admin

Home/admin

About admin

This author has not yet filled in any details.
So far admin has created 23 blog entries.

Menanti Launching Toyota C-HR di Indonesia

Karena sampai saat ini Toyota C-HR belum dipasarkan sementara fihak Toyota sendiri cenderung pelit untuk memberikan informasi secara rinci, banyak aspek dari mobil ini yang masih misterius dan karenanya memunculkan spekulasi. Sementara ini yang pasti adalah bahwa Toyota akan menghadirkan C-HR untuk pasar global untuk menantang dominasi Nissan Juke dan sejumlah merk lain di kelas yang sama seperti Mazda CX-3, Jeep Renegade, Fiat 500x, Honda HR-V, Chevrolet Trax, Buick Encore, dan Mini Cooper Paceman.

C-HR sendiri merupakan singkatan dari “Coupe – High Rider”. Coupe alias kupe sendiri merujuk pada sedan dua pintu tanpa buntut yang memiliki atap belakang melandai. Dalam hal ini sebetulnya hanya soal atap melandai ke belakang saja yang sesuai dengan patron kupe, karena Toyota C-HR memiliki 4 pintu. Istilah High Rider dalam rancangan mobil merujuk pada mobil dengan kenyamanan ala sedan tetapi memiliki kolong yang tinggi seperti jip. Istilah lain dari tipe rancangan mobil seperti ini adalah Crossover. Tapi untuk ukuran crossover sebetulnya Toyota C-HR ini juga agak terlalu rendah.

Tapi memang tetap degan tampilannya, Toyota C-HR memang layak masuk ke dalam kelas crossover. Hanya saja mungkin para insinyur Toyota memiliki cara sendiri mewujudkannya ke dalam produk jadi.

Kelas crossover kecil yang biasa dikenal sebagai subcompact-crossover memang menjadi salah satu favorit konsumen saat ini. Sebagai salah satu raksasa otomotif global, Toyota sangat terlambat masuk ke segmen ini. Bayangkan saja, Toyota baru akan memproduksi C-HR di akhir 2016 ini sehingga unitnya diperkirakan baru akan masuk pasar pada tahun 2017. Sementara itu kelas ini dirintis oleh Kia dengan menghadirkan Kia Soul pada tahun 2009. Penjualan Kia Soul sendiri memang tidak terlalu sukses, tapi pabrikan-pabrikan lain yang masuk belakangan justru menangguk sukses besar.

Fihak Toyota sendiri mengakui bahwa dalam hal ini mereka memang menjadi pengikut alih-alih pembuka pasar. Meskipun demikian, saat memperkenalkan C-HR dalam gelaran Geneva Auto Show 2016 bulan maret lalu, salah satu petinggi Toyota menujukan optimismenya bahwa C-HR akan sanggup membawa Toyota menyalip pesaing-pesaingnya untuk merebut posisi pemimpin pasar di kelas ini.

Galeri Foto Toyota C-HR

toyota-c-hr-indonesia-2toyota-c-hr-indonesia-3toyota-c-hr-indonesia-4toyota-c-hr-indonesia-5toyota-c-hr-indonesia-6toyota-c-hr-indonesia-7toyota-c-hr-indonesia-8toyota-c-hr-indonesia-9toyota-c-hr-indonesia-11

Penampilan Toyota C-HR

Dari sisi model sepertinya memang Toyota C-HR akan sanggup melibas pesaing-pesaingnya. Kalau Honda HR-V cenderung konservatif, Toyota C-HR tampil lebih dinamis. Mewujudkan konsep kupe, atap C-HR melandai ke belakang sementara sisi kiri-kanan menggembung sehingga memberi kesan lebar dan kekar. Dari sisi potongan body, Toyota C-HR mirip dengan Nissan Juke. Tetapi dari sisi ukuran, C-HR sedikit lebih besar dari Nissan Juke sehingga pastinya memiliki ruang yang lebih luas. Soal ukuran Toyota C-HR lebih mendekati ukuran Honda HR-V.

