Mobil

Home/Mobil

Honda CRV 7 Penumpang Hadir Tahun 2017 Ini

Honda CRV 7 penumpang sepertinya kehadirannya sedikit mengecoh banyak pemerhati otomotif. Rencana kehadiran SUV 7 penumpang dari Honda memang sudah di santer terdengar saat sejumlah berita melansir pernyataan eksekutif-eksekutif Honda yang menyebut bahwa pabrikan Jepang itu tidak akan membiarkan Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner bebas menguasai pasar. Namun sepertinya kebanyakan kita mengira Honda akan menghadirkan produk yang sama sekali baru, bukan mengubah produk yang sudah ada.

Tapi sekarang semuanya sudah jelas. Honda CRV 7 penumpang akan hadir sebagai penantang baru pasar SUV tanah air. Saat ini yang membuat Honda CRV tidak sekelas dengan Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memang bukan hanya soal kapasitas penumpangnya saja. Rupanya Honda juga menyadari hal itu. Karenanya selain menambahkan satu baris bangku penumpang di belakang, ukuran Honda CRV 2017 juga dimelarkan. Wheelbase-nya memanjang menjadi 2700mm sehingga dari sisi ukuran badan akan kurang lebih seimbang.

Honda CRV 7 Penumpang

Tidak sampai disitu. Kita juga tahu bahwa Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner hadir dengan mesin diesel. Untuk sektor dapur pacu, Honda juga rupanya benar-benar menyiapkan lawan yang sebanding untuk masuk ke pasar yang sudah lebih dahulu dikuasai rival-rival tangguh sesama “ninja” tersebut. Untuk pertama kali dalam sejarah, Honda akan membenamkan mesin diesel ke bawah kap mesin Honda CRV.

Mesin Honda CRV Diesel 2017

Apakah Honda akan merelakan dirinya menjadi salah satu pemain di pasar SUV 7 penumpang? Pastinya tidak. Seperti biasanya, Honda pasti ingin merebut posisi pemimpin pasar. Untuk itu Honda membuat CRV 2017 tidak hanya sebanding dengan kedua kompetitornya itu tetapi juga menghadirkan keunggulan yang membuatnya bukan hanya sekedar berbeda merk dan model saja.

Mesin diesel Honda CRV 2017 bertajuk i-DTEC ini dirancang lebih hemat namun tetap bertenaga. Kapasitas mesinnya sendiri relatif kecil, hanya 1,6 liter alias 1600cc. Bandingkan dengan Mitsubishi Pajero yang mengusung mesin diesel berkapasitas 2500cc. Tapi dari kapasitas mungilnya itu, mesin diesel Honda CRV sanggup menghasilkan tenaga sebesar 160HP. Sebagai pembanding, dengan mesin berkapasitas 2500cc-nya Mitsubishi Pajero tipe Exceed dan GLX “hanya” memiliki tenaga 136PS (134HP). Sementara mesin berkapasitas 2400cc pada Mitsubishi Pajero tipe Dakkar yang berteknologi lebih canggih memiliki tenaga 181PS (178HP).

Dari sisi torsi, mesin diesel Honda CRV 2017 memiliki torsi 350NM yang dapat dicapai pada putaran mesin 2000RPM. Mitsubishi Pajero tipe GLX dan Exceed yang menggunakan mesin yang sama memiliki torsi 324NM yang dapat dicapai pada putaran 2000RPM. Sementara tipe Dakkar memiliki torsi maksimum 43oNM yang baru dapat dicapai pada putaran 2500RPM.

Jelas bahwa mesin diesel 1600cc milik Honda CRV 2017 jauh lebih tangguh baik dalam hal tenaga maupun torsi dibandingkan mesin diesel 2500cc milik Mitsubishi Pajero tipe GLX dan Exceed. Sementara itu mesin diesel milik Mitsubishi Pajero tipe Dakkar sedikit lebih baik dibandingkan dengan mesin Honda CRV 2017, tapi dengan kapasitas yang jauh lebih besar sehingga bisa dipastikan konsumsi bahan bakarnya juga jauh lebih tinggi.

Sektor transmisi juga menjadi salah satu keunggulan lain. Honda CRV 2017 akan hadir dengan transmisi otomatis CVT 9 percepatan. Lagi-lagi membandingkan dengan Mitsubishi Pajero, tipe GLX memiliki transmisi manual 5 percepatan, tipe Exceed dibekali transmisi otomatis 5 percepatan, sementara tipe Dakkar menggunakan teknologi paling canggih dibandingkan saudara-saudaranya, transmisi otomatis 8 percepatan.

Yang menarik adalah sistem pengendalian transmisinya. Untuk memilih posisi P, R, N, dan D tidak lagi menggunakan tuas tetapi menggunakan sistem tombol yang diadopsi dari mobil sport Honda Acura NSX. Versi yang akan segera muncul di Thailand dipastikan menggunakan sistem ini. Mudah-mudahan tidak dipangkas saat masuk ke Indonesia.

