Pengetahuan Otomotif

Home/Pengetahuan Otomotif

Cara Memakai Kabel Jumper

Sebagus apapun mobil anda, sebaik apapun anda merawatnya, kemungkinan untuk mendapatkan masalah dalam perjalanan tetap ada. Umur mobil yang masih muda atau perawatan yang telaten memang dapat mengurangi kemungkinannya, tetapi tidak bisa menghilangkannya sama sekali. Itulah makanya menyapkan peralatan yang bisa membantu mengatasi masalah dengan mobil dalam perjalanan sangatlah penting. Kalau mobil anda sudah lanjut usia apalagi perawatannya juga alakadarnya, tentu keberadaan peralatan ini menjadi lebih penting lagi.

Mari sebut satu per satu peralatan untuk mengatasi keadaan darurat dengan mobil. Kunci roda? Dongkrak? Segi tiga pengaman (Bukan celana dalam lho ya!)? Senter? Sikring cadangan? Apakah anda menyiapkan kabel jumper di dalam mobil anda?

Bentuk Kabel Jumper

Kadang-kadang orang tidak cukup memperhatikan, jadi bukan karena katrok kalau banyak orang ternyata tidak tahu bentuk kabel jumper. Kalau sudah begitu apalagi mengetahui fungsinya. Kalau sudah begitu apalagi mengetahui cara menggunakannya.

Bentuk kabel jumper adalah … sesuai dengan namanya, yang namanya kabel pastilah panjang dan bulat. Halah! Tidak seperti kabel pada umumnya, kabel jumper biasanya berukuran cukup besar, kurang lebih sebsar jari tangan orang dewasa. Satu set terdiri dari dua kabel, satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna hitam. Di kedua ujung masing-masing kabel ada capitan buaya berukuran cukup besar, cukup untuk menjepit jempol tangan. Masing-masing jepitan memiliki warna yang sama dengan warna kabelnya. Kabel jumper biasanya cukup panjang, sekitar 2 sampai 3 meter.

Fungsi Kabel Jumper

Fungsi kabel jumper adalah untuk “meminjam” aki dari mobil lain saat aki pada mobil kita sendiri terlalu lemah untuk menghidupkan mesin. Jadi kabel jumper ini diperlukan untuk menghidupkan mobil yang mogok akibat tenaga aki yang terlalu lemah, tidak cukup kuat untuk menghidupkan mesin. Artinya kalau mobil mogok karena sebab lain penyelesaiannya bukan dengan kabel jumper ini. Hanya saja memang konon secara statistik aki soak merupakan penyebab mobil mogok yang paling banyak terjadi. Jadi nggak usah banyak argumen, pastikan anda menyediakan satu set kabel jumper di dalam mobil anda.

Untuk mobil bertransmisi manual, mobil yang mogok akibat aki tekor bisa dihidupkan dengan cara didorong. Tapi pastinya untuk mendorong mobil sampai cukup cepat agar dapat menghidupkan mesin diperlukan beberapa orang. Apalagi kalau mobilnya cukup berat. Apalagi kalau medannya cukup berat seperti jalan jelek. Belum lagi malunya itu yang kadang-kadang sulit disembunyikan. Apalagi kalau tiba-tiba ada orang iseng tiba-tiba lewat sambil berteriak “Roti roti …”.

Sementara untuk mobil dengan transmisi otomatis, menghidupkan mesin dengan cara didorong selain pantang juga memang tidak bisa dilakukan. Berapa kilometerpun dia didorong tetap tidak akan bisa hidup mesinnya. Padahal sekarang populasi mobil bertransmisi otomatis ini semakin banyak.

Cara Menggunakan Kabel Jumper

Cara menggunakan kabel jumper sebetulnya sangat sederhana. Syaratnya hanya ada 2. Pertama anda harus punya kabel jumper. Kedua anda harus menemukan donor yang bersedia membantu, mobil lain yang memiliki aki cukup kuat. Kalau syarat pertama tidak anda penuhi dan anda cukup beruntung, mungkin si donor kebetulan punya. Kalau syarat kedua tidak terpenuhi artinya anda sial. Kalau kedua syarat tidak terpenuhi artinya anda sial banget. Tapi tidak perlu putus asa apalagi sampai bunuh diri, tinggal telepon derek aja.

