Berita

Home/Berita

Investasi Toyota untuk Mobil Listrik

Induk perusahaan Toyota menyiapkan dana sebesar 2 milyar dolar untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun ke depan. Inisiatif inu akan diawali dengan mobil hibrid. Rencana tersebut diungkapkan Menko Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Panjaitan.

“Selama empat tahun berturut-turut mulai tahun 2019 kami akan terus meningkatkan investasi hingga 28,3 trilyun rupiah”, ungkap Presiden Toyota, Akio Toyoda, yang dikutip dalam keterangan pera resmi Kementrian tersebut minggu lalu.

Toyota sendiri menyatakan bahwa raksasa otomotif tersebut menargetkan pada tahun 2025 separuh dari penjualan globalnya akan terdiri dari mobil listrik.

Kesepakatan itu didapat dalam pertemunan antara bos besar Toyota dan Mentri Luhut yang digelar di Osaka, Jepang. “Kami yakin untuk melakukan investasi masif karena Pemerintah Indonesia memiliki peta pengembangan kendaraan listrik yang baik sehingga kami menilai Indonesia merupakan tempat tujuan investasi utama dalam bidang kendaraan listrik”, ungkap Toyoda.

Lebih lanjut Toyoda memastikan bahwa fihaknya berkomitmen untuk mengikuti peta perencanan kendaraan listrik yang disusun Pemerintah Indonesia dalam hal tahapan investasinya. Sebagai langkah awal Toyota akan mengembangkan kendaraan hibrid.

Di sisi lain, berita yang dilansir kantor berita internasional Reuters menyebutkan bahwa proyek mobil otonom Monet yang dibangun Toyota bersama SoftBank berencana untuk memmulai operasinya di Asia Tenggara tahun depan.

Pasokan Baterai

Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber alam. Salah satu dari kekayaan alam Indonesia itu adalah bijih nikel laterit yang merupakan bahan utama untuk memproduksi baterai lithium-ion yang dipakai pada kendaraan listrik. Indonesia dengan cerdas memanfaatkan kekayaan alamnya ini untuk menarik pabrikan kendaraan.

Pejabat dan analis memperkirakan Indonesia yang saat ini merupakan basis produksi kendaraan kedua terbesar di kawasan Asia Tenggara akan menjadi pemain utama dalam produksi baterai lithium untuk memasok industri mobil listrik yang dipastikan akan terus berkembang.

Pada awal tahun 2019 Indonesia mulai menggodok program ekonomi yang menawarkan diskon pajak untuk industri mobil listrik dan produsen baterai. Program tersebut juga menawarkan tarif khusus bagi negara-negara yang memiliki permintaan tinggi terhadal kendaraan listrik.

Toyota bukan satu-satunya negara yang melirik potensi investasi mobil listrik di Indonesia. Diberitakan Reuters, raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai Motor Co. juga berencana untuk memproduksi mobil listrik sebagai bagian dari komitmen investasinya dalam bidang otomotif di Indonesia  yang bernilai sekitar 880 juta dolar. Sebelumnya, pada pertengahan tahun 2018, Mitsubishi Motors Corp. mengumumkan rencananya untuk bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia dalam riset untuk pembangunan infrastruktur yang akan dapat mengakomodasi kendaraan listrik.

Meskipun demikian, ambisi Indonesia untuk merajai industri mobil listrik dunia bukannya tanpa tantangan. Dunia menunggu seberapa cepat Indonesia dapat mewujudkannya. Tantangan terbesarnya terletak pada pembangunan industri baterai lithium yang memerlukan smelter nikel. Pembangunan smelter nikel melibatkan teknologi yang sangat rumit.

Honda Kini Juga Membuat Pesawat Terbang

Selama ini Honda memiliki kelebihan khusus dibanding pesaing-pesaingnya, karena mengusung merk yang sama, Honda bermain di dua medan, kendaraan roda 4 alias mobil dan kendaraan roda 2 alias sepeda motor. Sepertinya selain Honda, hanya Suzuki yang juga menggunakan merk yang sama untuk mobil dan motor.

Tetapi rupanya tanpa banyak publikasi Honda terus meoles impian lain selain memperbesar penguasaan pasar produk-produk otomotifnya, pesawat terbang. Menurut Michimasa Fujino, CEO yang turut membidani kehadiran Honda Aircraft Company, perwujudan mimpi Honda ini sudah dirintis sejak tahun 1986. Prototype pertama HondaJet mulai dirancang pada awal tahun 1990 sementara perusahaan yang khusus membidangi divisi penerbangan Honda secara resmi berdiri pada tahun 2006. Pesawat HondaJet terbang untuk pertama kalinya pada akhir tahun 2010.

Menjiwai filosofinya sendiri, the power of dream, perjuangan panjang Michimasa Fujino bersama Honda Aircraft Company akhirnya berbuah manis dengan terbitnya sertifikat FAA untuk HondaJet HA-420 pada tanggal 9 Desember 2015 lalu. Sebuah pencapaian yang langsung diikuti dengan produksi komersial.

Dibandrol dengan harga 4,85 juta dolar dengan berbagai opsi tambahan yang dapat mendongkrak harga sebesar sekitar 400 ribu dolar lagi, saat ini dari sekitar 100 unit yang sudah dipesan, 7 unit HondaJet HA-420 sudah dikirimkan kepada pembeli. Untuk memangkas waktu tunggu, Honda berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya ke kisaran 30-40 unit per tahun. Artinya memang pemesan masih harus menunggu cukup lama. Lalu layakkah menunggu begitu lama untuk memiliki sebuah HondaJet HA-420?

kokpit-pesawat-jet-hondatampang-depan-pesawat-jet-hondakabin-penumpang-pesawat-jet-honda

Spesifikasi HondaJet HA-420

HondaJet HA-420 masuk ke dalam klasifikasi pesawat jet ringan yang dalam istilah penerbangan internasional disebut light jet. Pesawat dengan bobot total maksimum – dengan penumpang, barang, dan bahan bakar penuh – seberat hampir 5 ton ini ditenagai oleh dua mesin turbofan bertipe HF120 yang dibuat oleh GE Honda Aero Engines. Penempatan mesinnya sendiri boleh dibilang unik. Kalau pada kebanyakan pesawat mesinnya digantung di bawah sayap, Honda justru memasang mesin HondaJet HA-420 ini di atas sayap.

Selain posisi mesin, hal lain yang juga cukup menarik perhatian dari tampang luar pesawat ini adalah winglet yang berukuran cukup besar di ujung sayap.

HondaJet HA-420 hanya memiliki kapasitas untuk mengangkut 4 penumpang saja, sementara tangki bahan bakarnya dapat menampung sekitar 1.3 ton bahan bakar di sekujur tubuhnya. Pesawat ini memang memiliki 4 tangki bahan bakar, selain satu tangki di masing-masing sayap, ada juga tangki di bagian tengah dan belakang pesawat.

Untuk sebuah pesawat kecil dengan 4 penumpang, ada cukup banyak tempat untuk menyimpan barang. Di belakang kompartemen penumpang ada ruangan seluas 1.6 meter kubik yang dapat menampung barang seberat sekitar 180 kilogram. Di dekat moncong ada juga ruangan kargo seluas sekitar 2.5 meter kubik yang dapat menampung hampir 100 kilogram barang. Hanya saja kedua ruang penampungan barang tersebut tidak bertekanan sehingga barang-barang yang perlu disimpan di tempat dengan tekanan udara normal harus dibawa ke dalam kabin.

Untuk ukuran pesawat kecil, HondaJet HA-420 memiliki jangkauan jelajah yang cukup luas. Dengan kecepatan maksimum 782 km/jam dan kecepatan jelajah 682 km/jam, pesawat ini dapat menjangkau jarak 2.234 kilometer sementara ketinggian terbangnya dapat mencapai 13.106 meter. Sebagaimana umumnya pesawat kecil, HondaJet HA-420 juga tidak menuntut landasalan panjang. Cukup 1,2 kilometer untuk take off, bahkan untuk landing jarak yang diperlukan kurang dari 1 kilometer.

Sebagai pesawat kecil dengan kapasitas penumpang sangat terbatas, HondaJet HA-420 dirancang untuk bisa diterbangkan sendiri oleh pemiliknya. Jangan membayangkan menerbangkan pesawat kecil seperti tokoh-tokoh petualang menerbangkan pesawat jadul. Honda justru memastikan bahwa keterampilan terbang terbatas tidak akan membahayakan dengan bantuan komputer dan sistem navigasi modern.