Mesin Bensin Honda CRV Turbo 2017

Sementara itu untuk mereka yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan mesin bensin bawaan Honda CRV yang memang tangguh dan nyaman dikendarai, Honda tidak meninggalkannya begitu saja. Selain mesin diesel, Honda juga menawarkan versi mesin bensin untuk CRV terbaru ini. Mengikuti jejak Honda Civic yang hadir dengan mesin lebih kecil tapi menawarkan tenaga lebih besar, Honda mesin bensin untuk CRV 2017 juga disokong perangkat turbo. Dengan hembusan turbo, mesin yang hanya berkapasitas 1500cc ini mampu menyemburkan tenaga 174HP.

Sebagai perbandingan, mesin berkapasitas 1500cc tanpa turbo yang dipakai Honda Jazz hanya mampu menghasilkan tenaga 120HP saja. Mesin Honda CRV “lama” yang masih beredar saat ini terdiri dari 2 tipe. Mesin berkapasitas 2000cc memiliki tenaga 155PS (152,8HP). Sementara mesin berkapasitas 2400cc memiliki tenaga 190PS (187.3HP).

Launching Honda CRV 2017 Indonesia

Meskipun kehadiran Honda CRV 7 penumpang sudah dikonfirmasi oleh petinggi-petinggi Honda, waktu peluncurannya masih belum terkonfirmasi. Tapi kabarnya sih memang tahun ini. Ya wajar saja, namanya juga Honda CRV 2017, kan nggak lucu kalau diluncurkannya tahun 2018. Kalau sampai saat ini jadwal launching Honda CRV 2017 Indonesia belum ada, sepertinya kita akan disalip negeri tetangga. Seperti dilansir situs Indianautosblog, Thailand sudah pasti akan me-launching Honda CRV 2017 pada tanggal 29 Maret mendatang.

Jangan berkecil hati. Toh jarak dari Thailand ke Indonesia tidak jauh. Hehehe. Soal ini ya memang kita harus berlapang dada. Pusat produksi Honda yang berlokasi di Ayutthaya, Thailand memang merupakan basis produksi Honda bukan hanya untuk kawasan Asia Tenggara tetapi juga India dan negara-negara lain di sekitarnya. Jadi sabar dan siapkan dana untuk menebusnya saja.

Yaris GRMN – Versi Gahar Toyota Yaris

Banyak para pemilik Toyota Yaris melakukan beragam upaya untuk mendongkrak performa tunggangannya. Apalagi kalau bukan untuk membuat mobil ini lebih garang penampilannya, lebih besar tenaganya, dan lebih kencang larinya. Tentunya dengan berbagai modifikasi dan penggunaan aneka perangkat aftermarket kita bisa membuat sedikit perubahan. Tapi itulah persoalannya, sedikit perubahan saja bisa memaksa kita merogoh saku cukup dalam. Coba saja tanya harga satu set saluran buang aftermarket alias “knalpot racing”. Produk dengan merk ternama harganya bisa puluhan juta dan hanya sanggup menambah beberapa tenaga kuda saja.

Mungkin karena memahami keinginan sebagian konsumennya akan Toyota Yaris yang memiliki performa lebih tinggi itulah makanya kemudian Toyota memperkenalkan Yaris GRMN yang disebutnya masuk ke dalam katagori “hot hatch”.

Apa itu hot hatch? Mobil mungil tanpa buntut seperti Toyota Yaris yang dikenal dengan istilah hatchback ini biasanya memang ditujukan untuk perjalanan pendek di perkotaan. Penggunanya kebanyakan remaja atau kaum hawa. Jadi wajar kalau memang tidak dibekali dengan performa gahar. Hot hatch ini merujuk kepada jenis mobil hatchback yang “melawan takdir”. Modelnya hatchback yang artinya mungil tanpa buntut, tetapi memiliki tampang lebih garang, tenaga lebih besar, dan kecepatan lebih tinggi. Lebihnya tentu bukan hanya sekedar 10-20 tenaga kuda.

Toyota konon sudah memiliki nama untuk versi gahar Toyota Yaris ini. Namanya Yaris GRMN. Konon GRMN yang sekilas terdengar seperti jejeran huruf acak di belakang nama Yaris ini merupakan singkatan dari Gazoo Racing Masters of Nurburgring.

Dengan facade yang didominasi airdam berbentuk segi tiga yang melebar memenuhi hampir seluruh bumper, tampangnya memang sangar. Di masing-masing sisi airdam terdapat kisi-kisi pendingin rem yang mengelilingi lampu kabut. Sedikit di atas bumper, lampu yang menyipit seperti mata elang membuat mobil ini meskipun mungil tapi mempunyai kecepatan yahud. Sementara bagian belakang meskipun tampak lebih polos tetap menyiratkan kesan dinamis dengan knalpot berbentuk trapesium yang bercokol di kolong bemper yang dihiasi diffuser. Selain bentuk dan ukurannya yang tidak biasa, posisi lubang knalpot ini juga tidak biasa karena berada di bagian tengah. Mengimbanginya, di bagian atas kaca ada tailgate diffuser berwarna senada dengan spoilernya, hitam.

 

Buritan Toyota Yaris GRMN

Tampang yang menyiratkan performa dari Yaris GRMN ini bukan hanya fitur visual semata karena memang benar-benar diimbangi dengan mesin yang bercokol dibalik kap mesinnya yang nampak imut menyerupai paruh burung. Mesin berkapasitas 1.8 liter (setara dengan sekitar 1800cc) ini bekerja dengan sokongan supercharger sehingga mampu memuntahkan tenaga sampai 210 tenaga kuda. Bandingkan dengan performa Toyota Yaris yang beredar di tanah air yang dengan mesinnya yang berkapasitas sedikit lebih kecil tepatnya 1496cc hanya memiliki tenaga sebesar 106 tenaga kuda saja, kurang lebih separuhnya.