Tapi ada syarat ketiga sih. Pastikan bahwa penyebab mobil mogok adalah karena akinya tekor. Kalau bukan itu penyebabnya, percuma anda punya kabel jumper. Percuma juga anda menyetop mobil lewat dan bermanis-manis memintanya menjadi donor.

Kalau ketiga syarat itu sudah terpenuhi, tinggal ikuti langkah-langkah berikut. Ikuti dengan cermat, karena meskipun sederhana, kalau tidak dilakukan dengan benar bisa mengundang bahaya.

  • Posisikan kendaraan berdekatan. Entah hadap-hadapan, bersebelahan, atau mencong, terserah. Yang jelas harus cukup dekat supaya kabel jumpernya nyampe. Jangan terlalu dekat juga, nggak boleh sampe bersentuhan, apalagi bersentuhannya sampe bonyok.
  • Pastikan kedua mobil dalam keadaan diam dan stabil. Mobil manual sebaiknya giginya dimasukkan. Mobil otomatis pastikan berada dalam posisi P. Matikan mesin kedua mobil, lalu buka kap mesinnya.
  • Ambil kabel merah, jepitkan satu ujungnya pada kutub positif aki mobil yang mogok. Kutub positif aki biasanya ditandai dengan tanda (+). Pastikan jepitannya kuat.
  • Jepitkan ujung kabel merah yang lain ke kutub positif aki mobil donor. Pasti sama, kutub positif bertanda (+), dan pastikan jepitannya kuat.
  • Lalu ambil kabel hitam dan jepitkan pada kutub negatif aki mobil donor. Kutub negatif bertanda (-). Pastikan jepitannya kuat.
  • Jepitkan ujung lain kabel hitam pada bagian mobil mogok yang terbuat dari logam, entah pada bodi mobil, chasis, atau mesin. Kondisinya harus logam telanjang, tidak terlapisi cat. Baut biasanya merupakan pilihan yang tepat.
  • Pastikan tidak ada bagian dari kabel yang bersentuhan dengan mesin kedua mobil.
  • Hidupkan mesin mobil donor dan biarkan selama beberapa menit, jangan dimatikan.
  • Hidupkan mesin mobil mogok dan biarkan selama beberapa menit, jangan dimatikan.
  • Melepas kabelnya urutannya berbalik dari saat memasang. Cabut ujung kabel hitam dari mobil yang tadinya mogok baru cabut ujung lain pada mobil donor.
  • Kemudian cabut ujung kabel merah dari mobil donor baru cabut ujung lain dari mobil yang tadinya mogok.
  • Disconnect the black jumper cable from the once-stalled engine. Then disconnect the black jumper cable from the booster car.
  • Remove the red jumper cable from the booster car. Then remove the red jumper cable from the once-stalled car.
  • Setelah proses ini selesai, biarkan mobil donor hidup selama beberapa saat sebelum dimatikan, untuk memastikan tenaga akinya sudah kembali terisi setelah dipakai untuk menghidupkan mobil lain.
  • Kalau mesinnya sudah hidup, sebaiknya mesin mobil yang tadinya mogok tidak usah dimatikan sebelum sampai di rumah atau bengkel, daripada nanti mati dan tidak bisa dihidupkan lagi.

Bagaimana Booster Rem Bekerja Pada Mobil Kita?

Kalau anda pernah mengendarai mobil dalam keadaan mesin mati, misalnya saja mobil didorong dalam keadaan mogok, mungkin anda tahu bahwa saat mesin mobil mati, pedal rem jadi keras sekali. Kalau anda tidak tahu kenapa rem mobil keras saat mesin mati, jawabannya adalah karena pada saat mesin mati, booster rem tidak bekerja. Jaman dulu, sebelum mobil-mobil dilengkapi booster rem, kurang lebih seperti itulah pengemudi harus menguras tenaga untuk menginjak rem setiap kali mereka menghentikan mobil atau sekedar mengurangi kecepatannya.

Fungsi booster rem pada mobil adalah untuk meringankan pedal rem, sehingga kita tidak lagi harus menginjak pedal keras-keras hanya untuk mengentikan mobil. Sedikit injakan kaki di pedal itu kemudian dibantu oleh pedal rem sehingga menghasilkan tekanan yang cukup untuk mengentikan mobil.