Proyek Mobil Terbang Larry Page

Selama ini mobil terbang sepertinya baru sekedar impian dan imajinasi. Tetapi siapa tahu tidak lama lagi kendaraan yang selama ini baru bisa kita lihat pada film-film ber-genre futuristis itu akan mulai berseliweran di jalanan, eh di udara, oh keduanya. Salah satu langkah besar menuju terwujudnya impian mobil terbang dimulai di Silicon Valley oleh sebuah perusahaan rintisan yang dinamai Zee.Aero. Meskipun sangat tertutup, sebuah dokumen pendaftaran paten akhirnya menunjukkan bahwa Zee.Aero sedang mengembangkan sebuah pesawat terbang berukuran kecil yang dapat terbang dan mendarat secara vertikal, sebuah mobil terbang.

Meskipun demikian perusahaan itu tetap sangat tertutup. Para karyawan yang sempat ditanyai media mengatakan bahwa mereka memang dilarang memberikan keterangan apapun. Para karyawan bahkan diberi panduan khusus mengenai cara menghindar dari kejaran pertanyaan awak media. Sehingga informasi yang didapat mengenai Zee.Aero dan proyeknya otomatis hampir tidak ada, kecuali bocoran dari pilot-pilot amatir yang pernah melihat pesawat kecil berbentuk aneh yang terbang dari lapangan terbang setempat.

Zee.Aero Merupakan Proyek Mobil Terbang Milik Larry Page

Lokasi kantornya yang persis berada di sebelah kantor pusat Google di Mountain View, Calif, langsung memicu spekulasi karena Google diketahui sangat sensitif dengan properti di seputaran kantor pusatnya itu. Belakangan diketahui bahwa Zee.Aero tidak dimiliki oleh Google maupun Alphabet sebagai holding company yang membawahi perusahaan-perusahaan di dalam kelompok usahanya. Tetapi tidak berarti Zee.Aero sama sekali tidak ada hubungannya dengan Google. Zee.Aero dimiliki oleh salah satu pendiri Google, Larry Page. Seperti dilansir Bloomberg, segelintir orang di lingkaran dalam mengatakan bahwa Larry Page mendanai Zee.Aero dari sejak didirikannya pada tahun 2010 lalu dari kocek pribadinya.

Konon mobil terbang merupakan impian masa kecil Larry Page yang mendambakan moda transportasi udara yang tidak terikat dengan banyak hal seperti terbang dan mendarat di tempat tertentu apalagi harus terikat dengan jadwal dan terbang dengan ratusan penumpang lain. Sehingga pesawat yang memiliki ukuran dan fleksibilitas seperti sebuah mobil penumpang  merupakan sesuatu yang ideal. Bisa terbang dari mana saja, kemana saja, kapan saja, persis sebuah mobil. Bahkan jika mobil masih terikat oleh jalanan, mobil terbang tidak lagi terpaku dengan lajur beraspal itu. Dan sebagai seorang genius berkantong tebal, Larry Page memiliki kesempatan untuk mewujudkan impian masa kecilnya itu.

Larry Page sebetulnya sudah berusaha keras agar hubungan antara dirinya dan Zee.Aero tidak diketahui publik. Bahkan para pegawai Zee.Aero tidak diperkenankan menyebut namanya selain dengan kode GUS, the guy upstairs, yang artinya orang di lantai atas. Sebutan itu datang dari kondisi kantor Zee.Aero itu sendiri. Menempati bangunan seluas 30.000 kaki persegi yang berlantai dua, Larry Page menggunakan lantai atas sebagai ruangan pribadinya, lengkap dengan ruang kerja, kamar tidur, kamar mandi, bahkan koleksi pribadinya seperti lukisan-lukisan mahal dan sebuah mesin roket SpaceX hadiah dari sahabatnya, Elon Musk.

Konon akses ke ruangan Larry Page di lantai atas bangunan itu sendiri sangat dibatasi. Para karyawan baru mengetahui apa yang ada di lantai atas setelah semua isinya dikeluarkan karena operasional Zee.Aero yang semakin membesar membutuhkan ruangan yang lebih luas sehingga Larry Page memutuskan untuk merelakan ruangan pribadinya dijadikan ruang kerja.

Perkembangan Zee.Aero Saat Ini

Diberitakan Bloomberg bahwa Zee.Aero terus berkembang dan saat ini mempekerjakan hampir 150 karyawan. Karena sudah mulai melakukan uji terbang, fasilitas operasinyapun sudah pindah ke sebuah hangar di Hollister, sebuah lapangan terbang kecil yang berjarak sekitar 70 menit berkendara dari kantor pusat Google. Di Hollister Zee.Aero saat ini tengah melakukan uji terbang terhadap dua prototype yang mereka buat. Selain itu Zee.Auto juga menguasai sebuah fasilitas rekayasa pada pusat penelitian dirgantara dan antariksa Ames Research Center milik NASA.

Zee.Aero sendiri tetap berusaha menutupi sedapat mungkin. Lapangan terbang tersebut hanya beroperasi setiap hari kerja mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Sementara para insinyur Zee.Auto biasanya memilih menerbangkan prototype-prototypenya saat semua orang lain sudah pulang. Meskipun demikian, bagaimanapun sesuatu yang terbang ke udara akan mudah terlihat. Tidak heran kalau sejumlah pilot yang biasa bekerja di lapangan terbang Hollister sering melihat kemunculan prototype buatan Zee.Aero ini. Mereka menggambarkan kedua mobil terbang Zee.Aero memiliki bentuk berbeda. Yang pertama berbentuk ramping dengan kabin penumpang berbentuk seperti balon yang hanya dapat memuat satu orang. Untuk menggerakannya terdapat dua baling-baling di bagian belakang. Sementara protoype yang lain memiliki jejeran tiga baling-baling di masing-masing sisinya.

Meskipun mereka tidak mengetahui hubungan antara Zee.Aero dan Larry Page, orang-orang yang bekerja di lapangan tersebut meyakini bahwa perusahaan itu dimiliki orang yang sangat kaya dan cukup gila. Selain karena prototype yang mereka buat, Zee.Aero juga diketahui sangat memanjakan karyawan-karyawannya.

Larry Page Sangat Serius dengan Proyek Mobil Terbang

Selain Zee.Aero yang konon sudah menyedot lebih dari 100 juta dolar dari kantong pribadinya, Larry Page juga mendirikan Kitty Hawk. Sama-sama sangat tertutup, dari dokumen pendaftaran perusahaan diketahui bahwa Kitty Hawk dipimpin oleh Sebastian Thurn, orang kepercayaan Larry Page yang sempat memimpin divisi mobil otonom Google dan mendirikan divisi riset Google X. Baik Google, Larry Page, maupun Sebastian Thurn menutup mulut rapat-rapat mengenai Kitty Hawk.

Baru berdiri tahun 2015 lalu, Kitty Hawk memiliki sekitar selusin insinyur. Sebagian merupakan pindahan dari Zee.Aero, sebagian datang dari Aorovelo. Bloomberg juga mencatat Emerick Oshiro yang tadinya bekerja pada proyek mobil otonom Google dan David Estrada dari Google X sebagai kru Kitty Hawk. Aerovelo sendiri merupakan perusahaan rintisan yang menggondol hadiah Sikorsky Prize sebesar 250 ribu dolar pada tahun 2013 untuk keberhasilannya menciptakan helikopter bertenaga manusia yang sanggup melayang selama lebih dari 1 menit.

Sama-sama perusahaan rintisan, sama-sama berusaha membangun mobil terbang, alih-alih bekerja sama dengan Zee.Aero, Larry Page justru memposisikan Kitty Hawk untuk bersaing dengan Zee.Aero. Demikian tertutupnya dinding diantara kedua perusahaan tersebut, konon para insinyur Zee.Aero sering kali menebak-nebak apa yang kira-kira sedang dilakukan Kitty Hawk.

Masa Depan Mobil Terbang

Disokong kemampuan keuangan Larry Page yang sangat kuat dan puluhan insinyur cerdas, nampaknya impian akan hadirnya mobil terbang bukanlah sekedar angan-angan. Apalagi sudah banyak orang yang melihat prototype-prototype Zee.Aero benar-benar bisa terbang. Meskipun demikian hambatannyapun masih sangat banyak. Selain hambatan teknis pada akhirnya juga akan turut terlibat aspek-aspek dari sisi keselamatan bahkan peraturan pemerintah.

Perusahaan Startup Amerika Menyiapkan Truk Otonom

Istilah mobil otonom memang baru-baru ini saja mulai populer. Demikian barunya, mungkin masih banyak orang yang bahkan belum benar-benar memahami apa itu mobil otonom. Meskipun demikian tidak berarti mobil otonom ini bukanlah sesuatu yang penting. Saat ini sejumlah perusahaan terkemuka dunia sedang sibuk-sibuknya melakukan penelitian dan uji coba. Salah satu pionir mobil otonom, Google, bahkan sudah melakukan pengujian di jalan raya. Google tidak sendirian. Ada sejumlah perusahaan lain yang melakukan hal yang sama, umumnya perusahaan teknologi, perusahaan otomotif, atau kerjasama antara keduanya.