Pastinya dengan performa yang sangat garang untuk ukuran sebuah mobil kecil, pengendara tidak akan mau membiarkan mobil mengatur lajunya sendiri. Yaris GRMN ini hanya tersedia dengan transmisi manual dengan percepatan yang lebih dinamis dari mobil biasa, 6 percepatan. Sementara untuk menjinakan lajunya terpasang rem dengan ukuran yang lebih besar dari Yaris standar. Sementara suspensi selain memiliki kemampuan lebih tinggi juga diturunkan sehingga pengendaliannya dalam kecepatan tinggi lebih akurat.

Toyota Yaris WRC

Konon Yaris GRMN ini terinspirasi dari Yaris WRC yang diturunkan dalam ajang adu kecepatan medan berat paling bergengsi, World Rally Championship alias kejuaraan rally dunia. Setuju atau tidak, silahkan disimak foto-foto Yaris WRC berikut dan bandingkan sendiri dengan Yaris GRMN.

        

Toyota Yaris Versi Eropa

Mungkin anda bertanya-tanya mengapa tampang Toyota Yaris GRMN maupun Yaris WRC tidak mirip dengan Toyota Yaris yang kita kenal di tanah air. Nah ternyata memang Toyota Yaris untuk beberapa pasar tertentu memang berbeda. Coba simak tampang Toyota Yaris versi Eropa berikut ini.

      

Nissan Serena 2016 Baru

Sudah cukup lama diketahui bahwa Nissan sedang mempersiapkan generasi baru kendaraan MPV menengahnya yang dikenal di pasaran sebagai Nissan Serena. Hal itu terkonfirmasi setelah semakin banyak hasil intipan kamera yang beredar termasuk brosur yang sudah lebih dahulu bocor sebelum dipublikasikan secara resmi. Akhirnya sosok Nissan Serena 2016 baru ini bisa benar-benar kita lihat, termasuk spesifikasi dan informasi lainnya. Sesuai harapan banyak penggemarnya, Nissan Serena terbaru ini membawa perubahan yang cukup signifikan, bukan hanya tampang tetapi juga kelengkapan dan spesifikasinya.

Tampang Nissan Serena 2016 jauh berbeda dengan penampikan Nissan Serena yang beredar saat ini. Mengimplementasikan design grill yang kini menjadi ciri khas baru mobil-mobil keluaran masda yang dikenal dingan sebutan V-motion two-slate grille, selewat saja memang Nissan Serena baru ini nampak lebih agresif. Apalagi gril baru itu dipadukan dengan model lampu depan yang bertumpuk ala Toyota Vellfire. Bahkan jika Toyota Vellfire hanya memiliki tumpukan dua garis lampu depan, Nissan Serena baru memiliki tiga, karena sedikit terpisah, lampu kabut di bagian bawah bumper juga dirancang dengan bentuk tipis memanjang.

Kali ini Nissan bereksperimen dengan memberikan paduan dua warna pada Serena terbaru, dimana mulai dari seputaran jendela sampai atap diberi warna hitam. Dengan seluruh pilar jendela berwarna hitam, atap mobil ini jadi seperti mengambang terpisah dari bodi meskipun sebetulnya tidak. Sementara itu sepertinya designer-designer Nissan ingin memberikan ruang pandang ke sekeliling yang lebih leluasa bagi penumpang dengan membuat pilar A lebih tipis. Sementara itu sepanyang bagian kiri body, menyambung dari lampu depan sampai ke belakang, terdapat tonjolan bodi sehingga dari samping mobil ini nampak seperti memiliki pinggang.

Di bagian buritan, kedua lampu belakang masih ditempatkan tinggi mengapit kaca belakang. Tetapi sepertinya Nissan ingin mempertahankan kesan atap mengambang sehingga bagian lampu belakang yang pada Serena sebelumnya memiliki model tinggi sampai ke atap, kini dibuat lebih pendek, hanya kira-kira setinggi separuh kaca belakang saja. Sementara itu kaca belakang terkesan lebih lebar dari yang sebenarnya karena terdapat panel berwarna hitam di bawah kaca belakang sebelum bersambung dengan bodi yang diberi aksen krom memanjang.

Sementara itu untuk varian Highway Star yang merupakan kasta tertinggi dari setiap tipe mobil Nissan, disematkan bodykit yang membuatnya tampilan keseluruhan Nissan Serena ini jadi lebih agresif. Semakin memperkuat karakter V-motion grille di bagian depan, untuk tipe HWS ini dipercantik dengan bilah krom yang cukup lebat mengikuti kontur V-nya. Di bagian sisi terpasang sideskirt yang membuatnya menjadi lebih “membumi”. Model velg khusus untuk tipe HWS juga memiliki design yang berbeda. Nah berbeda dengan trend yang berkembang selama ini dimana tipe standar memiliki spion berwarna hitam sementara tipe diatasnya memiliki spion yang dicat sewarna bodi, pada Nissan Serena 2016 ini justru terbalik. Spion tipe HWS berwarna hitam sementara untuk tipe di bawahnya, termasuk tipe standar, dibuat sewarna dengan bodi.