Cara Kerja Booster Rem

Untuk membagi tekanan dari pedal menuju keempat roda, sistem pengereman mobil menggunakan master cylinder. Booster membantu memberikan tekanan tambahan supaya sedikit tenaga yang kita berikan dalam bentuk injakan ringan pada pedal dapat terkonversi menjadi tekanan yang cukup kuat untuk didistribusikan ke masing-masing roda dan menghentikan putarannya. Pada kenyataannya “tambahan” tenaga yang diberikan booster lebih besar dari tenaga yang dikeluarkan oleh kaki kita.

Lalu dari mana booster rem mendapatkan tenaga tersebut?

Biasanya booster rem mendapatkan tenaganya dari vacuum pada salura masuk ke dalam mesin. Tenaga vacuum yang diambil dari saluran masuk mesin ini yang kemudian disalurkan dalam bentuk tekanan ke dalam master cylinder saat pengemudi menginjak pedal rem. Alhasil tekanan pada master cylinder seolah-oleh seperti datang dari dua kaki, satu kaki pengemudi yang menginjak pedal, satu lagi “kaki” dari booster rem.

Kehampaan alias vacuum pada saluran masuk ke dalam mesin tidak akan ada saat mesin dalam keadaan mati. Karena itulah pada saat mesin dalam kondisi mati, booster rem tidak bekerja. Akibatnya pada saat mesin dalam kondisi mati, untuk menghentikan putaran ban hanya mengandalkan injakan kaki pengemudi pada pedal rem. Begitu penjelasannya kenapa saat mesin mati pedal rem jadi terasa sangat berat. Perlu tenaga ekstra untuk menghentikan mobil meskipun mobil hanya menggelinding dalam kecepatan sangat rendah.

Penggunaan kevakuman mesin sebagai sumber tenaga booster rem hanya ada pada mesin bensin. Kendaraan bermesin diesel yang berbahan solar sistemnya berbeda. Mesin diesel tidak menghasilkan kevakuman. Karenanya ditambahkan pompa khusus yang bekerja untuk menghasilkan kevakuman yang diperlukan booster, sehingga booster tidak mengambilnya dari mesin. Meskipun demikian pompa ini juga mengambil tenaga dari putaran mesin, sehingga meskipun memiliki pompa sendiri, sistem ini tidak membebaskan kita dari masalah tadi, saat mesin mati, pedal rem tetap saja berat.

Selain pedal, pada mobil modern yang memiliki teknologi dynamic stability control juga terdapat sesuatu yang disebut sebagai active booster. Active booster ini bekerja dengan solenoid untuk membuka-tutup katup yang mengalirkan tekanan ke dalam master cylinder. Dengan begitu rem dapat bekerja mengurangi kecepatan meskipun pengemudi tidak menginjak pedal rem. Mengenai dynamic stability control, detailnya mungkin akan kita bahas di lain kesempatan, dalam postingan tersendiri.

Sering kali kita salah, mengira bahwa sistem booster rem itu bekerja dengan tekanan hidrolik. Dengan atau tanpa booster, sistem rem memang bekerja secara hidrolis. Lewat pengaturan oleh master cylinder, tekanan yang diterima dari pedal dibagi ke setiap roda dengan menggunakan tekanan hidrolik berupa oli yang dialirkan lewat pipa kecil. Sekarang ini tidak ada mobil yang sistem rem-nya bekerja dengan menggunakan kabel, semua hidrolik. Kalaupun masih dipakai, sistem kabel biasanya hanya digunakan untuk rem tangan.

Booster rem biasanya ada pada mobil-mobil yang sudah memiliki rem cakram, entah pada rem depan atau depan dan belakang. Alasannya adalah karena rem teromol memang secara mekanis memiliki pegas yang – meskipun bukan itu tujuannya – membantu memperkuat tekanan pedal. Kalau anda pernah mengemudikan mobil tua yang keempat rodanya masih menggunakan teromol dan tidak dilengkapi booster rem, misalnya VW Kombi, Toyota Hardtop, atau Suzuki Jimny (tahun lama), memang pedal rem terasa lebih ringan dibandingkan mobil yang dilengkapi booster rem saat mesinnya mati.

Dimana Letak Booster Rem?

Booster rem biasanya sangat mudah dikenali karena posisinya tidak tersembunyi. Tinggal buka kap mesin dan carilah silinder pendek, seperti kaleng “Monde Butter Cookies” (maaf ya, nyebut merk nggak maksud iklan) yang menempel pada firewall. Nggak tahu firewall? Firewall adalah dinding yang memisahkan ruang mesin dan kabin mobil. Karena tekanan pedal rem langsung disalurkan ke dalam sistem rem melalui batang besi melewati booster menuju master cylinder, booster rem ini biasanya posisinya persis di depan pengemudi.