Tapi itu soal bentuk dan ukuran. Meskipun ukurannya mirip Honda HR-V dan potongan bodinya mirip Nissan Juke, secara keseluruhan Toyota C-HR tampil lebih ciamik dibandingkan kedua pesaingnya. Salah satu yang membuatnya sangat berbeda adalah rancangan lampu depan dan grill. Lampu C-HR melebar dengan ujung tengah menyipit bersambung dengan gril sementara bagian tepi menyipit mengikuti kontur fender samping. Desain lampu depan C-HR sukses menampilkan keseragaman rancangan lampu depan dengan sedan Toyota terbaru lain seperti Camry, Corolla, dan Yaris, ke dalam mobil crossover.

Mesin Toyota C-HR

Belum ada informasi yang sahih mengenai mesin yang akan disematkan Toyota pada C-HR. Banyak yang memperkirakan bahwa setidaknya untuk pasar-pasar otomotif konservatif seperti Indonesia, Toyota akan memasang mesin 4 silinder berkapasitas 2000cc dengan transmisi CVT dan penggerak roda depan sementara untuk sebagian pasar mungkin sistem penggerak all-wheel-drive akan disediakan bagi mereka yang membutuhkan kehandalan di medan off-road.

Spekulasi lain menyatakan bahwa Toyota juga akan menawarkan C-HR dengan mesin kecil berkapasitas 1200cc yang dibantu dengan induksi turbo, sehingga meskipun kapasitasnya kecil tenaganya akan tetap mumpuni. Mungkin juga C-HR hadir dengan mesin hibrid berkapasitas 1800cc.

Fitur Toyota C-HR

Soal fitur, Toyota C-HR ini juga masih relatif gelap. Sejauh ini Toyota baru menyatakan bahwa C-HR akan dilengkapi fitur lane-departure warning dan cruise control. Tentunya kelengkapan lain yang sudah biasa hadir di mobil-mobil modern sekelasnya seperti ABS dan EBD pada sektor rem akan disediakan.

Launching Toyota C-HR di Indonesia

Sementara ini Toyota C-HR diperkirakan akan hadir di Eropa mulai penghujung tahun 2016 ini. Untuk melayani pasar Eropa, Toyota C-HR akan dipasok dari pabrik Toyota di Turki. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sampai saat ini Toyota masih menutup mulut rapat-rapat. Jangankan informasi kapan Toyota C-HR akan launching di Indonesia, fihak Toyota bahkan masih enggan mengkonfirmasi apakah Toyota akan menghadirkan C-HR untuk pasar tanah air.

Meskipun masih sebatas perkiraan, rasanya tidak mungkin Toyota tidak menghadirkan C-HR di Indonsia.

Meskipun demikian, pasar untuk mobil kelas ini sangatlah menjanjikan di Indonesia. Kita tentu melihat sukses besar yang diraih Nissan Juke dan Honda HR-V yang saat ini menguasai pasar subcompact-crossover di tanah air. Apakah Toyota akan menutup mata dan melewatkan kesempatan untuk masuk? Rasanya tidak mungkin tidak. Apalagi saat ini Toyota memang masih minim model untuk kelas ini. Ada gap yang sangat lebar antara Toyota Rush dan Toyota Fortuner yang saat ini dinikmati produsen-produsen lain.

Akhirnya Jorge Lorenzo Pindah ke Ducati

Spekulasi yang sudah berminggu-minggu merebak akhirnya terjawab sudah. Setelah 8 tahun bersama tim pabrikan MoviStar Yamaha, akhirnya Jorge Lorenzo pindah ke Ducati mulai tahun 2017 yang akan datang setelah kontrak berdurasi 2 tahun ditandatanganinya. Keputusan tersebut pastinya merupakan keputusan yang sangat besar mengingat sejak naik ke kelas MotoGP pada tahun 2008 lalu Lorenzo tidak pernah berpindah tim, bahkan beberapa tahun lalu pernah menyatakan keinginannya untuk pensiun di Yamaha.

Bersama Yamaha Lorenzo mengumpulkan 41 kemenangan dan 3 gelar juara dunia. Sementara itu Ducati tidak pernah lagi mengecap kemenangan sejak ditinggal Casey Stoner di penghujung tahun 2010. Sepanjang kiprahnya di ajang MotoGP, pabrikan papan atas Italia tersebut hanya satu kali menggondol gelar juara dunia melalui Stoner pada tahun 2007.