Sayangnya karena saat ini baru diperkenalkan di Jepang, informasi mengenai harga Nissan Serena 2016 belum ada, tentunya kecuali harga untuk di Jepang sendiri yang pastinya akan sangat berbeda dengan harga Nissan Serena 2016 di Indonesia saat Nissan memboyongnya ke tanah air, itupun kalau Nissan benar-benar melakukan launching Nissan Serena 2016 di Indonesia. Sebagai catatan, Nissan tidak memasukan Serena generasi ke-3 secara resmi ke Indonesia. Nissan Serena yang beredar di Indonesia saat ini adalah generasi ke-4. Apa yang akan dilakukan Nissan Indonesia untuk Serena generasi ke-5 ini? Fihak Nissan Indonesia belum memberi pernyataan resmi mengenai hal ini.

Interior Nisan Serena 2016

nissan-serena-2016-baru-5

Melongok ke bagian dalam, Nissan juga tidak hanya merubah tampilan tetapi juga menawarkan tingkat kemewahan lebih tinggi. Bagian atas dashboard yang lebih lebar memberi kesan lebih lega, sementara konsol panel indikator yang lebih lebar memberi kesan modern karena menampilkan semua indikator dengan jelas secara digital. Sementara itu setir yang pada kebanyakan MPV mewah dibuat gambot, pada Nissan Serena 2016 ini justru dibuat lebih sporty, memberi kesan dinamis dan mudah dikendalikan. Di bagian tengah dasboard, diapit lubang AC yang nampak manis dengan sentuhan warna silver, terdapat pengendali utama hampir semua fungsi mobil. Selain ada deretan tombol pengendali AC dan tombol start untuk menghidupkan mesin, tuas versneling dan rem tangan juga ada di sini. Sementara itu yang paling dominan adalah layar LCD yang tidak hanya berfungsi menampilkan tapi juga mengendalikan karena merupakan panel touchscreen.

Soal kenyamanan, Nissan sendiri mengklaim bahwa Serena baru ini memiliki interior paling lega di kelasnya. Sepertinya klaim pabrikan bukan hanya sekedar isapan jempol. Kelegaan interior Nissan Serena 2016 ini bahkan terasa sampai ke bagian yang pada kebanyakan MPV terpinggirkan, bangku baris ketiga. Yang unik adalah pada tipe HWS untuk membuka pintu belakang tidak lagi diperlukan keterlibatan tangan kita untuk menarik handle atau bahkan hanya menekan tombol sekalipun. Jadi saat tangan kita sibuk dengan barang bawaan yang ingin kita masukan ke dalam bagasi, kita tidak perlu meminta pertolongan orang lain atau menaruh barang sementara supaya tangan kita bisa dipakai untuk membuka pintu. Cukup dengan menggerakan kaki di bawah pintu, maka pintu belakang akan otomatis terbuka. Tentu syaratnya kunci pintar harus ada bersama anda, entah di kantung celana atau di dalam tas.

Agar penumpang tetap dalam kondisi prima meskipun dalam perjalanan jauh, Nissan menyematkan teknologi “Zero Gravity” yang tadinya hanya tersedia pada sedan mewah keluarannya, Teana. Soal teknologi “zero gravity” ini akan kita bahas khusus secara terpisah. Mungkin Nissan memberikan perhatian khusus pada profil konsumen mobil. Pemilik MPV kelas bawah seperti Toyota Avanza biasanya menyetir sendiri, maka kenyamanan jok depan menjadi prioritas, sebaliknya pemilik MPV papan atas seperti Toyota Alphard biasanya wara-wiri dengan disopiri, karena itu jok belakang menjadi priorits. MPV kelas menengah seperti Nissan Serena bisa kesana kemari, sebagian pemilik menyetir sendiri sebagian lagi disopiri. Karena itu Nissan memberikan perhatian yang sama pada design jok depan maupun belakang. Selain tingkat ergonomi yang sama, penggunaan teknologi “zero gravity” juga dilakukan pada jok baris depan da baris kedua.

Sistem Keamanan Nissan Serena 2016

Berbagai teknologi terbaru dalam hal keselamatan tersedia pada Nissan Serena 2016. Emergency braking system, lane departure warning, around view monitor, dan smart rearview mirror, merupakan fitur keselamatan standar yang tersedia pada semua varian. Sementara untuk lebih memudahkan pengemudi dalam berkendara, intelligent park assist dan PilotPRO, teknologi Nissan dalam upayanya mengembangkan mobil yang dapat mengemudi sendiri. PilotPRO tidak hanya dapat mengendalikan pedal gas seperti teknologi cruise control, tetapi juga dapat mengendalikan rem dan setir sekaligus.