Biasanya di depan lingkaran booster rem itu menempel sebuah pipa logam dengan panjang kira-kira sejengkal. Itulah master cylinder. Dari master cylinder – kebanyakan bengkel menyebut dengan master saja – keluar beberapa pipa kecil berbahan logam yang menyalurkan oli rem menuju masing-masing ban. Di atas master cylinder ada tabung plastik berisi cadangan oli rem.

Apa Yang Terjadi Saat Pengemudi Menginjak Rem?

mekanisme-kerja-booster-remSaat pedal diinjak, pedal menekan sebuah batang besi yang menyalurkan tekanan itu melewati booster langsung menuju master cylinder dan mengaktifkan piston di dalam master cylinder. Kevakuman dari mesin yang masuk ke dalam booster menciptakan kevakuman di kedua sisi diafragma yang ada di dalam booster. Saat pengemudi menginjak pedal rem, batang besi yang terdorong oleh pedal membuka katup untuk memasukkan udara sekaligus menutup aliran vakum. Tekanan yang meningkat pada sisi diafragma itu ikut mendorong batang besi sehingga memberikan tenaga tambahan terhadap tekanan kaki dari pedal yang disalurkan menuju master cylinder.

Tekanan yang disalurkan melalui batang besi ini mendorong piston di dalam master cylinder untuk menekan oli rem secara merata ke masing-masing ban melalui pipa.

Apa Itu ABS dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Melakukan pengereman mendadak apalagi saat kondisi jalan dalam keadaan licin bisa sangat berbahaya. Disinilah sistem ABS mengambil peranan penting sehingga resiko kecelakaan yang diakibatkan oleh kehilangan kendali sebagai efek dari pengereman mendadak dapat diminimalisir. Riset menunjukkan bahwa pengemudi biasa dapat melakukan pengereman mendadak lebih cepat dan aman dengan kendaraan yang dilengkapi perangkat ABS dibandingkan pengemudi profesional seperti pembalap yang melakukan hal yang sama dengan kendaraan tanpa ABS.

Teori dasarnya sangat sederhana. Ban yang selip akan kehilangan traksi. Jika ada sebagian ban saja yang selip, maka ban yang selip akan memiliki traksi yang jauh lebih sedikit daripada ban lain yang tidak selip. Pada saat pengereman mendadak, biasanya ban akan mengunci dan menyebabkan ban – semua atau sebagian – akan selip, sehingga kendaraan akan meluncur tanpa bisa dikendalikan lagi oleh setir. Jika semua ban selip, arah luncurannya akan lurus, sementara jika hanya sebagian yang selip, arah luncurannya bisa saja zig-zag tak terkendali.

cara-kerja-rem-abs

Jika kita harus mengendalikan arah kendaraan, berbelok misalnya, saat ban selip akibat pengereman mendadak, kendaraan akan tetap meluncur dengan arah yang tidak terkendali. Sementara dengan ABS arah kendaraan masih dapat dikendalikan meskipun saat melakukan pengereman mendadak. Fungsi ABS adalah mencegah ban selip saat kita melakukan pengereman mendadak. Manfaatnya ABS adalah: (1) Kendaran dapat terhenti lebih cepat. (2) Arah laju kendaraan tetap dapat dikendalikan dengan setir meskipun sedang melakukan pengereman mendadak.

Komponen Sistem ABS

Sensor Kecepatan

Sensor kecepatan diperlukan oleh sistem ABS untuk mengetahui saat rem akan mengunci dan ban selip. Masing-masing ban memiliki sensor kecepatan sendiri sehingga sistem komputer dapat mengetahui dengan pasti mana saja ban yang selip.

Katup

Rem kendaraan bekerja dengan tekanan hidrolis yang disalurkan ke masing-masing ban. Cara sistem ABS mengendalikan rem adalah dengan mengatur tekanan minyak rem yang disalurkan ke masing-masing ban. Untuk itu dipakai katup khusus pada saluran minyak rem ke setiap ban. Secara sederhana, katup tersebut memiliki 3 posisi sebagai berikut:

  • Posisi pertama, katup terbuka, tekanan dari silinder rem disalurkan langsung.
  • Posisi kedua, katup tertutup, tekanan dari silinder rem menuju ban distop sama sekali.
  • Posisi ketiga, katup membuang sebagian tekanan dan hanya menyalurkan sebagian menuju ban.