Perjuangan Ducati untuk mendapatkan Lorenzo tidaklah mudah. Diketahui sudah mengincar Lorenzo sejak tahun 2009 saat Stoner mengalami gangguan fisik yang akhirnya memaksanya meninggalkan MotoGP, Ducati selalu gagal mendapatkan tanda tangan pembalap incarannya itu karena Lorenzo selalu setia dengan Yamaha. Meskipun akhirnya Ducati berhasil menarik rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi dari Yamaha, ternyata bahkan sang legenda itupun tidak sanggup membawa Ducati meraih kemenangan sampai akhirnya Rossi kembali ke Yamaha dan bergabung lagi bersama Lorenzo.

Meskipun kedua fihak sudah mencapai kesepakatan, baik Ducati maupun Lorenzo tidak membuat pernyataan apapun sampai Yamaha memberikan konfirmasi keputusan Lorenzo meninggalkan Yamaha di penghujung musim 2016 ini. Barulah Ducati membuat pernyataan singkat berikut:

Dengan ini kami umumkan bahwa Ducati telah mencapai kesepakatan dengan Jorge Lorenzo. Kami sangat berterimakasih karena pembalap Spanyol ini bersedia bergabung untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP pada musim 2017 dan 2018 dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP bersama Tim Ducati. Lorenzo yang lahir di Palma de Mallorca pada tanggal 4 Mei 1987 ini mengantongi 5 gelar juara dunia sepanjang karir balapnya (2006 dan 2007 di kelas 250cc serta 2010, 2012, dan 2015 di kelas MotoGP).

Alasan Lorenzo Pindah ke Ducati

Pengumuman tersebut tidak serta-merta menghentikan spekulasi. Kali ini mengenai alasan yang melunturkan kesetiaan Lorenzo pada Yamaha sehingga akhirnya bersedia menerima pinangan Ducati untuk membalap di atas Desmosedici, padahal sejarah panjang sudah membuktikan bahkan sosok pembalap sekelas Valentino Rossi-pun gagal menjinakannya. Sebelum Rossi, Desmosedici sudah memakan banyak “korban” yang rata-rata pembalap papan atas dengan pengalaman segudang seperti Loris Capirossi, Nicky Hayden, Sete Gibernau, dan beberapa nama lainnya.

Apakah Lorenzo yakin dia bisa seberuntung Casey Stoner, satu satunya pembalap yang sukses merebut gelar juara dunia MotoGP dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP?

Ducati Desmosedici GP Semakin Kompetitif

Banyak analis meyakini bahwa meskipun gagal membawa gelar juara dunia ke kandang Ducati, kehadiran Valentino Rossi membawa banyak manfaat dalam pengembangan motor sehingga sepeninggal Rossi, Ducati selalu menempatkan pembalapnya persis di bawah keempat pembalap dari tim unggulan, Yamaha dan Honda, yang bergantian menguasai gelar juara dunia. Tahun 2014 Andrea Dovizioso berada di urutan 5 kelasemen akhir, seentara tahun 2015 Ducati juga menempatkan pembalapnya Andrea Iannone, di posisi yang sama.

Kehadiran Casey Stoner sebagai pembalap penguji semakin meyakinkan banyak kalangan bahwa pengembangan Ducati untuk Desmosedici GP sudah mencapai titik dimana motor ini cukup kompetitif untuk bersaing melawan Yamaha dan Honda. Kedua pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone semakin sering meraih pole position bahkan muncul di atas podium. Yang belum mereka dapatkan tinggal dominasi yang konsisten seperti yang ditunjukkan Lorenzo, Rossi, Marquez, dan Pedrosa.

Kehadiran Orang Dekat Lorenzo di Ducati

Faktor lain yang dipercayai memuluskan jalan Ducati untuk mendapatkan tanda tangan Lorenzo adalah masuknya Gigi Dall’Igna yang pindah dari Aprilia. Kita mungkin jarang mendengar namanya. Gigi merupakan salah satu sosok penting di awal karir Lorenzo. Dengan dukungannya, Lorenzo berhasil mengantongi dua gelar juara dunia di kelas 250cc sebelum akhirnya naik kelas. Konon kedekatan Lorenzo dan Gigi tetap terjalin meskipun kemudian Lorenzo bergabung dengan Yamaha saat menapaki kelas primer MotoGP.