Spesifikasi Nissan Serena 2016

Pada tipe yang baru saja diperkenalkan di Jepang, serena mengusung teknologi S-Hybrid yang ditenagai mesin MR20DD berkapasitas 2000cc. Memiliki 4 silinder dengan CVTV ganda, mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 147 PS pada putaran mesin 5600 RPM. Sementara torsi yang dapat dihasilkan adalah sebesar 210 Nm pada putaran mesin 4400 RPM. Tenaga mesin disalurkan pada ban dengan transmisi CVT Xtronic. Untuk menghemat bahan bakar, terdapat fungsi idling stop yang mematikan mesin saat kendaraan dalam kondisi berhenti dan alternator deselerasi yang menyimpan tenaga yang terbuang saat deselerasi untuk dipergunakan menyokong mesin saat akselerasi nantinya. Supaya mesin tidak menyedot bahan bakar terlalu banyak saat mulai bergerak, dipasang sebuah motor listrik berkapasitas 1.8 kW/200 A yang dapat memberikan tambahan pasokan 50 Nm selama satu detik pada saat mobil mulai bergerak dari keadaan diam.

Nissan juga menyatakan bahwa mereka menambahkan penguatan struktur pada area seputar pintu belakang. Nissan juga menyempurnakan sistem suspensi yang diklaim membuat mobil tetap terkendali saat melakukan manuver ekstrim seperti ngepot mendadak saat menyalip.

Foto Nissan Serena 2016

nissan-serena-2016-baru-1nissan-serena-2016-baru-3nissan-serena-2016-baru-4nissan-serena-2016-baru-5nissan-serena-2016-baru-6nissan-serena-2016-baru-7nissan-serena-2016-baru-9nissan-serena-2016-baru-10nissan-serena-2016-baru-11nissan-serena-2016-baru-12nissan-serena-2016-baru-13nissan-serena-2016-baru-14

Mengenal VW Karmann-Ghia

Kalau kita bicara mobil sport, mungkin yang muncul di benak anda adalah mobil-mobil eksotis modern seperti Ferrari Berlinetta, Lamborghini Aventador, atau mungkin yang lebih garang lagi seperti Bugatti Veyron, Hennessy Venom, bahkan Koenigsegg Regera. Mobil-mobil ini memiliki tenaga lebih dari 1000 tenaga kuda dan mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam.

Pada masanya, VW Karmann-Ghia dipasarkan dalam kelas mobil sport yang hadir dalam konfigurasi 2+2. Model kupe diproduksi mulai tahun 1955 sedangkan model convertible mulai diproduksi 2 tahun sesudahnya pada tahun 1957. Dengan beberapa penyempurnaan dan varian yang dihadirkan sepanjang masa produksinya, produksi Karmann-Ghia berlangsung sampai tahun 1974.

Dikembangkan dengan menggunakan chasis dan sistem mekanis VW Type 1 yang juga dipakai untuk VW kodok, mobil eksotis ini merupakan hasil kolaborasi antara perancang Luigi Segre dari perusahaan karoseri Ghia di Italia dan diproduksi secara manual oleh perusahaan otomotif lain, Karmann, di Jerman. Tidak salah kalau dikatakan sebagai mobil eksotis. Pakar desain industri terkemuka asal Amerika Serikat bernama Wakter Dorwin Teague memasukkan Karmann-Ghia ke dalam daftar produk dengan desain terindah di dunia.

Pada awalnya Karmann-Ghia hadir dengan kode Type 14. Pada tahun 1961, VW memperkenalkan juga Type 34 yang menggunakan chasis dan sistem mekanikal yang berbeda. Jika Type 14 memakai basis Type 1 yang dipakai oleh VW kodok, Type 34 menggunakan basis Type 3 yang dipakai model-model VW lain seperti Fastback, Notchback, dan Squareback. Yang terakhir lebih dikenal di Indonesia sebagai VW Variant. Meskipun masih menampakan banyak kemiripan, dari sisi rancangan bodinya model Type 34 ini jauh berbeda dari model Type 14.

Karmann-Ghia diproduksi di Jerman. Produksinya mencapai 445.000 unit hanya untuk type 14 saja. Kehadiran Type 34 melipat gandakan produksi Karmann-Ghia, menjadikannya mobil paling banyak dikirimkan ke Amerika Serikat. Selain itu 41.600 unit Karmann-Ghia juga diproduksi di Brazil untuk memenuhi pasar di kawasan Amerika Selatan bahkan sampai Afrika Selatan antara tahun 1962 dan 1975.

Sejarah VW Karmann-Ghia

VW Karmann-Ghia mengawali debutnya pada bulan Oktober 1953 saat dipamerkan sebagai konsep yang dirancang oleh Luigi Segre untuk Ghia pada acara Paris Auto Show.  Sementara itu pada awal tahun 50-an, VW memproduksi mobil murah, VW kodok, yang dikenal dengan sebutan Type 1. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat setelah perang dunia kedua berakhir, para eksekutif VW melihat peluang untuk menghadirkan mobil yang lebih mewah. Untuk itu VW menjalin kerjasama dengan industri perakitan Karmann.

Mengantongi kontrak dengan VW, Karmann kemudian menjalin kerjasama dengan Ghia, sebuah perusahaan asal Italia, yang kemudian mengadopsi konsep yang tadinya diciptakan untuk Chrysler sehingga bisa dibangun di atas basis Type 1. Sebetulnya modifikasi dilakukan di kedua sisi, baik dari sisi design maupun dari sisi basis Type 1-nya sendiri yang terpaksa diperlebar.