Pompa

Pada saat diperlukan, sistem ABS dapat membuang sebagian tekanan dengan memposisikan katup pada posisi ketiga. Pompa diperlukan untuk mengembalikan tekanan pada saat diperlukan.

Modul Pengendali

Seluruh operasi sistem ABS dikendalikan oleh komputer yang terpasang di mobil. Komputer ini memantau semua sensor dan mengendalikan semua katup sesuai dengan situasi dan kondisi.

Cara Kerja Rem ABS

Sistem komputer terus menerus memantau sensor kecepatan. Sistem ABS mulai bergerak saat ada penurunan kecepatan pada putaran ban yang tidak wajar. Sebelum putaran ban benar-benar terkunci, akan ada penurunan kecepatan yang drastis. Disinilah saat untuk alasan tertentu, misalnya menghindari tabrakan, pengemudi mendadak menginjak rem dengan keras. Sesuai dengan prinsip fisika, rem yang diinjak mendadak mampu menghentikan putaran ban lebih cepat dari laju mobil itu sendiri. Saat putaran ban terkunci akibat pengereman mendadak, daya dorong akibat laju kecepatan akan menyebabkan selip dan mobil meluncur tak terkendali untuk beberapa saat sebelum akhirnya terhenti.

Dalam situasi normal, untuk berhenti dari kecepatan 100 kilometer per jam sebuah mobil mungkin memerlukan 5 detik. Tetapi rem dapat menghentikan putaran ban dalam waktu kurang dari satu detik.

Untuk mencegah putaran ban terkunci, sistem ABS mendeteksi penurunan kecepatan lalu mengurangi tekanan menuju ban sampai dia mendeteksi penambahan laju kecepatan. Saat dia mendeteksi peningkatan laju kecepatan, tekanan kembali dinaikan. Demikian berulang dengan cepat sampai akhirnya putaran roda benar-benar terkunci pada saat mobil juga benar-benar terhenti sehingga tidak ada efek selip.

Kalau anda melakukan pengereman mendadak pada kendaraan yang dilengkapi sistem ABS, anda akan merasakan pedal bergetar. Getaran ini disebabkan katup yang membuka dan menutup untuk menurunkan dan menaikkan tekanan – seperti yang dijelaskan tadi – dengan frekuensi yang cukup tinggi. Biasanya di kisaran 15 kali buka / tutup per detik.

Menggunakan Rem ABS Dengan Benar

Sering kali kita merasa ragu-ragu untuk menginjak rem mendadak dengan keras pada kendaraan ber-ABS karena kaki kita merasakan getaran pada pedal. Sering kali keraguan itu membuat kita menarik lagi tekanan kaki kita. Ada juga teori yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan tekanan maksimal, saat pengereman mendadak pedal rem harus dipompa. Maksudnya diinjak dan dilepas beberapa kali sebelum benar-benar diinjak penuh. Pada sistem rem jadul mungkin benar adanya. Tapi pada sistem rem yang sudah sangat modern saat ini pemompaan manual dengan kaki tidak diperlukan.

Pemompaan pada saat mengerem mendadak dengan kendaraan yang tidak dilengkapi ABS juga memang dapat membantu menjaga kendaraan tetap dapat dikendalikan. Tetapi pada kendaraan ber-ABS fungsi “memompa pedal” ini sudah digantikan oleh sistem ABS itu sendiri sehingga tidak diperlukan lagi. Kalau kita tetap memompa justru jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Yang benar adalah JANGAN DIPOMPA.

Saat melakukan pengereman mendadak pada mobil ber-ABS, tekan rem kuat-kuat – jangan diangkat, jangan dipompa – sampai mobil benar-benar terhenti dengan sempurna. Kalau anda perlu mengendalikan arah kendaraan – misalnya berbelok – pada saat melakukan pengereman mendadak tersebut, anda tetap dapat melakukannya, hanya usahakan agar gerakannya tidak ekstrim seperti berbelok tajam dan mendadak. Saat anda mengerem mendadak, anda akan merasakan pedal rem bergetar, abaikan saja, tetap injak pedal rem dengan kuat.