Keinginan Lorenzo Mengalahkan Valentino Rossi

Mengantongi 5 gelar juara dunia, 3 diantaranya di kelas MotoGP, Lorenzo berada di urutan 4 pembalap MotoGP tersukses sepanjang sejarah. Capaian itu menempatkannya sebagai yang paling sukses diantara semua pembalap Spanyol yang pernah berkiprah di kelas primer ini. Setelah terakhir kalinya Rossi mempersembahkan gelar juara dunia pada tahun 2009, Rossi tidak pernah memenangkannya lagi sampai akhirnya ia pindah ke Ducati. Lorenzo-lah yang mengembalikan kejayaan Yamaha dengan kembali membawa pulang trofi juara dunia ke kandang Yamaha.

Meskipun begitu kehebatan Lorenzo tidak juga sanggup meruntuhkan nama besar Rossi.

Kondisi ini diyakini akan berbalik 180 derajat kalau Lorenzo kemudian sanggup membawa Ducati kembali ke puncak kelasemen dengan menjadi juara dunia MotoGP di atas Ducati Desmosedici GP. Melihat situasi sampai saat ini, meskipun cukup kompetitif, sepertinya baik Andrea Dovizioso maupun Andrea Iannone tidak akan dapat melakukannya di tahun 2016 ini. Sejarah mencatat Rossi gagal melakukannya sampai akhirnya meninggalkan Ducati untuk kembali ke Yamaha. Kalau sampai Lorenzo sanggup melakukannya, dunia akan melihat siapa yang lebih hebat diantara keduanya.

Perlu juga dicatat bahwa selama ini ketiga gelar juara dunia MotoGP Lorenzo didapatnya bersama Yamaha. Meraih gelar juara dunia bersama Ducati akan memasukkan Lorenzo ke dalam jajaran pembalap legendaris yang sanggup meraih gelar juara dunia dengan motor yang berbeda. Di kelompok ini hanya ada Casey Stoner, Valentino Rossi, Eddie Lawson, Agostini, dan Geoff Duke.

Lorenzo Menjadi Pembalap Termahal di MotoGP

Meskipun ketika kita berbicara kebanggaan menjadi juara dunia kita mungkin tidak terlalu berhitung uang, apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa pembalap-pembalap papan atas terutama mereka yang berlaga pada gelaran bergengsi seperti MotoGP dan Formula 1 rata-rata menerima bayaran yang sangat besar, angka yang tercantum dalam kontrak tetap saja menjadi daya tarik tersendiri.

Mungkin bahan pertimbangannya adalah kalau sama-sama memungkinkan untuk bisa meraih gelar juara dunia sementara yang satu menawarkan bayaran lebih tinggi dari yang lain, tentunya sangat wajar kalau angka yang lebih besarlah yang dipilih. Sementara itu meskipun Yamaha sudah terbukti sanggup memberikan motor yang menjadikan Lorenzo juara dunia, Ducati juga sudah menampakan potensi yang tidak kalah besar. Lain kalau misalnya yang menawarkan angka besar adalah tim satelit yang termasuk papan bawah.

Sebelum diumumkan beredar bisik-bisik bahwa angka yang ditawarkan Ducati berkisar antara 11 juta sampai 20 juta Euro setiap tahun. Memang agak sulit untuk membandingkan karena kebanyakan nilai kontrak pembalam MotoGP tidak diinformasikan secara terbuka. Tetapi sebagai bandingan, saat merebak kabar bahwa Yamaha melirik Dani Pedrosa untuk menggantikan Lorenzo, ada disebut bahwa saat ini Honda membayar Pedrosa. 2 juta Euro per tahun. Sangat jauh perbedaannya.

Akhirnya terkonfirmasi bahwa Ducati membayar Jorge Lorenzo 25 juta Euro untuk 2 tahun, artinya dia menerima 12,5 juta Euro per tahun. Lihat saja perbedaan dengan angka 2 juta Euro yang diterima Pedrosa dari Honda saat ini, padahal meskipun belum pernah meraih gelar juara dunia, Pedrosa merupakan salah satu pembalap papan atas. Tak ayal angka tersebut menjadikan Lorenzo pembalap termahal di MotoGP saat ini.

Kebijakan Yamaha yang Membuat Lorenzo Tidak Nyaman

Dengan sekian banyak kelebihan yang menjadi magnet penarik Lorenzo pindah ke Ducati, kebijakan Yamaha bukannya membuat berat kaki Lorenzo untuk melangkah tapi justru membuatnya lebih termotivasi untuk meninggalkan Yamaha. Sejumlah pengamat yang dikuti berita-berita internasional mengatakan kebijakan Yamaha sendirilah yang menjadi penyebab Lorenzo meninggalkan Yamaha.