Dari sisi proses manufaktur, Karmann-Ghia dibuat dengan teknik butt-welding yang kemudian dilanjutkan dengan proses manual yang tentunya memakan banyak waktu dan tenaga. Proses ini sangat berbeda dengan VW kodok yang menggunakan teknik baut untuk menyambung bagian-bagiannya. Tidak heran kalau kemudian harga Karmann-Ghia jauh lebih mahal, hampir dua kali lipat dari harga VW kodok dalam versi termurah.

Para eksekutif VW langsung jatuh cinta dengan prototype Karmann-Ghia, sehingga akhirnya pada bulan Agustus 1955 mulai diproduksi di Jerman. Ternyata bukan hanya para eksekutif VW saja yang langsung jatuh cinta. Pasar pun menyambutnya dengan antusias. Alhasil 10.000 Karmann-Ghia ludes terjual dalam tahun pertama.

Selain berbagi basis dari segi chasis dan mekanikal, VW Karmann-Ghia juga menggunakan mesin yang sama dengan VW Type 1. Mesin berkapasitas 1584cc ini menghasilkan tenaga 60 tenaga kuda. Jadi jangan berfikir bahwa dengan status mobil sport kemudian Karmann-Ghia dapat melesat seperti mobil-mobil sport masa kini. Dengan mesin yang sama, tentu performanya juta tidak akan jauh berbeda dari VW kodok.

Pada tahun 1974 VW menghentikan produksi Karmann-Ghia dan menggantinya dengan Porsche 914.

Karmann-Ghia Type 34

vw-karmann-ghia-type-34-depan

Pada tahun 1961 VW memperkenalkan VW 1500 Karmann-Ghia yang juga dikenal dengan Type 34. Tipe ini dirancang oleh insinyur Italian bernama Sergio Sartorelli dengan basis Type 3. Selain chasis dan sistem mekanikal, mesinnya juga menggunakan mesin Type 3 yang merupakan mesin VW baru berkapasitas 1500cc. Belakangan VW menghentikan produksi mesin Type 1 sehingga mulai tahun 1967 Karmann-Ghia Type 14 juga menggunakan mesin 1500cc.

Karmann-Ghia dihadirkan dengan kemewahan paripurna. Pada tahun 1962 diperkenalkan opsi yang dilengkapi dengan sunroof elektrik. Menjadikan Karmann-Ghia mobil kedua di seluruh dunia yang dilengkapi fitur modern ini.

Design Karmann-Ghia Type 34 menawarkan interior lebih luas dan ruang bagasi lebih besar. Lampu kabut yang pada saat itu masih merupakan barang baru, hadir di sisi eksterior. Selain itu juga dilengkapi kunci elektronik. Sementara itu interior juga dipoles lebih mewah lagi dengan dashboard yang terdiri dari bagian atas dan bawah, panel pintu, dan dudukan tangan alias armrest.

Sampai produksinya berakhir dan digantikan oleh Porsche 914, Karmann-Ghia merupakan mobil penumpang paling mahal dan paling mewah yang dibuat VW pada dekade 60-an. Harganya mencapai dua kali lipat harga VW kodok. Tidak heran kalau produksi Karmann-Ghia Type 34 ini juga tidak sebesar Type 14. Sepanjang masa produksinya antara tahun 1962 sampai 1967, VW hanya memproduksi 42.505 unit Karman-Ghia Type 34.

Tipe ini secara resmi tidak dijual di Amerika Serikat, meskipun ada cukup banyak unit yang masuk lewat jalur lain. Uniknya saat ini justru Amerika Serikat memiliki populasi Karmann-Ghia Type 34 terbanyak. Tercatat ada sekitar 400 unit masih tersisa di Amerika Serikat dari perkiraan sisa populasi sekitar 1500-2000 unit di seluruh dunia. Saat ini Type 34 termasuk salah satu model mobil klasik yang cukup langka dan karena itu harganya juga cukup tinggi. Di Amerika Serikat, unit yang sudah direstorasi dihargai di kisaran $25.000. Untuk bahan diperjual belikan di kisaran harga $8.000. Di Eropa harga pasarannya bahkan jauh lebih tinggi. Di Jerman negara asalnya, pada tahun 2010 lalu sebuah VW Karmann-Ghia lansiran tahun 1962 terjual dengan harga $34.000.

Spesifikasi VW Karmann-Ghia

Berikut adalah spesifikasi VW Karmann-Ghia Type 14 lansiran tahun 1963.

DIMENSI
Wheelbase: 2400mmLebar sumbu depan: 1306mm
Lebar sumbu belakang: 1288mm
Panjang bodi: 4140mm
Lebar bodi: 1634mm
Tinggi bodi: 1330mm
Bobot: 820kg
Kapasitas tangki: 40 liter

MESIN
Tipe: naturaly aspirated
Bahan bakar: bensin
Jumlah silinder: 4
Jumlah katup: 2 katup per silinder
Kapasitas mesin: 1192cc (1.2 liter)
Bore x stroke: 77 x 64 mm
Tenaga maksimal: 34HP pada putaran 3600RPM
Torsi maksimal: 82Nm pada putaran 2000RPM
Rasio kompresi: 7:1
Pasokan bahan bakar: karburator

PERFORMA
Akselerasi: 0 – 80km/jam dalam 16 detik
Kecepatan maksimum: 120km/jam

Honda Menarik Lagi 21 Juta Mobil Akibat Masalah Airbag

Honda menambah daftar panjang penarikan mobil yang diakibatkan permasalahan yang disinyalir ada pada sistem airbag yang dibuat oleh Takata. Mengutip pernyataan salah satu eksekutif Honda, The New York Times memberitakan bahwa angka yang disebut Honda itu tidak main-main. Akibat masalah ini Honda merencanakan akan menarik 21 juta mobil di seluruh dunia. Dengan penambahan ini Honda sebagai pengguna terbesar produk airbag Takata akan menarik 51 juta kendaraan.