Apa Itu Mobil Otonom?

Istilah mobil otonom merujuk pada mobil yang dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan manusia sebagai pengemudi. Dengan mengandalkan sejumlah sensor, sebuah sistem komputer secara elektronis mengendalikan berbagai bagian dari mobil termasuk stir, gas, dan rem, untuk membawa penumpangnya mencapai tujuan dengan selamat. Sampai saat ini memang mobil otonom belum dilepas 100%. Ada pengemudi yang duduk di balik kemudi untuk memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik dan siap untuk mengambil alih sewaktu-waktu jika dinilai sistem membuat kesalahan dan melakukan manuver yang membahayakan.

Tapi tentunya itu sekarang karena sampai saat ini semua masih baru sebatas pada pengujian. Apakah setelah cukup matang dan diijinkan beroperasi di jalan-jalan kemudian mobil-mobil otonom ini akan dibiarkan sepenuhnya dikendalikan komputer dan tidak lagi ada keterlibatan manusia, entahlah. Mungkin yang sangat krusial adalah karena saat meluncur di jalanan, keselamatan itu bukan hanya untuk mobil yang bersangkutan dan penumpangnya tetapi juga pengguna jalan yang lain, bahkan pejalan kaki.

Truk Otonom

Jika selama ini perusahaan-perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan mobil otonom berfokus pada kendaraan penumpang seperti sedan, minibus, dan SUV, sebuah perusahaan rintisan alias startup di Amerika Serikat melakukan penelitian dan pengembangan kendaraan dengan pengemudian otomatis ini pada truk. Bukan sembarangan truk, mereka melakukannya pada truk berukuran besar dengan 18 roda.

Digawangi 15 orang mantan insinyur Google yang saat masih bekerja untuk raksasa mesin pencari itu memang bertugas pada proyek-proyek yang berhubungan dengan pengemudian otomatis dan pemetaan, perusahaan bernama Otto ini melihat bahwa pentingya pengemudian otomatis itu bukan pada kendaraan penumpang yang biasanya hanya melakukan perjalanan-perjalanan pendek tetapi justru pada industri angkutan darat komersial yang biasanya justru melibatkan perjalanan jarak jauh melalui jalan-jalan bebas hambatan yang di Amerika Serikat menghubungkan berbagai negara bagian.

Selain berkenaan dengan pemanfaatannya, para insinyur Otto juga meyakini bahwa implementasi pengemudian otomatis lebih masuk akal secara finansial untuk diterapkan pada truk. Teknologi pengemudian otomatis untuk saat ini masih terlalu mahal, sehingga menanamkannya pada kendaraan penumpang ringan akan membuat harganya melambung berlipat-lipat. Sebagai ilustrasi, Toyota Prius di Amerika Serikat dijual dengan harga mulai dari $24.000. Sementara itu untuk sensor laser yang dipergunakan pada unit mobil yang mereka uji mereka, Google harus mengeluarkan biaya $75.000. Itu baru perangkat sensornya saja.

Memang pada akhirnya harga itu akan turun seiring dengan banyaknya pengguna. Tapi sampai sejauh mana harga itu bisa ditekan apalagi mobil otonom masih merupakan sesuatu yang sangat baru dan untuk sampai menjadi produk komersial yang diterima pasar dalam skala ekonomi yang realistis pasti masih akan makan waktu lama. Sementara itu harga truk trailer di Amerika Serikat di jual dengan harga lebih dari $150.000.

Alasan lainnya adalah kemungkinan akan lebih mudah mendapatkan ijin dari fihak berwenang. Saat ini di Amerika Serikat truk hanya menguasai 5,6% persen perjalanan darat tetapi bertanggung jawab pada 9,5% kecelakaan fatal di jalur bebas hambatan. Kita bisa berandai-andai, mungkin perjalanan jarak jauh lebih melelahkan bagi pengemudi sehingga membuat konsentrasinya menurun. Disitulah sistem pengemudian otomatis dapat mengambil peranan yang signifikan. Bisa jadi di masa yang akan datang pengemudi bisa beristirahat sementara sistem komputer mengambil alih kemudi.

Kontroversi Truk Otonom

Meskipun demikian, gagasan truk otonom ini juga bukan tanpa hambatan. Selain masalah-masalah teknis yang sampai saat ini masih terus dicarikan solusinya oleh insinyur-insinyur yang terlibat, penerapan sistem pengemudian otomatis pada truk komersial akan mengurangi ketersediaan lapangan kerja. Saat ini di Amerika Serikat saja tercatat ada setidaknya 3 juta orang sopir truk. Satu dari 15 orang tenaga kerja di negeri Paman Sam itu bekerja di bidang transportasi yang menggunakan truk.

Penelitian Mobil Otonom Jalan Terus

Meskipun demikian penelitian dan pengembangan sistem mobil otonom sepertinya terus berlanjut, termasuk yang dilakukan oleh Otto pada truk besar. Sebuah perusahaan transportasi berbasis aplikasi, Uber, meyakini bahwa mobil otonom akan membebaskan mereka dari pusingnya berurusan dengan perilaku pengemudi. Seperti banyak perusahaan otomotif lain, Tesla meyakini bahwa teknologi mobil otonom akan sangat membantu dalam hal keselamatan.

Google yang dikenal sangat agresif dalam usaha mereka mengembangkan mobil otonom baru-baru ini menyepakati kerjasama dengan raksasa otomotif Fiat Chrysler. Dalam kesepakatan itu Google akan menyematkan teknologi pengemudian otomatis pada jajaran produk minivan buatan Fiat Chrysler. Meskipun tanpa banyak publikasi, diyakini bahwa Apple juga sedang melakukan pengembangan teknologi pengemudian otomatis ini.

Perkembangan Otto

Sejak didirikan pada bulan Januari lalu oleh mantan insinyur-insinyur Google, Anthony Levandowski dan Lior Ron, Otto terus berkembang. Saat ini perusahaan itu telah memiliki 41 karyawan. Teknologi yang mereka kembangkan saat ini tengah diujicobakan pada 3 unit truk Volvo dan telah mencatat lebih dari 10.000 mil perjalanan tanpa insiden.

anthony-levandowsky-dan-lior-ronLevandowski sendiri memang bukan orang asing dalam teknologi pengemudian otomatis ini. Sebelum bergabung dengan Google dan bertugas pada proyek yang berhubungan dengan mobil otonom dan pemetaan, dia sempat menjadi pusat perhatian karena kecerdasannya. Saat masih kuliah di University of California, Berkeley, dia merancang sepeda motor dengan pengemudian otomatis yang menggunakan gyroscope untuk mengatur keseimbangannya. Karyanya itu sempat muncul pada kontes kendaraan otonom yang diadakan Pentagon.

Kiprahnya dalam dunia kendaraan otonom kembali bergaung saat perusahaan rintisan yang didirikannya, 510 Systems, dibeli oleh Google saat raksasa mesin pencari itu mengawali ketertarikan mereka dengan teknologi mobil otonom. Levandowski kemudian memutuskan untuk meninggalkan Google karena dia ingin segera mengkomersialisasikan konsep kendaraan otonom. “Google sangat fokus dengan apa yang mereka lakukan dan saya sendiri berpandangan bahwa sekarang sudah waktunya untuk menerapkan teknologi, dan saya pribadi berfikir bahwa truk merupakan titik awal yang sangat menarik”, ucapnya seperti dilansir media terkemuka The New York Times.

Lior Ron yang meninggalkan posisinya sebagai salah satu insinyur yang memimpin pengembangan teknologi Google Map untuk bergabung mendirikan Otto memiliki latar belakang yang sedikit berbeda. Memiliki latar belakang intelijen militer Israel, Ron bekerja selama beberapa tahun untuk Motorola sebelum hijrah ke Google.

Otto menggunakan perangkat elektronis seperti kamera, radar, dan sensor laser yang dikenal dengan sebutan Lidar. Teknologi ini kurang lebih sama dengan yang dikembangkan oleh perusahaan lain seperti Google, Nissan, Baidu, dan lainnya. Hanya saja Levandowski menjelaskan bahwa tingginya harga unit truk itu sendiri memberinya keleluasaan lebih besar untuk menggunakan komponen berkualitas tinggi. Untuk sementara Otto berencana menawarkan teknologi ciptaannya sebagai perangkat opsional yang bisa dipasang pada truk, baik yang dibeli secara perseorangan maupun oleh perusahaan besar untuk melengkapi armadanya.