Meskipun sudah berkali-kali membawa pulang gelar juara dunia dan menunjukkan loyalitasnya yang luar biasa pada Yamaha, Lorenzo merasa bahwa Yamaha lebih menganakemaskan Rossi sang juara dunia 9 kali, terutama sejak Rossi kembali ke Yamaha setelah gagal meraih hasil positif dari beberapa musim balapan yang dijalaninya bersama Ducati.

Yamaha memang lebih dahulu menyodori perpanjangan kontrak pada Valentino Rossi yang langsung ditandatanganinya. Kontrak ini tidak hanya menandai perpanjangan kerjasama Yamaha untuk menjadikan Rossi salah satu pembalapnya pada dua musim mendatang tetapi kerjasama antara pabrikan jepang tersebut dengan Vr46 Riders Academy, sekolah balap milik Rossi. Meskipun Yamaha menyatakan tidak ada maksud khusus dibalik kenyataan bahwa mereka menyodorkan kontrak kepada Rossi terlebih dahulu sebelum Lorenzo.

Yamaha menyatakan bahwa fihaknya menawarkan perpanjangan kontrak kepada kedua pembalapnya, Rossi dan Lorenzo, pada waktu yang bersamaan. Hanya saja Lorenzo meminta waktu untuk mempertimbangkan sementara Rossi langsung menandatanganinya.

Publik memang sangat mengetahui buruknya hubungan Rossi dan Lorenzo. Sebenarnya hubungan buruk mereka yang membuat Rossi hengkang ke Ducati sudah membaik. Lorenzo menerima kehadiran Rossi kembali ke Yamaha dengan tangan terbuka sehingga mereka bisa bekerja sama dengan cukup baik dan membuat Yamaha sebagai tim cukup optimis. Hubungan mereka kembali memburuk setelah Rossi gagal dalam persaingan merebut gelar juara dunia pada musim 2015 lalu dan menuduh kekalahannya diakibatkan kerjasama Lorenzo dengan Marc Marquez, pembalap Honda yang kesempatannya merebut gelar juara dunia tertutup beberapa sesi sebelum musim berakhir.

Banyak yang meyakini bahwa Rossi sengaja menandatangani kontrak lebih dahulu untuk membuat gusar Lorenzo dan akhirnya menyingkirkan Lorenzo dari Yamaha. Kenyataannya langkah Rossi ini sukses membuat Lorenzo meninggalkan Yamaha, menjadikan Rossi pembalap utama karena siapapun yang nantinya akan ditarik Yamaha untuk menggantikan Lorenzo, tidak ada pembalap lain yang sekaliber mereka. Mungkin kalau Yamaha bisa mengambil Marquez dari Honda, tapi itu jelas tidak akan terjadi.

Penggemar Menginginkan Lorenzo Pindah ke Ducati

Apapun intrik yang berada di belakang keputusan Jorge Lorenzo untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati mulai musim depan, rupanya memang para penggemar Lorenzo mendukung langkah yang diambil idolanya itu. Polling yang dilakukan situs olah raga terkemuka Crash.Net menunjukkan bahwa 74% penggemar lebih menyukai Lorenzo pindah ke Ducati daripada tetap tinggal di Yamaha.

Spekulasi Setelah Lorenzo Meninggalkan Yamaha

Setelah episode drama ini berakhir dengan konfirmasi kepindahan Lorenzo dari Yamaha ke Ducati, masih akan banyak lagi pertanyaan besar lain yang hanya akan bisa dijawab oleh waktu, dan sebelum waktu benar-benar menjawabnya pastinya akan banyak putaran spekulasi yang bisa jadi justru lebih menarik dari pada balapannya itu sendiri.

