebih baik? Mungkin lebih ke soal pangsa pasar. Triumph sepertinya lebih menyasar biker pemula yang keterampilannya belum benar-benar terasah. Rancangan chasis ini juga diimbangi dengan rancangan stang kemudi yang selain lebih menegaskan kesan retro juga lebih nyaman.

Meskipun lebih ditujukan untuk biker pemula, mesin yang digendong Street Cup tidak main-main. Mesin bertorsi tinggi dengan kapasitas silinder 900cc yang memiliki 2 silinder paralel ini memiliki tenaga yang sama dengan Street Twin. Di atas alat penguji, mesin ini sanggup menyemburkan 52.6  tenaga kuda pada putaran 6.000 RPM. Torsi pada roda belakang mencapai puncak sebesar 3.200 lb/ft. Rancangan knalpot yang lebih pendek dengan peredam lebih lebar diyakini sangat berperan dalam mendongkrak tenaga.

Tahun 1960-an pastinya masalah “putus kabel gas” sudah biasa. Tapi di Triumph Street Cup sudah tidak ada lagi karena mengaplikasikan teknologi ride-by-wire. Putaran gas di tangan tidak menarik kabel tapi ditangkap sebagai sensor dan diterjemahkan oleh sistem komputer. Rem depan sebagai penghenti laju utama digawangi kaliper berpiston ganda racikan Nissin yang menjepit piringan berukuran 310mm. ABS merupakan kelengkapan standar. Ada juga teknologi kontrol traksi yang tersemat pada roda belakang yang ditopang garpu berukuran 41mm dari Kayaba.

Triumph Street Cup sangat nyaman untuk turing. Bahkan saat melintasi jalan bergelombang sekalipun, bantingannya terasa lembut sementara pengendalian sama sekali tidak terganggu. Reaksi mesin terhadap betotan gas di tangan cenderung halus, tidak menimbulkan hentakan berlebihan, meskipun mesin yang dikendalikannya sangat bertenaga. Beberapa jurnalis otomotif yang sempat menguji motor ini menyatakan bahwa karakter Street Cup terasa terlalu lembut, kurang liar.

Launching Triumph Street Cup Indonesia

PT GAS yang menggawangi Triumph di Indonesia sekarang sedang mempersiapkan grand opening kehadiran Triumph di pasar tanah air. Konon dealer utama Triumph Indonesia di Jakarta akan dibuka secara resmi pada awal bulan Maret mendatang di kawasan Kemang. Fihak PT GAS menjanjikan bahwa pada saat grand opening itu, seluruh model Triumph sudah akan hadir sehingga para penggemar Triumph yang menantikan kehadiran Triumph Street Cup Indonesia dapat langsung membelinya saat itu.

Harga Triumph Street Cup di Indonesia

Soal bandrol harga Triumph Street Cup di Indonesia, fihak PT GAS masih enggan buka suara. Meskipun demikian kalau dilihat dari harga di Eropa dan beberapa negara lain yang sudah meluncurkannya seperti Malaysia, dikonversi ke dalam rupiah angkanya berada di kisaran 142 juta rupiah saja. Di Indonesia pastilah lebih tinggi karena ada komponen pajak dan lain-lain. Tapi dengan bandrol awal segitu, sepertinya Triumph Street Cup akan menjadi cafe racer termurah di pasaran.

Galeri Foto Triumph Street Cup 2017

Harga Triumph Street Cup Indonesia 2017Spesifikasi Triumph Street Cup Indonesia 2017Spek Triumph Street Cup Indonesia 2017Pricelist Triumph Cup Indonesia 2017Mesin Triumph Street Cup Indonesia 2017Kapasitas Triumph Street Cup Indonesia 2017Galeri Foto Triumph Street Cup Indonesia 2017

Spesifikasi Triumph Street Cup 2017

Berikut adalah spesifikasi ringkas Triumph Street Cup 2017 yang baru saja diperkenalkan. Kalau tertarik untuk mengetahuinya lebih detail lagi, silahkan langsung simak di website resmi Triumph.

  • Kapasitas mesin: 900cc
  • Jumlah silinder: 2
  • Jumlah katup per silinder: 4
  • Bore x stroke: 84.6 x 80mm
  • Sistem pendingin: air
  • Transmisi: kopling basah 5 percepatan
  • Jarak sumbu roda: 143,5 cm
  • Tinggi jok: 78 cm
  • Berat kosong: 200 kg
  • Kapasitas tangki: 12 liter