Persaingan Mobil Otonom

Meskipun sejauh ini masih belum dipasarkan secara komersial, persaingan di bidang teknologi mobil otonom ini sudah cukup panas. Bahkan spesifik untuk truk saja sudah ada sejumlah pesaing yang siap berhadapan dengan Otto. Salah satunya perusahaan rintisan lain bernama Peloton yang bermain lebih spesifik untuk konvoy truk. Tahun lalu Daimler memamerkan truk dengan pengemudian otomatis di Nevada. Sementara Volvo dan sejumlah pabrikan truk lain di Eropa juga sudah memamerkan teknologi sejenis yang mereka miliki.

Duo Mercedes Bertabrakan dan Gagal Finish

Drama persaingan antara duo pembalap Mercedes yang berlangsung sejak musim balam 2015 lalu justru kian memanas tahun ini. Sejak putaran pertama musim 2016 dimulai pada bulan Maret lalu di Australia, setiap seri balapan Formula 1 selalu dikuasai kedua pembalap Mercedes. Bukan hanya mendominasi jalannya balapan, tetapi juga hampir selalu beriringan pada posisi 1 dan 2 baik pada sesi latihan bebas dan kualifikasi sebelum lomba maupun saat para pemenang berdiri di atas podium kemenangan.

Jika tahun lalu Hamilton sedikit lebih unggul sehingga akhirnya berhasil menutup musim dengan meraih gelar juara dunia, Rosberg yang tahun lalu kalah sangat tipis justru lebih dominan. Setidaknya pada seri-seri awal yang digelar sejak seri pertama sampai saat ini. Sebagai catatan, gelaran Formula 1 tahun ini baru berlangsung 5 seri.

Prestasi Pembalap Mercedes F1 2016

Sejak seri pertama dibuka sampai saat ini sudah berlangsung 5 seri. Sebelum kedua pembalap Mercedes gagal finis akibat tabrakan pada seri ke-5 di Spanyol, Rosberg memenangkan 4 seri sebelumnya sehingga sampai sebelum seri ke-5 berhasil mengumpulkan angka sempurna, 100 point. Sementara Hamilton 2 kali berada di posisi ke-2, sekali berada di posisi ke-3, dan sekali terlempar keluar dari podium karena hanya finish di posisi ke-7. Berikut rincian lengkapnya:

Seri #1 di Australia: Rosberg (1), Hamilton (2), Vettel (3)
Seri #2 di Bahrain: Rosberg (1), Raikkonen (2), Hamilton (3)Seri #3 di China: Rosberg (1), Vettel (2), Kvyat (3) … Hamilton (7)
Seri #4 di Russia: Rosberg (1), Hamilton (2), Raikkonen (3)
Seri #5 di Spanyol: Verstappen (1), Raikkonen (2), Vettel (3) … Rosberg (DNF), Hamilton (DNF)

Perseteruan Rosberg dan Hamilton

Persaingan antara kedua pembalap Mercedes itu tadinya dipandang sebagai sesuatu yang menarik, sehat, dan konstruktif. Jika banyak tim – meskipun sering kali ditutup-tutupi – menerapkan apa yang dikenal dengan istilah “team order” untuk mengendalikan persaingan di antara pembalap-pembalap mereka sendiri, Mercedes sepertinya justru sengaja membiarkan dan justru bangga kedua pembalapnya bersaing bebas, mungkin dengan harapan di akhir seri kedua pembalapnya akan kembali membawa posisi 1 dan 2 pada kelasemen akhir kejuaraan dunia.

Tetapi sepertinya kali ini rivalitas yang luar biasa panas itu justru menjadi bumerang, baik kepada tim maupun kepada masing-masing pembalapnya, terutama Rosberg yang sejak seri pertama tampil sangat konsisten, tidak pernah absen dari posisi puncak.

Pada seri ke-5 Formula 1 yang digelar di Spanyol pada 15 Mei lalu, seperti balapan-balapan sebelumnya, kedua pembalap Mercedes menguasai sejak dari sesi latihan pertama sampai akhirnya mendapat posisi start berurutan, 1 dan 2, setelah mereka berhasil memenangkan sesi kualifikasi. Hanya saja berbeda dari seri-seri sebelumnya dimana Rosberg biasanya menduduki pole position alias start paling depan, kali ini posisi tersebut dipegang Hamilton, sementara Rosberg berada tepat di belakangnya, di posisi kedua.

Tabrakan Rosberg dan Hamilton di GP Spanyol

Pastinya setelah 4 kali balapan selalu kalah dari rekan satu tim yang tahun lalu dikalahkannya dalam kelasemen akhir kejuaraan dunia, Hamilton merasa inilah saatnya untuk membalik keadaan dan karena itu harus memanfaatkan posisi start terdepan yang dikuasainya untuk meraih kemenangan. Sayangnya ternyata Rosberg melakukan start lebih baik dan melesat merebut posisi pertama di tikungan pertama begitu bendera start dikibarkan. Hamilton yang berusaha merebut kembali posisinya kemudian mengambil resiko yang terlalu besar untuk merebut kembali posisinya dengan berusaha menyalip Rosberg di tikungan ke-3.

Sayangnya manuver beresiko Hamilton tersebut berbuah bencana. Kedua pembalap Mercedes yang berada di posisi terdepan itu justru bertabrakan dan tidak dapat melanjutkan lomba.

Setelah kejadian, tentu ada banyak analisa dan kontroversi. Hanya saja pastinya akhirnya semua kembali kepada steward alias pengawas resmi perlombaan untuk menentukan siapa yang salah dan apa hukuman untuk yang bersalah. Persoalannya siapapun yang salah, tidak ada bedanya bagi Mercedes sebagai tim, karena keduanya adalah pembalap mereka. Dan ketika pengawas lomba akhirnya memutuskan bahwa tidak ada yang mutlak bersalah dan karenanya tidak ada yang dihukum, bagi Mercedes maupun kedua pembalap tersebut, kehilangan kesempatan untuk memenangkan lomba dan mengumpulkan point sudah merupakan “hukuman” tersendiri.

Kronologi Tabrakan Rosberg dan Hamilton

Hamilton start dari posisi terdepan sementara Rosberg berada di posisi kedua. Start Formula 1 menempatkan pembalap dengan posisi start ke-2 tidak bener-benar berada di belakang pemegang pole tetapi bersebelahan, hanya saja tidak sejajar persis, pemegang pole sedikit lebih ke depan.

Ternyata meskipun menempati pole dan dibakar ambisi yang luar biasa, Hamilton gagal melakukan start sempurna. Rosberg melesat lebih dahulu dan begitu memasuki tikungan pertama dia sudah berada di depan Hamilton. Tentunya Hamilton tidak melepaskan rivalnya itu melenggang begitu saja. Selepas tikungan ke-2 mobil Rosberg sedikit melambat sehingga Hamilton mendapatkan momentum. Setelah insiden Rosberg memang mengakui hal itu diakibatkan kesalahannya menekan tombol yang membuat mobilnya tiba-tiba kehilangan sedikit tenaga.

Peluang itu tidak disia-siakan Hamilton. Menurut penjelasannya setelah inside, dia melihat ada celah yang cukup untuk satu mobil melintas baik di sisi luar maupun sisi dalam tikungan. Pastinya sebagai pembalap Hamilton memilih sisi dalam yang lebih pendek untuk menyalip. Mengintip dari spion mobil Hamilton akan mengambil jalur itu, Rosberg segera menutupnya. Sepertinya Hamilton sudah tidak bisa lagi menahan laju mobilnya, sehingga untuk menyelamatkan keadaan Hamilton banting stir sampai menginjak rumput.

Ternyata manuver tersebut justru membuat mobilnya semakin tidak terkendali. Bukannya menyelamatkan keadaan, mobil Hamilton justru berbalik kembali ke atas lintasan secara tidak terkendali dan menabrak mobil Rosberg. Akibat insiden tersebut keduanya tidak dapat melanjutkan balapan.

Setelah insiden Rosberg cenderung menyalahkan Hamilton dengan mengatakan bahwa dirinya tidak habis fikir kenapa Hamilton memaksa masuk ke sisi dalam padahal dia sudah jelas-jelas bergerak menutup jalan. Sementra di sisi lain Hamilton sepertinya tidak ingin memperpanjang polemik. Meskipun tidak secara eksplisit mengakui kalau insiden itu terjadi akibat kesalahannya, tanpa banyak argumen Hamilton langsung menyatakan penyesalan dan permintaan maaf atas insiden tersebut.