Kontrak Lorenzo dengan Yamaha baru akan berakhir di penghujung musim 2016 ini, dan dia baru akan menggunakan seragam merah Ducati mulai awal musim 2017 yang akan datang. Akankah Lorenzo mampu meraih gelar juara dunia terakhirnya bersama Yamaha? Apakah Yamaha akan tetap memberikan dukungan sama besar dengan Rossi atau justru mengganjal Lorenzo? Bagaimana persaingan antara Rossi dan Lorenzo di sisa musim ini? Siapakah yang akan menggantikan Lorenzo dan menjadi tandem Rossi musim depan? Siapakah yang akan disingkirkan Ducati untuk menyerahkan motornya pada Lorenzo? Akankah Yamaha mengijinkan Lorenzo untuk memulai debutnya bersama Ducati pada pengujian bersama setelah musim 2016 ini berakhir tapi musim 2017 belum bergulir?

Dan akhirnya tentunya bertanyaan terbesar … akankah Lorenzo mampu membawa pulaing gelar juara dunia MotoGP dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP atau justru gagal dan kembali ke Yamaha seperti yang dilakukan Rossi?

BMW Segera Menghadirkan G310 R

Sukses sejumlah produsen sepeda motor yang bermain di kelas bawah, di bawah 500cc rupanya mulai menarik sejumlah pabrikan yang tadinya selalu berfokus dengan motor-motor bermesin besar. Kita tentu masih ingat geliat sepeda motor bermesin 250cc di tanah air yang dimotori oleh Kawasaki Ninja lalu belakangan diikuti oleh merk-merk lain termasuk Honda, Yamaha, dan Suzuki. Baru-baru ini pabrikan asal Jerman BMW mulai menabuh genderang perang dengan menampilkan andalannya di beberapa pameran otomotif dunia khususnya kawasan Asia-Pasifik dimana motor-motor dengan mesin di bawah 500cc sangat populer.

Lalu apa keistimewaan BMW G310 R yang dipersiapkan BMW untuk menantang para penguasar pasar asal Jepang yang sudah terlanjur menancapkan kukunya di kelas motor ber-cc kecil ini?

Galeri Foto BMW G310 R

BMW-G310-R-Indonesia-2BMW-G310-R-Indonesia-3BMW-G310-R-Indonesia-4BMW-G310-R-Indonesia-5BMW-G310-R-Indonesia-6BMW-G310-R-Indonesia-7BMW-G310-R-Indonesia-9

Launching BMW G310 R di Indonesia

Secara internasional, BMW G310 R muncul dalam penampilan perdananya pada salah satu gelaran otomotif paling bergengsi Geneve Motor Show yang dihelat bulan Maret 2016 lalu. Meskipun demikian, India sudah terlebih dahulu melihat sosoknya sebulan sebelumnya, tepatnya pada acara Delhi Auto Expo 2016 bulan Februari 2016.

Kalau anda bertanya mengapa India mendapatkan keistimewaan tersebut? Jawabannya adalah karena sejak tahun 2013 lalu BMW sudah menjalin kerjasama dengan pabrikan kendaraan roda dua asal India, TVS, untuk mengembangkan motor-motor dengan kapasitas mesin di bawah 500cc. BMW G310 R ini merupakan salah satu dari buah kerjasama tersebut. Selain lebih dahulu melihat penampilan BMW G310 R ini, masyarakat India juga sepertinya akan menjadi yang pertama dapat memilikinya karena model ini diperkirakan akan mulai dipasarkan pada paruh kedua tahun ini, sebelum kemudian disusul kembarannya yang dipasarkan dengan bendera TVS, Akula 310.

Lalu apakah masyarakat Indonesia akan dapat menikmati keganasan naked bike besutan raksasa otomotif Jerman ini? Kalaupun tidak bisa mendapatkannya lewat jalur dealer resmi, pastinya toh tetap dapat dibeli melalui importir umum, meskipun pastinya harus merogoh saku lebih dalam. Jadi meskipun launching BMW G310 R di Indonesia masih menjadi tanda tanya besar, BMW diperkirakan akan mulai mengirim G310 R ke dealer-dealer resmi BMW di seluruh dunia pada penghujung tahun 2016 ini. Siap-siap saja menabung supaya dapat segera meminangnya.

Keistimewaan BMW G310 R

BMW G310 R dirancang untuk kenyamanan berkendara baik di dalam kota maupun untuk menjelajah jarak jauh. Lincah, mudah dikendarai, dan sporti, merupakan kata kunci dari gaya motor yang satu ini. Dengan mesin yang relatif kecil, tentunya bobotnya juga tidak terlalu berat, dan karenanya tetap nyaman dikendarai oleh mereka yang berpostur tubuh mungil sekalipun. Suatu bukti bahwa BMW memang menciptakan motor yang satu ini untuk difokuskan ke pasar Asia yang nota bene kebanyakan masyarakatnya bertubuh relatif kecil.