Honda mengkalkukasi ulang estimasinya setelah otoritas Amerika Serikat merevisi cakupan permasalahan sehingga di Amerika Serikat sendiri saja jumlah penarikan kendaraan dari berbagai merk akibat masalah ini mencapai 35 sampai 40 juta unit.

Salah satu eksekutif Honda, Vice President Tetsuo Iwamura, menolak menyebutkan angka persis berapa kendaraan yang akan ditarik di Amerika Serikat maupun masing-masing negara lainnya. Meskipun demikian khususnya untuk Amerika Serikat, sepertinya penambahan ini merupakan penambahan terhadap penarikan besar-besaran mobil-mobil yang menggunakan airbag produk Takata seperti yang diperintahkan NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration).

Ditenggarai bahwa sistem pada airbag buatan Takata mengembang dengan kekuatan terlalu besar saat terjadi kecelakaan, sehingga dapat melontarkan serpihan-serpihan tajam ke dalam kabin mobil sehingga membahayakan pengendara dan penumpang. Permasalahan ini diyakini sudah menyebabkan setidaknya 11 orang korban tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

Menggantian puluhan juta sistem inflator pada airbag Takata menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi pabrikan mobil. Setidaknya 12 pabrik mobil menjadi korban dari skandal ini. Honda sendiri melaporkan bahwa kinerja keuangan perusahaannya memburuk akibat masalah ini. Jika biasanya Honda tidak pernah mencatatkan kerugian, kali ini Honda melaporkan kerugian pada kuartal pertama tahun ini.

Honda menyatakan telah menambah alokasi anggaran sebesar 267 milyar Yen, setara dengan sekitar 2,45 milyar Dolar untuk membiayai proses penarikan ini. Dijumlahkan dengan anggaran sebelumnya artinya Honda setidaknya mengeluarkan 436 milyar Yen. Memotong lebih dari setengah keuntungan bersih perusahaan selama setahun penuh.

Pabrikan mobil yang mengalami kerugian akibat masalah ini berharap Takata akan mengganti kerugian mereka. Kalaupun tidak seluruhnya, setidaknya sebagian. Meskipun demikian belum ada hitungan pasti berapa sebenarnya total kerugian yang diderita semua pabrikan pengguna airbag Takata. Persoalannya adalah meskipun mungkin Takata memiliki niat baik, kemampuan keuangan Takata sendiri sepertinya tidak akan mampu menutup kerugian tersebut. Fihak Takata baru saja mengumumkan rencana restrukturisasi keuangan besar-besaran untuk menyelamatkan perusahaan itu dari kebangkrutan.

Penarikan Mobil Honda di Indonesia

Lalu apakah penarikan itu juga akan dilakukan di Indonesia? Seperti diketahui, pangsa pasar Honda di Indonesia semakin hari semakin meningkat sejalan dengan rajinnya pabrikan itu menghadirkan produk-produk baru yang berhasil menarik hati konsumen tanah air. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Menanti Launching Toyota C-HR di Indonesia

Karena sampai saat ini Toyota C-HR belum dipasarkan sementara fihak Toyota sendiri cenderung pelit untuk memberikan informasi secara rinci, banyak aspek dari mobil ini yang masih misterius dan karenanya memunculkan spekulasi. Sementara ini yang pasti adalah bahwa Toyota akan menghadirkan C-HR untuk pasar global untuk menantang dominasi Nissan Juke dan sejumlah merk lain di kelas yang sama seperti Mazda CX-3, Jeep Renegade, Fiat 500x, Honda HR-V, Chevrolet Trax, Buick Encore, dan Mini Cooper Paceman.

C-HR sendiri merupakan singkatan dari “Coupe – High Rider”. Coupe alias kupe sendiri merujuk pada sedan dua pintu tanpa buntut yang memiliki atap belakang melandai. Dalam hal ini sebetulnya hanya soal atap melandai ke belakang saja yang sesuai dengan patron kupe, karena Toyota C-HR memiliki 4 pintu. Istilah High Rider dalam rancangan mobil merujuk pada mobil dengan kenyamanan ala sedan tetapi memiliki kolong yang tinggi seperti jip. Istilah lain dari tipe rancangan mobil seperti ini adalah Crossover. Tapi untuk ukuran crossover sebetulnya Toyota C-HR ini juga agak terlalu rendah.

Tapi memang tetap degan tampilannya, Toyota C-HR memang layak masuk ke dalam kelas crossover. Hanya saja mungkin para insinyur Toyota memiliki cara sendiri mewujudkannya ke dalam produk jadi.