Pernyataan Resmi Steward Alias Pengawas Resmi Perlombaan

Kecelakaan tersebut diawali saat mobil no. 6 masuk pada mode yang salah akibat penyetelan yang dilakukan pengemudi sebelum start. Akibatnya terjadi perbedaan tenaga yang cukup tajam antara mobil no. 6 dan mobil no. 44 saat keduanya keluar dari tikungan ke-3 sebelum memasuki jalur lurus. Ada perbedaan kecepatan sekitar 17 kilometer per jam antara kedua mobil itu saat memasuki jalur lurus.

Mobil no. 6 bergerak ke kanan untuk mempertahankan posisinya. Aksi tersebut dibenarkan sesuai dengan artikel 27.7 peraturan perlombaan. Pada saat yang sama, mobil no. 44 yang memiliki kecepatan jauh lebih tinggi melihat ada celah yang memungkinkan untuk menyalip di sisi dalam dan melakukan aksi menyalip. Sebagian sayap depan mobil no. 44 sudah sejajar dengan mobil no. 6 saat dia terpaksa membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan. Begitu menginjak rumput di sisi lintasan, mobil no. 44 tidak bisa dikendalikan lagi.

Setelah mendengar penjelasan lengkap dari kedua pembalap dan juga dari tim-nya, Stewards (komisi pengawas balapan) berpandangan bahwa mobil no. 6 berhak untuk melalukan manuver yang dilakukannya untuk menutup jalur. Demikian juga upaya mobil no. 44 untuk menyalip dipandang wajar. Karena itu tidak satupun diantara kedua pembalap bisa disalahkan atas kejadian tersebut dan karenanya tidak ada tindakan lebih lanjut.

Honda Menarik Lagi 21 Juta Mobil Akibat Masalah Airbag

Honda menambah daftar panjang penarikan mobil yang diakibatkan permasalahan yang disinyalir ada pada sistem airbag yang dibuat oleh Takata. Mengutip pernyataan salah satu eksekutif Honda, The New York Times memberitakan bahwa angka yang disebut Honda itu tidak main-main. Akibat masalah ini Honda merencanakan akan menarik 21 juta mobil di seluruh dunia. Dengan penambahan ini Honda sebagai pengguna terbesar produk airbag Takata akan menarik 51 juta kendaraan.

Honda mengkalkukasi ulang estimasinya setelah otoritas Amerika Serikat merevisi cakupan permasalahan sehingga di Amerika Serikat sendiri saja jumlah penarikan kendaraan dari berbagai merk akibat masalah ini mencapai 35 sampai 40 juta unit.

Salah satu eksekutif Honda, Vice President Tetsuo Iwamura, menolak menyebutkan angka persis berapa kendaraan yang akan ditarik di Amerika Serikat maupun masing-masing negara lainnya. Meskipun demikian khususnya untuk Amerika Serikat, sepertinya penambahan ini merupakan penambahan terhadap penarikan besar-besaran mobil-mobil yang menggunakan airbag produk Takata seperti yang diperintahkan NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration).

Ditenggarai bahwa sistem pada airbag buatan Takata mengembang dengan kekuatan terlalu besar saat terjadi kecelakaan, sehingga dapat melontarkan serpihan-serpihan tajam ke dalam kabin mobil sehingga membahayakan pengendara dan penumpang. Permasalahan ini diyakini sudah menyebabkan setidaknya 11 orang korban tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

Menggantian puluhan juta sistem inflator pada airbag Takata menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi pabrikan mobil. Setidaknya 12 pabrik mobil menjadi korban dari skandal ini. Honda sendiri melaporkan bahwa kinerja keuangan perusahaannya memburuk akibat masalah ini. Jika biasanya Honda tidak pernah mencatatkan kerugian, kali ini Honda melaporkan kerugian pada kuartal pertama tahun ini.

Honda menyatakan telah menambah alokasi anggaran sebesar 267 milyar Yen, setara dengan sekitar 2,45 milyar Dolar untuk membiayai proses penarikan ini. Dijumlahkan dengan anggaran sebelumnya artinya Honda setidaknya mengeluarkan 436 milyar Yen. Memotong lebih dari setengah keuntungan bersih perusahaan selama setahun penuh.

Pabrikan mobil yang mengalami kerugian akibat masalah ini berharap Takata akan mengganti kerugian mereka. Kalaupun tidak seluruhnya, setidaknya sebagian. Meskipun demikian belum ada hitungan pasti berapa sebenarnya total kerugian yang diderita semua pabrikan pengguna airbag Takata. Persoalannya adalah meskipun mungkin Takata memiliki niat baik, kemampuan keuangan Takata sendiri sepertinya tidak akan mampu menutup kerugian tersebut. Fihak Takata baru saja mengumumkan rencana restrukturisasi keuangan besar-besaran untuk menyelamatkan perusahaan itu dari kebangkrutan.

Penarikan Mobil Honda di Indonesia

Lalu apakah penarikan itu juga akan dilakukan di Indonesia? Seperti diketahui, pangsa pasar Honda di Indonesia semakin hari semakin meningkat sejalan dengan rajinnya pabrikan itu menghadirkan produk-produk baru yang berhasil menarik hati konsumen tanah air. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Benarkah Sudah Pasti Pedrosa Pindah ke Yamaha?

Sampai musim kompetisi tahun 2016 ini berakhir di Valencia, Dani Pedrosa memang masih akan tetap membalap untuk tim Repsol Honda. Meskipun demikian ada media Spanyol yang menyatakan bahwa dia sebenarnya sudah menandatangani kontrak dengan Movistar Yamaha. Hanya saja sampai saat ini memang belum ada pernyataan resmi dari semua fihak yang terlibat. Jadi bagaimanapun untuk saat ini kebenarannya masih tetap layak dipertanyakan. Apakah sekedar gosip atau memang benar-benar fakta.

Dengan berakhirnya kontrak sejumlah pembalap papan atas di penghujung musim, MotoGP tahun ini memang sudah sejak awal musim diliputi rumor, yang kemudian menjadi semakin liar setelah Yamaha dan Valentino Rossi mengumumkan bahwa mereka sudah menyepakati perpanjangan kontrak untuk dua musim mendatang, 2017 dan 2018. Berita itu disusul dengan pengumuman hengkangnya pembalap asal Inggris, Bradley Smith, dari Monster Yamaha Tech 3 untuk kemudian menjadi pembalap KTM pada saat tim pabrikan itu memulai kiprahnya di arena MotoGP pada tahun 2017 mendatang.

Seolah menjadi puncak simpang-siurnya berita, Ducati mengkonfirmasi bahwa Jorge Lorenzo sudah mengikat kontrak untuk membalap di atas Desmosedici GP mulai tahun depan, yang artinya juga mengakhiri kebersamaan selama 8 tahun Lorenzo dengan Yamaha. Akan menjadi 9 tahun saat Lorenzo benar-benar melepaskan seragam birunya di akhir musim ini.

Putaran rumor semakin seru, sementara di sisi lain baik pembalap maupun manajemen tim justru lebih ketat menjaga mulut mereka. Apalagi yang menjadi topik utama selain pengganti Lorenzo di Yamaha.

Serunya pusaran rumor juga dibumbui dengan pernyataan-pernyataan yang justru lebih memperuncing spekulasi dari sosok-sosok yang dianggap “mengetahui sesuatu”. Salah satunya saat Valentino Rossi ditanya wartawan mengenai siapa pembalap pendamping yang diharapkannya, dia secara diplomatis menjawab bahwa dia hanya memikirkan balapan dan karenanya siapapun yang dipilih Yamaha untuk menggantikan Lorenzo tidak terlalu dipikirkannya. Meskipun begitu dia menambahkan bahwa Movistar sebagai sponsor utama Yamaha mengharapkan agar Yamaha tetap memiliki pembalap asal Spanyol.

Dua pembalap yang diyakini banyak kalangan merupakan kandidat terkuat pilihan yamaha, Vinales dan Pedrosa, keduanya berasal dari Spanyol. Jadi mungkin bagi Yamaha, yang manapun yang akhirnya terpilih tidaklah terlalu menjadi persoalan. Hanya saja konon, menurut kabar yang berhembus terbawa angin, Yamaha tidak akan mau mengeluarkan lebih dari 5 juta Euro untuk mendapatkan Vinales. Konon itulah angka yang ditawarkan Suzuki untuk mempertahankannya.

Sejumlah media Spanyol seperti El Pais dan MCN sudah menyebut bahwa Pedrosa-lah yang akan mendampingi Rossi tahun depan. Mereka menyatakan bahwa sudah pasti Pedrosa pindah ke Yamaha. Bahkan sebuah stasiun radio yang berbasis di Catalan, Cadena SER, menyarkan pernyataan dari seorang wartawan Spanyol bernama Nadia Tronchoni yang menyatakan bahwa pengumuman resminya akan dilakukan di Mugello.