Berikut adalah diagram yang menjelaskan cara kerja sistem rem ABS:

antilock-brake-diagram

Cara Kerja Turbo Pada Mesin Mobil

Kalau anda pemerhati otomotif, pastinya sudah sering mendengar istilah turbo. Awalnya penambahan sistem turbo pada mesin kendaraan lebih banyak diaplikasikan pada mesin-mesin dengan performa tinggi seperti pada sedan-sedan yang tergolong supercar dan mesin diesel berkapasitas besar seperti mesin untuk truk penarik container misalnya. Seiring kemajuan teknologi, saat ini sistem turbo juga banyak diaplikasikan pada mesin-mesin berkapasitas kecil, bahkan pada tunggangan sehari-hari.

Kelebihan sistem turbo adalah kemampuannya meningkatkan tenaga mesin – yang diukur dalam satuan tenaga kuda alias horse power – tanpa menjadikan ukuran mesin menjadi terlalu besar dan berat. Disini nanti akan kita pelajari bagaimana turbocharger menghasilkan manfaat tersebut.

Prinsip Kerja Sistem Turbo

Sistem penekan udara turbo yang sering dikenal dengan istilah turbocharger secara teknis merupakan salah satu sistem induksi paksa. Sistem ini menekan aliran udara ke dalam mesin. Karena volume udara yang masuk ke dalam mesin lebih besar karena dorongan sistem turbo, jumlah bahan bakar juga bisa ditambah, sehingga ledakan pada masing-masing silinder menjadi lebih dahsyat dan pada akhirnya menangguk tenaga lebih besar. Secara umum, mesin dengan turbocharger dapat menghasilkan tenaga lebih besar dibandingkan dengan mesin berukuran sama yang bekerja tanpa sokongan turbocharger. Rasio antara bobot mesin dibandingkan dengan tenaga yang dihasilkan menjadi jauh lebih baik.

Untuk mendapatkan tekanan yang diperlukan, turbocharger memanfaatkan aliran pembuangan untuk memutar turbin. Putaran turbin inilah yang nantinya memutar pompa udara. Putaran turbin pada turbocharger luar biasa cepat. Bisa mencapai 150.000 putaran per menit (RPM), hampir 30 kali lipat putaran mesin normal. Karena dipasang pada saluran pembuangan, suhu turbin ini juga sangat tinggi.

Teori dasarnya, untuk mendapatkan tenaga mesin yang lebih besar adalah dengan membakar lebih banyak campuran antara udara dan bahan bakar. Cara konvensional untuk mendapatkan volume pembakaran lebih besar adalah dengan jumlah silinder lebih banyak atau tetap dengan jumlah silinder yang sama tetapi ukuran masing-masing silider diperbesar. Sayangnya teori tersebut tidak serta-merta mudah diaplikasikan. Salah satunya karena membawa konsekuensi langsung berupa ukuran mesin yang membengkak. Pastinya bobotnya juga ikut bertambah.

Manfaat Turbo Pada Mesin Mobil

Turbocharger memungkinkan mesin untuk membakar lebih banyak campuran udara dan bahan bakar dengan memampatkan udara kedalam silider yang ada, tidak perlu menambah jumlah silider atau memperbesar ukurannya. Biasanya tekanan tambahan yang dihasilkan turbocharger berada di kisaran 6 sampai 8 psi. Teknan udara normal ada di kisaran 14,7 psi, sehingga aplikasi turbocharger secara matematis sanggup menambah sekitar 50% campuran udara dan bahan bakar ke dalam mesin yang kemudian menghasilkan penambahan tenaga dalam kisaran antara 30% sampai 40%.

Bagaimana Turbo Mendongkrak Tenaga Mesin?

diagram-sistem-turbo-pada-mesin-mobil

Turbocharger dipasang langsung pada pipa pembuangan udara dari mesin yang dikenal sebagai exhaust manifold. Aliran udara yang keluar dari mesin dialirkan untuk memutar turbin. Putaran turbin ini dihubungkan secara mekanis dengan kompresor alias pompa udara yang biasanya berada di antara filter udara dan intake manifold. Kompresor ini meningkatkan tekanan udara yang masuk ke dalam piston. Semakin besar aliran udara keluar yang meniup bilah-bilah turbin, semakin cepat pula perputarannya.

Berputar dalam kecepatan 150.000 rpm adalah pekerjaan yang sangat berat, karena itu diciptakan sistem khusus untuk menahan poros turbin supaya bisa tahan. Sistem ini dikenal sebagai fluid bearing. Alih-alih menggunakan bola-bola baja seperti bearing alias “laher” pada umumnya, sistem bearing ini menggunakan lapisan oli yang secara terus menerus ditekan sebagai bantalan. Selain meminimalisir gesekan saat turbin berputar, sistem ini juga membantu menjaga suhu turbin.