Kelas crossover kecil yang biasa dikenal sebagai subcompact-crossover memang menjadi salah satu favorit konsumen saat ini. Sebagai salah satu raksasa otomotif global, Toyota sangat terlambat masuk ke segmen ini. Bayangkan saja, Toyota baru akan memproduksi C-HR di akhir 2016 ini sehingga unitnya diperkirakan baru akan masuk pasar pada tahun 2017. Sementara itu kelas ini dirintis oleh Kia dengan menghadirkan Kia Soul pada tahun 2009. Penjualan Kia Soul sendiri memang tidak terlalu sukses, tapi pabrikan-pabrikan lain yang masuk belakangan justru menangguk sukses besar.

Fihak Toyota sendiri mengakui bahwa dalam hal ini mereka memang menjadi pengikut alih-alih pembuka pasar. Meskipun demikian, saat memperkenalkan C-HR dalam gelaran Geneva Auto Show 2016 bulan maret lalu, salah satu petinggi Toyota menujukan optimismenya bahwa C-HR akan sanggup membawa Toyota menyalip pesaing-pesaingnya untuk merebut posisi pemimpin pasar di kelas ini.

Galeri Foto Toyota C-HR

toyota-c-hr-indonesia-2toyota-c-hr-indonesia-3toyota-c-hr-indonesia-4toyota-c-hr-indonesia-5toyota-c-hr-indonesia-6toyota-c-hr-indonesia-7toyota-c-hr-indonesia-8toyota-c-hr-indonesia-9toyota-c-hr-indonesia-11

Penampilan Toyota C-HR

Dari sisi model sepertinya memang Toyota C-HR akan sanggup melibas pesaing-pesaingnya. Kalau Honda HR-V cenderung konservatif, Toyota C-HR tampil lebih dinamis. Mewujudkan konsep kupe, atap C-HR melandai ke belakang sementara sisi kiri-kanan menggembung sehingga memberi kesan lebar dan kekar. Dari sisi potongan body, Toyota C-HR mirip dengan Nissan Juke. Tetapi dari sisi ukuran, C-HR sedikit lebih besar dari Nissan Juke sehingga pastinya memiliki ruang yang lebih luas. Soal ukuran Toyota C-HR lebih mendekati ukuran Honda HR-V.

Tapi itu soal bentuk dan ukuran. Meskipun ukurannya mirip Honda HR-V dan potongan bodinya mirip Nissan Juke, secara keseluruhan Toyota C-HR tampil lebih ciamik dibandingkan kedua pesaingnya. Salah satu yang membuatnya sangat berbeda adalah rancangan lampu depan dan grill. Lampu C-HR melebar dengan ujung tengah menyipit bersambung dengan gril sementara bagian tepi menyipit mengikuti kontur fender samping. Desain lampu depan C-HR sukses menampilkan keseragaman rancangan lampu depan dengan sedan Toyota terbaru lain seperti Camry, Corolla, dan Yaris, ke dalam mobil crossover.

Mesin Toyota C-HR

Belum ada informasi yang sahih mengenai mesin yang akan disematkan Toyota pada C-HR. Banyak yang memperkirakan bahwa setidaknya untuk pasar-pasar otomotif konservatif seperti Indonesia, Toyota akan memasang mesin 4 silinder berkapasitas 2000cc dengan transmisi CVT dan penggerak roda depan sementara untuk sebagian pasar mungkin sistem penggerak all-wheel-drive akan disediakan bagi mereka yang membutuhkan kehandalan di medan off-road.

Spekulasi lain menyatakan bahwa Toyota juga akan menawarkan C-HR dengan mesin kecil berkapasitas 1200cc yang dibantu dengan induksi turbo, sehingga meskipun kapasitasnya kecil tenaganya akan tetap mumpuni. Mungkin juga C-HR hadir dengan mesin hibrid berkapasitas 1800cc.

Fitur Toyota C-HR

Soal fitur, Toyota C-HR ini juga masih relatif gelap. Sejauh ini Toyota baru menyatakan bahwa C-HR akan dilengkapi fitur lane-departure warning dan cruise control. Tentunya kelengkapan lain yang sudah biasa hadir di mobil-mobil modern sekelasnya seperti ABS dan EBD pada sektor rem akan disediakan.

Launching Toyota C-HR di Indonesia

Sementara ini Toyota C-HR diperkirakan akan hadir di Eropa mulai penghujung tahun 2016 ini. Untuk melayani pasar Eropa, Toyota C-HR akan dipasok dari pabrik Toyota di Turki. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sampai saat ini Toyota masih menutup mulut rapat-rapat. Jangankan informasi kapan Toyota C-HR akan launching di Indonesia, fihak Toyota bahkan masih enggan mengkonfirmasi apakah Toyota akan menghadirkan C-HR untuk pasar tanah air.

Meskipun masih sebatas perkiraan, rasanya tidak mungkin Toyota tidak menghadirkan C-HR di Indonsia.

Meskipun demikian, pasar untuk mobil kelas ini sangatlah menjanjikan di Indonesia. Kita tentu melihat sukses besar yang diraih Nissan Juke dan Honda HR-V yang saat ini menguasai pasar subcompact-crossover di tanah air. Apakah Toyota akan menutup mata dan melewatkan kesempatan untuk masuk? Rasanya tidak mungkin tidak. Apalagi saat ini Toyota memang masih minim model untuk kelas ini. Ada gap yang sangat lebar antara Toyota Rush dan Toyota Fortuner yang saat ini dinikmati produsen-produsen lain.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.
Go to Top