Nama Dani Pedrosa sebetulnya baru belakangan dihubungkan dengan Yamaha, jauh setelah Vinales. Tetapi sepertinya kabar tersebut sangat cepat menguat. Salah satu penyebabnya diyakini adalah keberadaan Movistar yang saat ini menjadi sponsor utama tim Yamaha. Movistar merupakan sponsor tim Honda di kelas 125cc dan 250cc saat Pedrosa mengumpulkan 3 gelar juara dunia di kedua kelas tersebut. Saat Pedrosa naik ke kelas MotoGP bersama Repsol Honda, Movistar menganggapnya sebagai kehilangan aset yang paling penting.

Jadi pasti Movistar akan sangat senang mendapatkan Pedrosa kembali di tim Yamaha yang disokongnya. Sementara untuk Yamaha sendiri sepertinya melihat performa Pedrosa di lintasan juga lebih menjanjikan daripada Vinales. Terutama karena Pedrosa sudah sangat terbiasa dengan motor papan atas. Kalau sampai Pedrosa benar-benar meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha, sisi melankolisnya tidak akan jauh berbeda dengan Lorenzo. Pedrosa sudah bersama Honda sejak debutnya di kelas MotoGP di tahun 2006.

Hanya saja kalau Pedrosa yang kemudian masuk mendampingi Rossi, maka dari sekarang Yamaha harus sudah mulai menyiapkan dua pembalap muda sekaligus. Kemungkinan besar Rossi akan pensiun dari MotoGP saat kontraknya dengan Yamaha berakhir. Sementara itu kalau selama dua tahun kontraknya bersama Yamaha prestasi Pedrosa tidak cukup cemerlang, kemungkinan besar Yamaha tidak akan mau memperpanjang kontraknya. Jika skenario ini benar-benar terjadi, dua tahun yang akan datang Yamaha kemungkinan besar akan melepas kedua pembalapnya.

5 Alasan yang Mengharuskan Maverick Vinales Pindah ke Yamaha

Sejak keputusan yang dibuat Jorge Lorenzo pindah ke Ducati terkonfirmasi, Yamaha memang sibuk mencari pengganti untuk dipasangkan dengan Valentino Rossi yang sudah sejak awal memutuskan untuk tetap membela Yamaha. Maverick Viñales yang saat ini membalap untuk tim Suzuki Ecstar digadang-gadang menjadi incaran utama Yamaha. Sementara pembalap yang bersangkutan belum banyak berbicara, banyak pengamat memberikan pendapat berbeda, bahkan bertentangan. Apakah sebaiknya Viñales menerima tawaran Yamaha atau tetap bertahan di Suzuki.

Bagi kebanyakan pembalap MotoGP, tawaran salah satu tim terkuat seperti Yamaha mungkin akan langsung diterima. Tapi ternyata Viñales memilih untuk berfikir lebih panjang sebelum mengambil keputusan.

Tidak diragukan lagi, Yamaha bukan hanya salah satu diantara beberapa tim terkuat di MotoGP, Yamaha berada di puncak jajaran tim terkuat itu. Selama 8 tahun terakhir Yamaha mendominasi MotoGP, dimana meskipun menghadapi persaingan ketat, selama periode itu Yamaha mencatatkan kemenangan terbanyak dibandingkan rival-rivalnya.

Dengan bergabung bersama Yamaha, Viñales akan langsung melesat ke papan atas. Berada di baris terdepan setiap balapan dan bersaing untuk meraih kemenangan. Berdiri sejajar di antara segelintir pembalap paling kompetitif seperti Marquez, Lorenzo, dan tentunya Rossi sendiri sebagai rekan setimnya. Meskipun begitu, di Suzuki Viñales memiliki posisi yang nyaman sebagai pembalap utama. Sementara jika Viñales pindah ke Yamaha, dia hanya akan menjadi pembalap kedua sebagai pendamping Valentino Rossi.

Pertnyaannya adalah apakah dengan pengalaman yang masih sangat minim, tahun ini adalah musim keduanya di kelas primer MotoGP, Viñales benar-benar sudah siap berada di posisi itu atau justru lebih memilih untuk menarik nafas lebih dalam dulu. Tentu sebagai seorang pembalap, Viñales lebih memilih motor yang sanggup memberinya gelar juara secepatnya. Pastinya kalau saja Suzuki mampu memberikannya, dia tidak akan mau meninggalkan posisi nyamannya sebagai pembalap utama di tim Suzuki.

Sayangnya meskipun motor Suzuki menunjukkan kemajuan pesat sejak kembali ke lintasan MotoGP dan timnya menyatakan komitmen penuh untuk terus mengembangkan motornya agar dapat bersaing di papan atas, sampai saat ini motor Suzuki belum sebanding dengan Yamaha. Motor Yamaha bukan hanya berpotensi akan menjadi motor yang kompetitif, tim Yamaha bukan hanya berkomitmen untuk mengembangkan motornya agar menjadi salah satu motor paling kompetitif. Saat ini Yamaha memiliki motor paling kompetitif … titik.

Viñales bisa saja bertahan di Suzuki. Apakah Suzuki benar-benar sukses mengembangkan motornya menjadi yang paling kompetitif, mungkin perlu setidaknya 2 tahun untuk melihatnya. Dan pastinya selama itu Yamaha juga tidak tinggal diam. Memiliki motor paling kompetitif tidak akan membuat Yamaha menghentikan pengembangan. Kenyataanya mengembangkan potensi motor dari kondisi motor Yamaha saat ini pastinya jauh lebih mudah dibandingkan mengembangkan potensi motor Suzuki dari kondisinya saat ini.

Sementara itu jika Viñales melewatkan tawaran Yamaha saat ini dan ternyata Suzuki gagal menciptakan motor yang kompetitif, belum tentu juga tawaran Yamaha masih akan terbuka. Kalau dengan penolakan Viñales kemudian Yamaha menemukan pembalap yang cocok, tentu Yamaha tidak akan punya alasan untuk mengganti. Jadi pilihan menolak tawaran Yamaha ini benar-benar sangat beresiko terhadap kelangsungan karir Viñales di MotoGP, terutama kesempatannya menjadi salah satu pembalap papan atas bahkan mungkin meraih gelar juara dunia.

Berikut adalah 5 alasan mengapa seharusnya Viñales pindah ke Yamaha, menurut Manuel Pecino, kolumnis pada saluran berita otomotif sportrider.com

Motor Paling Kompetitif

Bukan rahasia lagi bahwa Yamaha M1 adalah motor yang memiliki keseimbangan terbaik di MotoGP. Perlu dicatat bahwa keseimbangan merupakan salah satu faktor terpenting kalau bukan yang terpenting dari sebuah motor. Meskipun memiliki tenaga dahsyat dan sanggup melesat dengan kecepatan sangat tinggi, jika keseimbangannya kurang baik, motor menjadi sulit dikendalikan.

Dalam 8 tahun terakhir, Yamaha memenangkan 5 gelar juara dunia MotoGP. Jadi sangat jelas bahwa motor Yamaha bukan hanya salah satu diantara yang paling kompetitif tetapi memang motor paling kompetitif di lintasan MotoGP. Yamaha M1 memang memiliki sejarah panjang sebagai basis motor terbaik. Sejak 2005, M1 tidak pernah mengalami perubahan mendasar, hanya penyempurnaan yang terus menerus dilakukan, karena dasarnya memang sudah sangat mumpuni. Karena itu dapat dipastikan dengan bergabung bersama Yamaha, Viñales akan langsung mendapatkan motor yang hebat dari awal.

Valentino Rossi

Banyak yang mengatakan bahwa sebagai pembalap muda, Viñales akan belajar banyak dengan mendampingi maestro sekelas Valentino Rossi. Tentunya dengan asumsi bahwa keduanya dapat berteman baik setelah bergabung di dalam satu tim. Bukan soal balapan pastinya. Karena berada dalam satu tim dengannya, Valentino Rossi akan langsung menganggap Viñales sebagai pesaing paling berbahaya alih-alih sebagai anak asuh. Kita bisa melihat bagaimana Valentino Rossi memperlakukan Jorge Lorenzo pada saat dia baru masuk menjadi pendampingnya di Yamaha. Padahal saat itu Lorenzo bahkan merupakan seorang rookie.