Kelemahan Turbocharger

Salah satu kelemahan sistem turbo adalah sokongan tenaga yang dihasilkannya tidak spontan. Tenaga tidak langsung melonjak begitu gas diinjak. Perlu beberapa saat dari saat pedal gas diinjang sampai turbin berputar pada putaran kerja ideal dan mulai menghasilan tekanan udara tambahan ke dalam mesin. Karena itu ada jeda antara saat pedal gas dinjang sampai lonjakan tenaga dapat dirasakan. Akibatnya mobil terasa “ngeden” saat gas diinjak, lalu beberapa saat kemudian seperti meloncat saat turbocharger sudah menghasilkan lecutan tenaga.

Teori fisika diterapkan untuk meminimalisir efek jeda ini, caranya dengan mengurangi tenaga inersia dari bagian-bagian yang berputar melalui penurunan bobot. Dengan demikian turbin dan kompresor dapat berakselerasi lebih cepat sehingga lonjakan tenaga bisa didapatkan dengan lebih spontan. Salah satu caranya adalang dengan meminimalisir ukuran sehingga turbocharger dapat langsung berfungsi penuh saat putaran mesin masih rendah. Tetapi ukuran turbocharger yang kecil tidak mampu menampung aliran udara yang keluar dari mesin saat mesin berputar dengan putaran tinggi. Setinggi apapun putaran mesin, turbin tidak boleh berputar lebih dari 150.000 rpm.

Karena itulah diciptakan sesuatu yang dinamakan wastegate yang merupakan katup pembuangan. Saat aliran udara yang keluar dari mesin terlalu besar, lebih besar dari yang dibutuhkan turbin, aliran udara ini sebagian akan langsung dibuang keluar sehingga hanya sebagian saja yang masuk dan memutar turbin.

Sebagian turbocharger menggunakan ball bearing alias laher dengan bola-bola logam untuk menggantikan liquid bearing. Meskipun sama-sama menggunakan bola, ball bearing ini dirancang khusus dengan presisi sangat tinggi sehingga dapat meminimalisir friksi dalam putaran sangat tinggi. Kemampuannya meminimalisir friksi jauh lebih baik dari bearing biasa bahkan liquid bearing. Sebagian turbocharger menggunakan ceramic turbine blade, bilah turbin berbahan keramik ini jauh lebih ringan tetapi sama kuat dengan logam. Kedua teknologi ini diaplikasikan untuk mengurangi efek jeda tadi.

Cara yang lebih mahal tapi efektif untuk mengurangi jeda adalah penggunaan dua turbocharger dengan ukuran berbeda. Turbocharger berukuran kecil bereaksi lebih cepat. Sementara turbocharger berukuran lebih besar aktif belakangan tetapi mampu memampatkan lebih banyak udara untuk memasok mesin pada putaran tinggi.

Fungsi Intercooler Pada Sistem Turbo

Saat udara dipadatkan, suhunya meningkat. Saat suhu meningkat, volumenya membengkak. Karena udara yang masuk ke sistem turbo diambil dari pembuangan pembakaran, otomatis “bahan”-nya saja sudah panas. Dimampatkan tentunya jadi lebih panas lagi. Akibatnya sebagian dari tekanan udara yang dialirkan ke dalam mesin berasal dari pembengkakan udara yang diakibatkan tingginya suhu tersebut. Ini persoalan serius, karena peningkatan pasokan udara yang dibutuhkan mesin adalah banyaknya molekul udara, bukan hanya sekedar tekanannya saja.

Untuk mengatasi masalah itu dibuatlah intercooler. Bentuknya kurang lebih mirip radiator. Fungsinya juga sama, hanya saja jika yang mengalir ke dalam radiator adalah air, yang masuk ke dalam intercooler itu udara yang sudah dipadatkan oleh turbin dan kompresor pada turbocharger. Dengan diturunkannya suhu udara yang mengalir oleh intercooler, meskipun tekanan udara yang dipasok ke dalam mesin sama besar, tetapi jumlah molekul udaranya jauh lebih banyak sehingga pembakaran yang terjadi di dalam silinder lebih dahsyat. Hasil akhirnya tentunya tenaga yang dihasilkan mesin lebih tinggi.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.
Go to Top