Meskipun relatif “jinak”, jangan pandang remeh motor bermesin 310 cc ini. Diturunkan dari DNA moge S1000 R membuat G310 R menyembunyikan ketangguhan luar biasa di balik posturnya yang relatif kecil. Posturnya memang kecil, bobotnya hanya 350lbs alias kurang dari 160kg dengan tangki penuh.

Di sisi mesin, batang silinder ke arah belakang dipadukan dengan kepala silinder yang diputar 180 derajat membuat titik gravitasi lebih rendah dengan arah tepat sejajar dengan roda depan. Sehingga meskipun hanya memiliki satu silinder saja, mesin 4-langkah berkapasitas bersih 313cc ini dirancang khusus untuk menghasilkan tenaga besar tetapi tetap mudah dikendalikan. Sementara di sektor konstruksi, swing arm yang lebih panjang tetapi lebih rendah membuat pengendalian jauh lebih stabil tanpa harus memperpanjang wheelbase.

Sementara itu soal keselamatan kita sudah sama-sama tahu, BMW merupakan salah satu produsen otomotif yang sangat memperhatikan faktor yang satu ini. Kalau di banyak motor lain ABS merupakan opsi yang bisa dipilih dengan konsekuensi terdongkraknya harga secara signifikan, BMW tidak mengkompromikan keselamatan untuk memangkas harga. Sejak tahun 2013, ABS terpasang sebagai kelengkapan standar pada semua motor BMW.

Tampilan BMW G310 R

Meskipun sudah mulai berseliweran model-model lain seperti model berfairing dan model trail, saat launching BMW G310 R akan hadir dalam tampilan naked bike. Lampu utama yang dirancang sangat sporty berpadu dengan sedikit fairing tetapi tidak sampai menutup mesin. Kombinasi lampu, fairing dan model tangkinya menegaskan bahwa BMW G31o R ini merupakan sebuah roadster. Mendukung indentitas tersebut, jok juga dirancang ergonomis demi kenyamanan berkendara terutama dalam perjalanan jauh. Selain jok, lebar stang dan posisi footrest juga dirancang sedemikian rupa sehingga pengendara tetap dalam kondisi fisik yang prima meskipun berkendara cukup lama.

Spesifikasi BMW G310 R

Mesin
Tipe: 4 langkah, 1 silinder, 4 katup, 2 overhead camshaft, lubrikasi basah, pendingin air.
Bore x stroke: 80mm x 62mm.
Kapasitas: 313cc.
Tenaga maksimum: 34hp pada RPM 9.500.
Torsi maksimum: 28Nm pada RPM 7.500.
Rasio kompresi: 10,6 : 1.
Pengelolaan bahan bakar: Injeksi elektronik.
Komputer mesin: BMS-E2.
Pengendalian emisi: Catalytic converter 3 langkah, memenuhi standar emisi EU-4.
Kecepatan maksimum: 90 mil/jam (sekitar 150 km/jam).
Konsumsi bahan bakar: 71 mil/galon (sekitar 30 km/liter).

Kelistrikan
Alternator: 330W.
Aki: 12 volt, 8 amper, tipe maintenance free.

Transmisi
Kopling: mekanis basah.
Transmisi: 6 percepatan.
Penyalur tenaga: rantai.

Roda dan Ban
Velg: Alumunium cor.
Ukuran velg depan: 3.0 x 17″.
Ukuran velg belakang: 4.0 x 17″.
Ukuran ban depan: 110/70 R 17.
Ukuran ban belakang: 150/60 R 17.

Rem
Depan: cakram tunggal 300mm dengan kaliper 4 piston.
Belakang: cakram tunggal 240mm dengan kaliper 1 piston.
ABS: standar BMW.

Dimensi
Panjang: 1.988 mm.
Lebar (termasuk spion): 896 mm.
Tinggi: 1.227 mm.
Tinggi jok: 785 mm.
Berat (dengan tangki penuh): 158,5 kg.
Total berat maksimum (termasuk penumpang): 345 kg.
Kapasitas tanki: 11 liter.
Kapasitas bahan bakar cadangan: 1 liter.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.
Go to Top