Tetapi justru dengan sikap Rossi itu Lorenzo justru belajar sangat banyak dari sisi mental dimana Rossi memberikan contoh yang sangat baik bagaimana caranya agar tetap fokus mengejar kemenangan. Banyak pengamat menilai sekarang kemampuan Lorenzo untuk tetap tenang dan menjaga fokus dengan baik sudah melebihi Rossi. Sebagai pembalap muda Viñales pasti akan belajar lebih banyak berada di posisi pendamping Rossi daripada menjadi pembalap utama tanpa ada sosok yang lebih berpengalaman.

Langsung Siap Jadi Juara

Bersama tim dengan pengalaman segudang seperti Yamaha dan motor setangguh M1 akan membuat Viñales meloncat mendekati tujuannya sebagai pembalap, kemenangan. Jika selama ini bersama Suzuki Viñales hanya mengejar target agar bisa masuk podium, bersama Yamaha target podium sudah terlalu kecil. Bersama Yamaha dia akan melesat mengejar kemenangan, bahkan meraih gelar juara dunia. Alih-alih menghabiskan dua tahun tanpa kepastian bersama Suzuki, dua tahun bersama Yamaha akan memberi Viñales pengalaman berharga sekaligus membawanya ke dalam jajaran pembalap paling top di MotoGP.

Karir di Yamaha

Kemungkinan besar Rossi akan mengakhiri karir balapnya setelah dua tahun kontrak barunya bersama Yamaha berakhir. Jika sekarang Viñales masuk menjadi pendamping Rossi, maka dalam 2 tahun dia kemungkinan besar akan menjadi pembalap utama. Memang sekarang di Suzuki dia menjadi pembalap utama, tapi menjadi pembalap utama Yamaha dengan segudang kedigdayaannya adalah sesuatu yang sangat berbeda. Status sebagai pembalap utama di Suzuki menghasilkan podium, status sebagai pembalap utama Yamaha bisa menghasilkan gelar juara.

Kesempatan Tidak Datang Dua Kali

Umur 21 tahun bukanlah umur yang muda di MotoGP. Jauh sebelum menginjak usia itu Marc Marquez sudah menjadi juara dunia. Meskipun begitu, juga tidak terlalu tua, Valentino Rossi sekarang berusia 37 tahun. Kalau Viñales membuang waktunya 2 tahun lagi di Suzuki dan ternyata perkembangan Suzuki tidak seperti yang diharapkan, usianya baru akan mencapai 23 tahun. Kalau saat itu dia memutuskan untuk keluar dari Suzuki, pasti akan ada tim lain yang menerimanya. Meskipun begitu kesempatan untuk membalap bersama Yamaha belum tentu terbuka lagi.

Akhirnya Jorge Lorenzo Pindah ke Ducati

Spekulasi yang sudah berminggu-minggu merebak akhirnya terjawab sudah. Setelah 8 tahun bersama tim pabrikan MoviStar Yamaha, akhirnya Jorge Lorenzo pindah ke Ducati mulai tahun 2017 yang akan datang setelah kontrak berdurasi 2 tahun ditandatanganinya. Keputusan tersebut pastinya merupakan keputusan yang sangat besar mengingat sejak naik ke kelas MotoGP pada tahun 2008 lalu Lorenzo tidak pernah berpindah tim, bahkan beberapa tahun lalu pernah menyatakan keinginannya untuk pensiun di Yamaha.

Bersama Yamaha Lorenzo mengumpulkan 41 kemenangan dan 3 gelar juara dunia. Sementara itu Ducati tidak pernah lagi mengecap kemenangan sejak ditinggal Casey Stoner di penghujung tahun 2010. Sepanjang kiprahnya di ajang MotoGP, pabrikan papan atas Italia tersebut hanya satu kali menggondol gelar juara dunia melalui Stoner pada tahun 2007.

Perjuangan Ducati untuk mendapatkan Lorenzo tidaklah mudah. Diketahui sudah mengincar Lorenzo sejak tahun 2009 saat Stoner mengalami gangguan fisik yang akhirnya memaksanya meninggalkan MotoGP, Ducati selalu gagal mendapatkan tanda tangan pembalap incarannya itu karena Lorenzo selalu setia dengan Yamaha. Meskipun akhirnya Ducati berhasil menarik rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi dari Yamaha, ternyata bahkan sang legenda itupun tidak sanggup membawa Ducati meraih kemenangan sampai akhirnya Rossi kembali ke Yamaha dan bergabung lagi bersama Lorenzo.

Meskipun kedua fihak sudah mencapai kesepakatan, baik Ducati maupun Lorenzo tidak membuat pernyataan apapun sampai Yamaha memberikan konfirmasi keputusan Lorenzo meninggalkan Yamaha di penghujung musim 2016 ini. Barulah Ducati membuat pernyataan singkat berikut:

Dengan ini kami umumkan bahwa Ducati telah mencapai kesepakatan dengan Jorge Lorenzo. Kami sangat berterimakasih karena pembalap Spanyol ini bersedia bergabung untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP pada musim 2017 dan 2018 dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP bersama Tim Ducati. Lorenzo yang lahir di Palma de Mallorca pada tanggal 4 Mei 1987 ini mengantongi 5 gelar juara dunia sepanjang karir balapnya (2006 dan 2007 di kelas 250cc serta 2010, 2012, dan 2015 di kelas MotoGP).

Alasan Lorenzo Pindah ke Ducati

Pengumuman tersebut tidak serta-merta menghentikan spekulasi. Kali ini mengenai alasan yang melunturkan kesetiaan Lorenzo pada Yamaha sehingga akhirnya bersedia menerima pinangan Ducati untuk membalap di atas Desmosedici, padahal sejarah panjang sudah membuktikan bahkan sosok pembalap sekelas Valentino Rossi-pun gagal menjinakannya. Sebelum Rossi, Desmosedici sudah memakan banyak “korban” yang rata-rata pembalap papan atas dengan pengalaman segudang seperti Loris Capirossi, Nicky Hayden, Sete Gibernau, dan beberapa nama lainnya.

Apakah Lorenzo yakin dia bisa seberuntung Casey Stoner, satu satunya pembalap yang sukses merebut gelar juara dunia MotoGP dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP?

Ducati Desmosedici GP Semakin Kompetitif

Banyak analis meyakini bahwa meskipun gagal membawa gelar juara dunia ke kandang Ducati, kehadiran Valentino Rossi membawa banyak manfaat dalam pengembangan motor sehingga sepeninggal Rossi, Ducati selalu menempatkan pembalapnya persis di bawah keempat pembalap dari tim unggulan, Yamaha dan Honda, yang bergantian menguasai gelar juara dunia. Tahun 2014 Andrea Dovizioso berada di urutan 5 kelasemen akhir, seentara tahun 2015 Ducati juga menempatkan pembalapnya Andrea Iannone, di posisi yang sama.

Kehadiran Casey Stoner sebagai pembalap penguji semakin meyakinkan banyak kalangan bahwa pengembangan Ducati untuk Desmosedici GP sudah mencapai titik dimana motor ini cukup kompetitif untuk bersaing melawan Yamaha dan Honda. Kedua pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone semakin sering meraih pole position bahkan muncul di atas podium. Yang belum mereka dapatkan tinggal dominasi yang konsisten seperti yang ditunjukkan Lorenzo, Rossi, Marquez, dan Pedrosa.

Kehadiran Orang Dekat Lorenzo di Ducati

Faktor lain yang dipercayai memuluskan jalan Ducati untuk mendapatkan tanda tangan Lorenzo adalah masuknya Gigi Dall’Igna yang pindah dari Aprilia. Kita mungkin jarang mendengar namanya. Gigi merupakan salah satu sosok penting di awal karir Lorenzo. Dengan dukungannya, Lorenzo berhasil mengantongi dua gelar juara dunia di kelas 250cc sebelum akhirnya naik kelas. Konon kedekatan Lorenzo dan Gigi tetap terjalin meskipun kemudian Lorenzo bergabung dengan Yamaha saat menapaki kelas primer MotoGP.

Keinginan Lorenzo Mengalahkan Valentino Rossi

Mengantongi 5 gelar juara dunia, 3 diantaranya di kelas MotoGP, Lorenzo berada di urutan 4 pembalap MotoGP tersukses sepanjang sejarah. Capaian itu menempatkannya sebagai yang paling sukses diantara semua pembalap Spanyol yang pernah berkiprah di kelas primer ini. Setelah terakhir kalinya Rossi mempersembahkan gelar juara dunia pada tahun 2009, Rossi tidak pernah memenangkannya lagi sampai akhirnya ia pindah ke Ducati. Lorenzo-lah yang mengembalikan kejayaan Yamaha dengan kembali membawa pulang trofi juara dunia ke kandang Yamaha.

Meskipun begitu kehebatan Lorenzo tidak juga sanggup meruntuhkan nama besar Rossi.

Kondisi ini diyakini akan berbalik 180 derajat kalau Lorenzo kemudian sanggup membawa Ducati kembali ke puncak kelasemen dengan menjadi juara dunia MotoGP di atas Ducati Desmosedici GP. Melihat situasi sampai saat ini, meskipun cukup kompetitif, sepertinya baik Andrea Dovizioso maupun Andrea Iannone tidak akan dapat melakukannya di tahun 2016 ini. Sejarah mencatat Rossi gagal melakukannya sampai akhirnya meninggalkan Ducati untuk kembali ke Yamaha. Kalau sampai Lorenzo sanggup melakukannya, dunia akan melihat siapa yang lebih hebat diantara keduanya.

Perlu juga dicatat bahwa selama ini ketiga gelar juara dunia MotoGP Lorenzo didapatnya bersama Yamaha. Meraih gelar juara dunia bersama Ducati akan memasukkan Lorenzo ke dalam jajaran pembalap legendaris yang sanggup meraih gelar juara dunia dengan motor yang berbeda. Di kelompok ini hanya ada Casey Stoner, Valentino Rossi, Eddie Lawson, Agostini, dan Geoff Duke.

Lorenzo Menjadi Pembalap Termahal di MotoGP

Meskipun ketika kita berbicara kebanggaan menjadi juara dunia kita mungkin tidak terlalu berhitung uang, apalagi sudah menjadi rahasia umum bahwa pembalap-pembalap papan atas terutama mereka yang berlaga pada gelaran bergengsi seperti MotoGP dan Formula 1 rata-rata menerima bayaran yang sangat besar, angka yang tercantum dalam kontrak tetap saja menjadi daya tarik tersendiri.

Mungkin bahan pertimbangannya adalah kalau sama-sama memungkinkan untuk bisa meraih gelar juara dunia sementara yang satu menawarkan bayaran lebih tinggi dari yang lain, tentunya sangat wajar kalau angka yang lebih besarlah yang dipilih. Sementara itu meskipun Yamaha sudah terbukti sanggup memberikan motor yang menjadikan Lorenzo juara dunia, Ducati juga sudah menampakan potensi yang tidak kalah besar. Lain kalau misalnya yang menawarkan angka besar adalah tim satelit yang termasuk papan bawah.

Sebelum diumumkan beredar bisik-bisik bahwa angka yang ditawarkan Ducati berkisar antara 11 juta sampai 20 juta Euro setiap tahun. Memang agak sulit untuk membandingkan karena kebanyakan nilai kontrak pembalam MotoGP tidak diinformasikan secara terbuka. Tetapi sebagai bandingan, saat merebak kabar bahwa Yamaha melirik Dani Pedrosa untuk menggantikan Lorenzo, ada disebut bahwa saat ini Honda membayar Pedrosa. 2 juta Euro per tahun. Sangat jauh perbedaannya.

Akhirnya terkonfirmasi bahwa Ducati membayar Jorge Lorenzo 25 juta Euro untuk 2 tahun, artinya dia menerima 12,5 juta Euro per tahun. Lihat saja perbedaan dengan angka 2 juta Euro yang diterima Pedrosa dari Honda saat ini, padahal meskipun belum pernah meraih gelar juara dunia, Pedrosa merupakan salah satu pembalap papan atas. Tak ayal angka tersebut menjadikan Lorenzo pembalap termahal di MotoGP saat ini.

Kebijakan Yamaha yang Membuat Lorenzo Tidak Nyaman

Dengan sekian banyak kelebihan yang menjadi magnet penarik Lorenzo pindah ke Ducati, kebijakan Yamaha bukannya membuat berat kaki Lorenzo untuk melangkah tapi justru membuatnya lebih termotivasi untuk meninggalkan Yamaha. Sejumlah pengamat yang dikuti berita-berita internasional mengatakan kebijakan Yamaha sendirilah yang menjadi penyebab Lorenzo meninggalkan Yamaha.

Meskipun sudah berkali-kali membawa pulang gelar juara dunia dan menunjukkan loyalitasnya yang luar biasa pada Yamaha, Lorenzo merasa bahwa Yamaha lebih menganakemaskan Rossi sang juara dunia 9 kali, terutama sejak Rossi kembali ke Yamaha setelah gagal meraih hasil positif dari beberapa musim balapan yang dijalaninya bersama Ducati.

Yamaha memang lebih dahulu menyodori perpanjangan kontrak pada Valentino Rossi yang langsung ditandatanganinya. Kontrak ini tidak hanya menandai perpanjangan kerjasama Yamaha untuk menjadikan Rossi salah satu pembalapnya pada dua musim mendatang tetapi kerjasama antara pabrikan jepang tersebut dengan Vr46 Riders Academy, sekolah balap milik Rossi. Meskipun Yamaha menyatakan tidak ada maksud khusus dibalik kenyataan bahwa mereka menyodorkan kontrak kepada Rossi terlebih dahulu sebelum Lorenzo.

Yamaha menyatakan bahwa fihaknya menawarkan perpanjangan kontrak kepada kedua pembalapnya, Rossi dan Lorenzo, pada waktu yang bersamaan. Hanya saja Lorenzo meminta waktu untuk mempertimbangkan sementara Rossi langsung menandatanganinya.

Publik memang sangat mengetahui buruknya hubungan Rossi dan Lorenzo. Sebenarnya hubungan buruk mereka yang membuat Rossi hengkang ke Ducati sudah membaik. Lorenzo menerima kehadiran Rossi kembali ke Yamaha dengan tangan terbuka sehingga mereka bisa bekerja sama dengan cukup baik dan membuat Yamaha sebagai tim cukup optimis. Hubungan mereka kembali memburuk setelah Rossi gagal dalam persaingan merebut gelar juara dunia pada musim 2015 lalu dan menuduh kekalahannya diakibatkan kerjasama Lorenzo dengan Marc Marquez, pembalap Honda yang kesempatannya merebut gelar juara dunia tertutup beberapa sesi sebelum musim berakhir.

Banyak yang meyakini bahwa Rossi sengaja menandatangani kontrak lebih dahulu untuk membuat gusar Lorenzo dan akhirnya menyingkirkan Lorenzo dari Yamaha. Kenyataannya langkah Rossi ini sukses membuat Lorenzo meninggalkan Yamaha, menjadikan Rossi pembalap utama karena siapapun yang nantinya akan ditarik Yamaha untuk menggantikan Lorenzo, tidak ada pembalap lain yang sekaliber mereka. Mungkin kalau Yamaha bisa mengambil Marquez dari Honda, tapi itu jelas tidak akan terjadi.

Penggemar Menginginkan Lorenzo Pindah ke Ducati

Apapun intrik yang berada di belakang keputusan Jorge Lorenzo untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati mulai musim depan, rupanya memang para penggemar Lorenzo mendukung langkah yang diambil idolanya itu. Polling yang dilakukan situs olah raga terkemuka Crash.Net menunjukkan bahwa 74% penggemar lebih menyukai Lorenzo pindah ke Ducati daripada tetap tinggal di Yamaha.

Spekulasi Setelah Lorenzo Meninggalkan Yamaha

Setelah episode drama ini berakhir dengan konfirmasi kepindahan Lorenzo dari Yamaha ke Ducati, masih akan banyak lagi pertanyaan besar lain yang hanya akan bisa dijawab oleh waktu, dan sebelum waktu benar-benar menjawabnya pastinya akan banyak putaran spekulasi yang bisa jadi justru lebih menarik dari pada balapannya itu sendiri.

Kontrak Lorenzo dengan Yamaha baru akan berakhir di penghujung musim 2016 ini, dan dia baru akan menggunakan seragam merah Ducati mulai awal musim 2017 yang akan datang. Akankah Lorenzo mampu meraih gelar juara dunia terakhirnya bersama Yamaha? Apakah Yamaha akan tetap memberikan dukungan sama besar dengan Rossi atau justru mengganjal Lorenzo? Bagaimana persaingan antara Rossi dan Lorenzo di sisa musim ini? Siapakah yang akan menggantikan Lorenzo dan menjadi tandem Rossi musim depan? Siapakah yang akan disingkirkan Ducati untuk menyerahkan motornya pada Lorenzo? Akankah Yamaha mengijinkan Lorenzo untuk memulai debutnya bersama Ducati pada pengujian bersama setelah musim 2016 ini berakhir tapi musim 2017 belum bergulir?

Dan akhirnya tentunya bertanyaan terbesar … akankah Lorenzo mampu membawa pulaing gelar juara dunia MotoGP dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP atau justru gagal dan kembali ke Yamaha seperti yang dilakukan Rossi?

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.
Go to Top